TLii//Tanjungbalai//Sumut
TANJUNGBALAI – Koalisi Aktivis Pemuda Tanjungbalai Bersatu menggelar aksi penyampaian aspirasi dengan mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas dugaan penganiayaan terhadap aktivis. Adam Harahap,(21/10/26)
Dalam aksi tersebut, yang di lakukan di depan polres Tanjungbalai massa sempat diarahkan untuk langsung mengikuti audiensi dengan Kasat Reskrim Polres Tanjungbalai. Karena tujuan tersebut dinilai baik, massa mengikuti saran itu dan menunggu audiensi dimulai.
Namun, setelah menunggu kurang lebih satu jam, Kasat Reskrim Polres Tanjungbalai tak kunjung hadir. Kondisi tersebut membuat massa menyampaikan kekecewaan terhadap tindakan Polres Tanjungbalai.
“Kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan tindakan Polres Tanjungbalai. Kami mengikuti arahan untuk langsung audiensi karena tujuannya baik, tetapi setelah menunggu kurang lebih satu jam, Kasat Reskrim tidak kunjung datang,” ujar Adam
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta Kapolres Tanjungbalai mengusut dugaan penganiayaan dan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti terlibat.
Koalisi juga mendesak kepolisian mendalami dugaan keterlibatan oknum yang disebut dalam tuntutan aksi serta meminta Kapolda Sumatera Utara melakukan evaluasi terhadap kinerja Polres Tanjungbalai, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberantas peredaran narkotika.
Massa menegaskan bahwa penanganan perkara harus dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Koalisi Aktivis Pemuda Tanjungbalai Bersatu berharap aparat penegak hukum segera menindaklanjuti tuntutan tersebut agar keadilan dapat ditegakkan dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian tetap terjaga.
Hingga informasi ini disusun, tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut perlu ditindaklanjuti dan dikonfirmasi kepada pihak kepolisian untuk memperoleh penjelasan resmi.(RR)


































