Nyaris Tewas! Diduga Jadi Korban Malpraktik, Warga Biak Muli Tuntut Keadilan dari RSUD Sahudin Kutacane

REDAKSI

- Redaksi

Kamis, 17 Juli 2025 - 22:15 WIB

50178 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | ACEH | ACEH TENGGARA | Kut Seorang pasien asal Desa Biak Muli Pantai Raja, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, nyaris kehilangan nyawa setelah mengonsumsi obat-obatan dari RSUD H. Sahudin Kutacane. Kasus ini diduga kuat sebagai bentuk malpraktik medis dan kini menjadi sorotan publik.

Korban bernama Rasine, pada Senin, 23 Juni 2025, datang ke RSUD H. Sahudin untuk berobat ke Poli Paru dan kemudian dirujuk ke Poli Saraf. Namun alih-alih sembuh, kondisi kesehatannya justru memburuk drastis setelah mengonsumsi 13 jenis obat yang diberikan berdasarkan resep rumah sakit. Keesokan harinya, tubuh Rasine mendadak lemas dan mengalami sesak napas hebat.

Tidak berhenti di situ, pada hari berikutnya, Rasine mengalami kejang-kejang berat yang membuat keluarga panik dan ketakutan kehilangan nyawanya. Dalam kondisi kritis, ia dilarikan ke Puskesmas Biak Muli, tempat ia akhirnya berhasil diselamatkan berkat penanganan intensif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adik korban, Wali, tak tinggal diam. Pada Jumat, 27 Juni 2025, ia mendatangi RSUD Sahudin untuk meminta penjelasan dari pihak medis. Ia terlebih dahulu menemui dr. Risfan Pratama, Sp.P., di Poli Paru, namun kecewa karena dokter enggan memberikan penjelasan rinci terkait obat-obatan yang diberikan.

Tak puas, Wali lanjut menemui dr. Marsaulina di Poli Saraf, yang disebut ikut menangani Rasine. Di sinilah muncul kejanggalan: pihak keluarga mempertanyakan kenapa pasien ditangani oleh dokter umum di poli spesialis, bukan oleh dokter spesialis saraf sebagaimana mestinya.

Kepada Media TLII, Rasine mengaku penanganan yang ia terima terkesan asal-asalan dan tidak berdasarkan pemeriksaan medis mutakhir.> “Terapi obat seharusnya berdasarkan pemeriksaan penunjang seperti rontgen, tes darah, atau CT Scan. Ini malah hanya berdasarkan catatan penyakit tiga bulan lalu. Sangat membahayakan,” ucapnya.

Keluarga juga sempat meminta penjelasan dari Instalasi Farmasi RS. Namun petugas menyebut mereka hanya mengikuti resep dokter, tanpa memberikan edukasi lebih lanjut soal cara konsumsi atau potensi interaksi antar obat. Padahal, kombinasi 13 obat sekaligus jelas memerlukan pengawasan ketat.

Kini, pihak keluarga menuntut klarifikasi dan pertanggungjawaban dari RSUD H. Sahudin Kutacane. Mereka meminta evaluasi internal menyeluruh, serta mendesak Dinas Kesehatan Aceh Tenggara dan IDI setempat untuk turut memeriksa potensi kelalaian prosedur medis yang nyaris merenggut nyawa pasien.

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan malpraktik di rumah sakit daerah, yang kerap terabaikan tanpa penyelesaian yang memadai. Harapan keluarga Rasine sederhana: keadilan ditegakkan, nyawa dihargai, dan sistem kesehatan tidak lagi asal jalan.

“pada saat berita ini di tayangkan, pihak media belum dapat melakukan konfirmasi dengan pihak Rumah Sakit” (Jaminan)

Berita Terkait

Pembebasan Denda PBB‑P2 Berakhir, Bappenda Toba Catat Capaian Rp 432 Juta Lebih
Isteri Gubernur, Marlina Muzakir Turun ke Dapur TAGANA, Ikut Bungkus Nasi untuk Korban Banjir Aceh Selatan
Ops Patuh Toba 2026, Sat Lantas Polres Pelabuhan Belawan Gelar Ramp Check Angkutan Umum
KAI Sumut Perkuat Mitigasi Risiko Cuaca, Utamakan Keselamatan dan Kenyamanan Pelanggan 358 Pohon Dipangkas, 1.650 Meter Saluran Air Disiapkan untuk Antisipasi Cuaca Ekstrem
Sinergi Rutan Tanjung dan Kemenag Wujudkan Pembinaan Kepribadian Optimal Berkelanjutan Tanamkan Keimanan Kedamaian Perubahan Positif
Kalapas Kelas IIA Binjai Mochamad Mukaffi Hadiri Kunker Kapolda Sumut Irjen Sonny Irawan di Mako Polres Binjai
Tingkatkan Kepedulian Kesehatan, Lapas Narkotika Samarinda Latih 58 WBP Menjadi Kader Kesehatan
Perkuat Sinergi Keamanan, Kalapas Narkotika Samarinda Kunjungi Polresta Samarinda

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 07:36 WIB

Pembebasan Denda PBB‑P2 Berakhir, Bappenda Toba Catat Capaian Rp 432 Juta Lebih

Rabu, 4 November 2026 - 23:40 WIB

Ops Patuh Toba 2026, Sat Lantas Polres Pelabuhan Belawan Gelar Ramp Check Angkutan Umum

Rabu, 4 November 2026 - 22:38 WIB

KAI Sumut Perkuat Mitigasi Risiko Cuaca, Utamakan Keselamatan dan Kenyamanan Pelanggan 358 Pohon Dipangkas, 1.650 Meter Saluran Air Disiapkan untuk Antisipasi Cuaca Ekstrem

Rabu, 4 November 2026 - 20:37 WIB

Perkuat Sinergi dan Koordinasi Lapas Perempuan Medan Terima Kunjungan Kepala Bagian Layanan Administrasi dan Pembinaan SDM Aparatur

Rabu, 4 November 2026 - 20:28 WIB

Lapas Perempuan Medan Laksanakan Sidang TPP, Evaluasi 22 WBP Calon Tamping

Rabu, 4 November 2026 - 20:08 WIB

Lapas Pemuda Langkat Komitmen Hadirkan Pembinaan Inovatif Edukatif Tingkatkan Kualitas SDM dan Kemandirian WBP

Rabu, 4 November 2026 - 11:13 WIB

Bongkar Muat Ribuan Karton  Minyak Goreng untuk Bansos di Silamosik II Memicu Keraguan Publik, Instansi Diminta Lakukan Verifikasi

Rabu, 4 November 2026 - 03:17 WIB

Sat Lantas Polres Toba Tempel Stiker dan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas Saat Gelar Operasi Patuh Toba 2026

Berita Terbaru