Dari Bencana Menuju Kebangkitan, Bupati Sibral Kebut Rehab-Rekon Pidie Jaya, Progres Tembus 40 Persen

ZULKARNAINI

- Redaksi

Selasa, 29 September 2026 - 23:39 WIB

50124 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii|PIDIE JAYA — Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya terus menggenjot percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana hidrometeorologi. Dengan progres fisik pemulihan yang dilaporkan telah mencapai lebih dari 40 persen, pemerintah daerah menempatkan kebutuhan masyarakat terdampak sebagai pusat kebijakan pemulihan.

Penguatan strategi rehab-rekon dilakukan melalui koordinasi bersama Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Lilik Kurniawan, Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Andre Notohamidjoyo, serta para pakar kebencanaan Prof. Dwikorita, Prof. Harkunti, Dr. Charles dan tenaga ahli kebencanaan Ridwan Yunus.

Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, MA., S.Sos., M.E., menegaskan bahwa pemulihan tidak boleh sekadar membangun kembali bangunan yang rusak. Rehab-rekon harus memastikan masyarakat memperoleh kembali hunian yang aman, layanan dasar yang berjalan serta sumber penghidupan yang pulih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, Pemkab Pidie Jaya terus melakukan pemutakhiran data, monitoring lapangan dan koordinasi dengan pemerintah pusat serta Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR).

Hunian Jadi Prioritas

Hunian menjadi salah satu perhatian utama karena berkaitan langsung dengan kepastian hidup ribuan warga terdampak.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Pidie Jaya Okta Handipa melaporkan terdapat 20.293 unit rumah terdampak. Pemerintah juga telah menyalurkan stimulan tahap pertama kepada 282 kepala keluarga dengan nilai Rp8,46 miliar.

Selain itu, sebanyak 1.342 unit hunian sementara (Huntara) telah dibangun dan 1.280 unit di antaranya telah dihuni. Pemerintah daerah juga telah mengusulkan kebutuhan pembangunan 3.056 unit hunian tetap (Huntap).

Data tersebut menjadi dasar Pemkab Pidie Jaya dalam mengawal pembangunan hunian bersama pemerintah pusat agar masyarakat terdampak secara bertahap memperoleh tempat tinggal yang aman dan layak.

Kebutuhan Warga di Huntara Tetap Dijaga

Bagi warga yang masih menempati Huntara, kebutuhan dasar tetap menjadi perhatian pemerintah selama proses menuju hunian permanen berlangsung.

Pada 23 September 2026, Pemkab Pidie Jaya menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa 34.020 kilogram beras kepada 6.804 jiwa penghuni Huntara asal Kecamatan Meureudu.

Masing-masing warga menerima alokasi lima kilogram beras.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemulihan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjaga kebutuhan dasar masyarakat selama masa transisi.

Infrastruktur dan Ekonomi Warga Ikut Dipulihkan

Selain hunian, Bupati Sibral menempatkan pemulihan infrastruktur dasar dan ekonomi masyarakat sebagai agenda penting dalam rehab-rekon.

Kerusakan jaringan air bersih, sungai dan tanggul, material serta lumpur sisa banjir, hingga pemulihan lahan pertanian dan tambak terus menjadi bagian dari agenda yang dikawal pemerintah daerah.

Pemkab Pidie Jaya menilai pemulihan harus dilakukan secara terpadu. Rumah yang telah diperbaiki tidak akan memberikan dampak maksimal apabila akses air bersih, irigasi, jalan, pengendalian banjir serta sumber mata pencaharian masyarakat belum kembali berfungsi.

Untuk sektor pertanian, pemerintah daerah juga telah mendorong pemulihan produksi melalui penyediaan 9,27 ton benih jagung hibrida bagi masyarakat terdampak.

Bupati Bawa Persoalan Pidie Jaya ke Pemerintah Pusat

Upaya mempercepat rehab-rekon juga dilakukan Bupati Sibral melalui koordinasi langsung dengan pemerintah pusat.

Dalam audiensi bersama Kemenko PMK pada 15 September 2026, Bupati menyampaikan sejumlah persoalan yang masih membutuhkan percepatan, termasuk realisasi bantuan pembangunan rumah, penanganan rumah rusak ringan dan sedang, serta kerusakan lahan pertanian, sawah dan tambak yang menjadi sumber ekonomi masyarakat.

Berbagai persoalan tersebut diterima dan dicatat untuk dikoordinasikan lebih lanjut bersama kementerian dan lembaga terkait.

Bupati menegaskan bahwa data harus menjadi dasar utama dalam setiap tahapan bantuan dan pemulihan.

Masyarakat yang masuk dalam data penerima diminta memastikan seluruh dokumen dan persyaratan telah dilengkapi. Sementara jajaran pemerintah daerah terus diminta melakukan verifikasi, memberikan informasi perkembangan secara terbuka serta mengawal setiap usulan hingga memperoleh tindak lanjut.

Langkah tersebut diarahkan agar bantuan tidak tumpang tindih, tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

«“Kita ingin masyarakat mendapatkan kepastian. Yang sudah selesai harus dipastikan manfaatnya, yang sedang berjalan kita percepat, dan yang masih membutuhkan dukungan terus kita perjuangkan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat. Pemulihan ini harus benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Bupati Sibral.»

Lima Fokus Pemulihan Pidie Jaya

Melalui koordinasi antara pemerintah daerah, Satgas PRR dan pemerintah pusat, rehab-rekon Pidie Jaya diarahkan pada lima kebutuhan utama masyarakat.

Pertama, hunian yang aman dan layak. Kedua, infrastruktur dasar yang kembali berfungsi. Ketiga, layanan pendidikan dan kesehatan yang pulih. Keempat, lahan pertanian dan tambak yang kembali produktif. Kelima, ekonomi keluarga yang kembali bergerak.

Bupati Sibral menegaskan seluruh jajaran pemerintah daerah akan terus mengawal proses tersebut hingga masyarakat secara bertahap keluar dari masa transisi dan kembali menjalani kehidupan secara normal.

Pemulihan Pidie Jaya bukan sekadar membangun kembali apa yang rusak. Lebih dari itu, rehab-rekon diarahkan untuk memastikan masyarakat kembali memiliki rumah, pekerjaan, pelayanan dasar dan rasa aman.

Dari bencana menuju kebangkitan, pemerintah daerah bersama masyarakat dan pemerintah pusat terus mendorong agar proses pemulihan menjadi momentum untuk membangun Pidie Jaya yang lebih tangguh menghadapi bencana di masa mendatang.

 

 

Berita Terkait

Bupati Pidie Jaya Targetkan Realisasi PRR 90 Persen pada November 2026, Satgas Pusat Turun ke Lapangan
 *Safari Subuh Bersama Warga Pohroh, Kapolres Pidie Jaya Tekankan Keluarga sebagai Kunci Kamtibmas*
Debu Ganggu aktifitas Warga, PMI Bagikan 100O masker
*Bukan Sekadar Seremoni, Polres Pidie Jaya Sambut Hari Jadi Humas Polri dengan Aksi Sosial*
Bhayangkari Gelar Khitanan Massal, Donor Darah, dan Santunan bagi Anak di Pidie Jaya
66 Unit Alat Berat Perkuat Rehab-Rekon Pidie Jaya, Bupati Sibral Jemput Dukungan Pusat
Kapolsek Bandar Baru Pantau Dapur MBG di Pidie Jaya, Pastikan Kebersihan dan Keamanan Pangan
 *Safari Subuh di Gampong Tanjong, Kapolres Pidie Jaya Tegaskan Komitmen Pelayanan Polri yang Humanis dan Responsif*

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Karutan Raymon Andika Girsang Pimpin Dialog Terbuka Tampung Keluhan dan Aspirasi WBP

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Karutan Raymon Andika Girsang Beri Arahan WBP Jaga Ketertiban Sebelum Pemindahan dengan Pengawalan 7 Petugas dan 2 Brimob Polda Kalsel

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Rutan Tanjung Gelar Morning Briefing, Karutan Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Pegawai

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Karutan Tegaskan Pengawasan Konsisten Disiplin dan Profesional Kunci Wujudkan Rutan Aman Berintegritas

Minggu, 18 Oktober 2026 - 02:07 WIB

Karutan Raymon Andika Girsang Sebut Kebaktian Penting untuk Penguatan Iman Kesadaran Perbaiki Diri dan Harapan Baru

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:20 WIB

WBP Rutan Kelas IIB Tanjung Rawat Tanaman Tomat Kangkung dan Sawi di Kebun Sarana Asimilasi Edukasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Petugas Kesehatan Lakukan Pemeriksaan Langsung dan Cek Kelayakan Makanan Pastikan Gizi Terpenuhi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:52 WIB

Warga Binaan Ikmal Akui Tahsin Beri Ketenangan Batin dan Motivasi Perbaiki Diri Menjadi Lebih Baik

Berita Terbaru