Foto: yanyan Rahmad, Sang Guru Tarung Derajat Aceh Dorong Pembinaan Atlet Sejak Dini untuk Cetak Generasi Bermental Juara, Minggu (9/8/2026)
TIMELINES iNEWS Investigasi | BANDA ACEH – Pembinaan generasi penerus tidak cukup hanya melalui pendidikan agama dan pendidikan umum. Penguatan karakter, mental, kedisiplinan, serta keterampilan di bidang olahraga juga perlu dilakukan sejak usia dini untuk mempersiapkan generasi yang tangguh dan berprestasi.
Hal tersebut disampaikan Guru Tarung Derajat Aceh, Yanyan Rahmad A.Ks., M.Si. atau yang lebih dikenal dengan Kang Yanyan, di sela kesibukannya mempersiapkan program pengkaderan masyarakat di bidang mitigasi bencana di Banda Aceh.

Menurut kang Yanyan, yang juga menjabat Sebagai Subkoordinator PSKBA Dinsos Aceh, olahraga bukan sekadar aktivitas fisik atau sarana meraih prestasi.
Proses latihan yang dilakukan secara terarah sejak usia dini juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, mental, dan sikap disiplin anak.
“Keahlian seorang atlet profesional tidak terbentuk secara instan. Dibutuhkan bimbingan, latihan yang konsisten, kedisiplinan, serta pengalaman untuk membentuk kemampuan dan mental seorang atlet,” kata Yanyan.
Ia menjelaskan, pembinaan sejak dini dapat membantu anak menguasai teknik dasar secara bertahap sekaligus membangun muscle memory.
Latihan berulang membuat gerakan menjadi lebih terampil dan terkontrol.
Selain kemampuan fisik, latihan olahraga juga dapat membentuk pola pikir, etos kerja, keberanian, tanggung jawab, serta kemampuan menghadapi tekanan.
Anak juga perlu dibiasakan menerima kemenangan dan kekalahan, menghadapi kritik, serta belajar bangkit setelah mengalami kegagalan.
“Guru dan pelatih tidak hanya mengajarkan teknik. Mereka juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter dan mendampingi anak agar siap menghadapi masa depan,” ujarnya.

Yanyan menilai prinsip pembinaan tersebut berlaku di berbagai bidang. Musisi, programmer, profesional hukum, maupun pelaku bisnis sama-sama membutuhkan proses belajar dan latihan sejak dini untuk mengembangkan kemampuan masing-masing.
Karena itu, ia mendorong orang tua, guru, pelatih, dan lingkungan masyarakat memberikan ruang yang lebih luas bagi anak untuk mengembangkan bakat, termasuk melalui olahraga.
Dengan pembinaan yang terarah, konsisten, dan berkelanjutan, generasi muda diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mental juara, karakter kuat, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas.*[Yahbit]


































