
KUTACANE — TIMELINES iNEWS INVESTIGASI | Kamis, 8 Oktober 2026
Dr. Denny Febrian Roza, S.STP., M.Si., resmi terpilih sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) periode 2026–2031 melalui mekanisme aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) X yang berlangsung di Tanah Merah, Kecamatan Badar, Kamis (8/10/2026).
Terpilihnya Denny, yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua DPRK Aceh Tenggara, mengakhiri dinamika pencalonan yang sebelumnya sempat memunculkan sejumlah nama kader dalam bursa kepemimpinan Partai Golkar.
Dukungan dari unsur pimpinan kecamatan dan organisasi sayap partai menjadi bagian penting dalam proses penetapan Denny sebagai ketua untuk lima tahun mendatang.

Meski proses pemilihan berlangsung secara aklamasi, Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, H. Muhammad Salim Fakhry, menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil mekanisme demokrasi internal partai, bukan karena adanya intervensi pihak tertentu.
“Selamat kepada Dr. Denny F Roza. Saya tegaskan sejak awal tidak ada intervensi. Semua berjalan demokratis sesuai AD/ART,” ujar Salim Fakhry.
Penegasan itu sekaligus menjadi perhatian dalam pelaksanaan Musda X, mengingat proses pencalonan sebelumnya sempat diwarnai munculnya sejumlah figur yang disebut berpeluang memimpin Golkar Aceh Tenggara.
Namun, setelah melalui komunikasi dan musyawarah internal, dukungan akhirnya mengerucut kepada satu kandidat yang kemudian ditetapkan secara aklamasi.
Salim Fakhry Ingatkan Target Politik 2029
Dalam arahannya, Salim Fakhry meminta kepengurusan baru tidak berpuas diri dengan keberhasilan pelaksanaan Musda.
Menurutnya, pekerjaan organisasi yang lebih besar justru menanti setelah penetapan ketua, terutama dalam memperkuat struktur partai hingga tingkat desa.
Konsolidasi tersebut dipandang penting sebagai bagian dari persiapan Partai Golkar menghadapi agenda politik dan Pemilu 2029.
Penguatan kepengurusan, kaderisasi, serta pengaktifan organisasi sayap menjadi sejumlah pekerjaan yang perlu mendapat perhatian kepemimpinan baru.
Denny Janji Rangkul Semua Kader, Tak Ada Kubu-Kubuan
Sementara itu, Denny Febrian Roza dalam sambutannya setelah menerima bendera pataka Partai Golkar menyampaikan komitmen untuk membangun kepengurusan yang terbuka dan merangkul seluruh unsur partai.
Ia menegaskan bahwa perbedaan dukungan dalam proses pemilihan ketua tidak boleh menjadi penghalang bagi persatuan kader setelah Musda berakhir.
“Musda ini bukan akhir, tetapi awal dari kerja besar. Saya akan merangkul semua pihak dan tidak ada kubu-kubuan. Golkar Aceh Tenggara harus solid, besar dan menang di tahun 2029 akan datang,” kata Denny.
Pernyataan tersebut menjadi komitmen politik yang akan diuji melalui langkah kepengurusan baru dalam menyatukan seluruh kekuatan internal Partai Golkar Aceh Tenggara.
Denny juga menempatkan penguatan struktur organisasi hingga tingkat desa, pengaktifan organisasi sayap, serta penyiapan kader muda sebagai program prioritas kepemimpinannya.
Aklamasi Selesai, Konsolidasi Jadi Tantangan
Terpilihnya Denny secara aklamasi memang menunjukkan adanya kesepakatan dalam forum Musda. Namun, keberhasilan membangun soliditas organisasi tidak hanya ditentukan oleh proses pemilihan ketua.
Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh kader memperoleh ruang dalam kepengurusan dan setiap tingkatan organisasi dapat menjalankan program partai secara aktif.
Komitmen tidak membentuk kelompok-kelompok internal sebagaimana disampaikan Denny juga menjadi perhatian, terutama dalam proses penyusunan kepengurusan DPD II Partai Golkar Aceh Tenggara periode 2026–2031.
Di sisi lain, posisi Denny sebagai Ketua DPRK Aceh Tenggara sekaligus pemimpin partai menempatkannya pada dua tanggung jawab berbeda, yakni menjalankan fungsi kelembagaan legislatif dan memimpin organisasi politik.
Kedua tanggung jawab tersebut menuntut pengelolaan waktu, komunikasi, dan prioritas kerja yang jelas agar tugas kelembagaan serta agenda konsolidasi partai dapat berjalan sesuai kewenangannya masing-masing.
Dengan berakhirnya Musda X, perhatian kini beralih pada pembentukan kepengurusan dan realisasi program kerja yang telah disampaikan ketua terpilih.
Aklamasi telah menetapkan Denny Febrian Roza sebagai pemimpin baru Golkar Aceh Tenggara. Namun, sejauh mana komitmen merangkul seluruh kader dan memperkuat organisasi dapat diwujudkan akan terlihat dari kebijakan serta langkah nyata kepengurusan periode 2026–2031.
Penulis: Mamas Beruh
TIMELINES iNEWS INVESTIGASI


































