TLii|Aceh|LHOKSEUMAWE — Yayasan Sekolah TK dan SD Srikandi Kota Lhokseumawe menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW selama dua hari, Kamis hingga Jumat, 16 Oktober 2026. Kegiatan tersebut diisi dengan santunan anak yatim, tausiyah, doa bersama, serta berbagai perlombaan Islami yang melibatkan para siswa.
Dalam rangkaian kegiatan itu, sekitar 21 anak yatim menerima santunan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menanamkan nilai berbagi kepada peserta didik sejak usia dini.
Puncak kegiatan berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026, dengan melibatkan anak-anak TK dan SD Srikandi dalam sejumlah perlombaan keagamaan. Adapun rangkaian kegiatan Maulid telah dimulai sejak Kamis.
Perlombaan yang diselenggarakan meliputi azan, hafalan ayat-ayat pendek, syahril Al-Qur’an, tahtil, selawat, dan tahfiz Al-Qur’an. Selain menjadi sarana pembelajaran agama, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi siswa untuk melatih keberanian, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengembangkan kemampuan mereka.
Ketua panitia pelaksana, Mahdalena, S.Pd., mengatakan kegiatan Maulid tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antara pihak sekolah dan orang tua murid.
Melalui perlombaan tersebut, pihak sekolah ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menunjukkan kemampuan dan potensi mereka, khususnya dalam bidang keagamaan.
Sementara itu, Kepala Sekolah Sari Lestari menekankan pentingnya pembinaan karakter melalui kegiatan keagamaan sejak usia dini. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga perlu diimbangi dengan pembentukan akhlak, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama.
Dukungan Ketua Yayasan terhadap pelaksanaan kegiatan ini turut menjadi bagian dari upaya mendorong pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter siswa di lingkungan TK dan SD Srikandi.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, pihak sekolah berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah untuk memperkuat hubungan antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial.


































