Kemenkes Waspadai Risiko KLB di Pengungsian Banjir Aceh dan Sumatera

TARMIZI UMAR

- Redaksi

Jumat, 19 Desember 2025 - 17:49 WIB

50685 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenkes Waspadai Risiko KLB di Pengungsian Banjir Aceh dan Sumatera

TIMELINES iNEWS Investigasi | BANDA ACEH — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengingatkan meningkatnya risiko Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular di lokasi pengungsian banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kondisi darurat bencana dinilai berpotensi memicu penyebaran penyakit, khususnya Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).

Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, drg. Murti Utami, menegaskan bahwa kepadatan pengungsian, tingginya mobilitas penduduk, serta keterbatasan layanan kesehatan menjadi faktor utama meningkatnya risiko penularan penyakit menular, terutama pada kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kewaspadaan harus ditingkatkan. Surveilans penyakit menular dan pelayanan imunisasi harus tetap berjalan meskipun dalam kondisi bencana,” ujar Murti Utami, Kamis (18/12/2025).

Peringatan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Nomor HK.02.02/C/5745/2025 tentang Penanggulangan PD3I di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di tiga provinsi tersebut. Melalui surat edaran ini, Kemenkes meminta pemerintah daerah dan seluruh jajaran kesehatan memperkuat langkah-langkah pencegahan secara cepat dan terkoordinasi.

Kemenkes menginstruksikan penguatan surveilans penyakit menular secara aktif di posko pengungsian, masyarakat terdampak, rumah sakit, serta fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan surveilans meliputi penemuan kasus secara aktif, penelusuran kontak erat, serta analisis tren kasus harian sebagai dasar pengambilan keputusan respons kesehatan.

Selain itu, promosi kesehatan di lokasi pengungsian juga menjadi perhatian serius. Masyarakat diimbau menerapkan etika batuk, menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker, serta segera melapor ke petugas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit menular.

Tata Laksana Suspek Campak dan Pertusis

Dalam situasi darurat bencana, Kemenkes juga menetapkan tata laksana khusus bagi penanganan suspek penyakit menular seperti campak dan pertusis. Untuk suspek campak, pasien diwajibkan menjalani isolasi, diberikan vitamin A, serta mendapatkan pengobatan suportif sesuai indikasi klinis.

Sementara itu, suspek pertusis harus segera memperoleh antibiotik dan dilakukan rujukan ke fasilitas kesehatan rujukan apabila kondisi pasien menunjukkan tanda perburukan. Langkah ini dinilai penting untuk memutus mata rantai penularan di lingkungan pengungsian yang padat.

Imunisasi Tetap Berjalan di Situasi Darurat

Kemenkes menegaskan bahwa pelayanan imunisasi rutin dan imunisasi kejar harus tetap dilaksanakan meskipun dalam kondisi bencana. Apabila fasilitas kesehatan mengalami kerusakan, pemerintah daerah diminta membuka pos imunisasi darurat agar cakupan imunisasi tetap terjaga.

“Pelayanan imunisasi harus tetap diupayakan, termasuk melalui pembukaan pos imunisasi darurat apabila fasilitas kesehatan mengalami kerusakan,” tegas Murti Utami.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah, Melalui Dinas kesehatan Aceh, yang telah mengerahkan Tim Kesehatan Terpadu (Emergency Medical Team/EMT) ke wilayah terdampak bencana.di Tujuh Kabupaten Kota meliputi: Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Gayo Lwes dan Kota Lhokseumawe. Pada Kamis (18/12/2025), Salah satu tim kesehatan yang dilepas Asisten I Sekda Aceh itu,terlihat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Puskesmas Jangka, Gampong Kuala Ceurape, Kabupaten Bireuen, dengan dukungan tenaga puskesmas setempat.

Kemenkes berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan di lapangan mampu mencegah terjadinya KLB serta menjaga derajat kesehatan masyarakat selama masa tanggap darurat bencana. *[]

Berita Terkait

Dugaan Pengutipan Bantuan di Gampong Cebrek Disorot, Kadinsos Aceh Utara Tegaskan Apa Pun Alasannya Tidak Boleh!
Bhayangkari Gelar Khitanan Massal, Donor Darah, dan Santunan bagi Anak di Pidie Jaya
Maulid di Yayasan Srikandi Lhokseumawe, 21 Anak Yatim Terima Santunan, Siswa Ikuti Lomba Islami
Dikonfirmasi soal Dana SPP, Kepala SMA Negeri 3 Kutacane Diduga Blokir Nomor Wartawan, Transparansi Dipertanyakan
66 Unit Alat Berat Perkuat Rehab-Rekon Pidie Jaya, Bupati Sibral Jemput Dukungan Pusat
82 Masjid di Aceh Besar Umumkan Khatib dan Imam Shalat Jumat, 16 Oktober 2026
Penelusuran Jejak Sejarah Multietnis dan Bahasa Daerah Generasi Z di Kota Langsa
DPR Aceh Dukung Penuh Pembangunan Jembatan Mbarung dan Natam di Aceh Tenggara

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Program Tumbuh Bersama,PT Pelindo Regional I Dorong Peningkatan Kualitas SDM melalui Pembangunan Sekolah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:50 WIB

Green Policing, Kapolres Toba Ajak Masyarakat Tanam Pohon: “Alam Jaga Kita, Kita Jaga Alam”

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Berdalih Pematangan Lahan, Galian Tanah Urug Diduga Ilegal Tetap Berjalan: Warga Curigai Ada “Tameng” dan Permainan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Polres Pelabuhan Belawan Grebek Sarang Narkoba di Marelan, 1 Pengedar dan 3 Pengguna Diamankan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:08 WIB

Lapas Tebing Tinggi Komitmen Tingkatkan Kinerja Lewat Evaluasi Berkelanjutan dan Reintegrasi Sosial Warga Binaan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Lapas Pemuda Selenggarakan Pembinaan Kepribadian Keterampilan dan Kemandirian Sesuai Karakteristik Potensi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Tim Inspektorat Jenderal Kemenimipas Laksanakan Audit Kinerja Penanganan Overcapacity di Rutan Labuhan Deli.

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Sholat Jumat di Masjid Raya Al-Mashun, Kapolda Sumut Ajak Masyarakat Perangi Narkoba dan Jaga Kamtibmas

Berita Terbaru