WCS dan BKSDA Aceh Gelar Peningkatan Kapasitas KSM Bintang Rime untuk Mitigasi Konflik Manusia–Satwa Liar

REDAKSI

- Redaksi

Sabtu, 15 November 2025 - 21:18 WIB

50218 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | ACEH | GAYO LUES, ldlife Conservation Society (WCS) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas bagi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bintang Rime di Sekretariat KSM, Desa Persada Tongra, Terangun, Gayo Lues. Program ini dirancang untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengantisipasi dan menangani interaksi negatif antara manusia dan satwa liar. (12/11/2025).

Perwakilan WCS, Ibana Syahputra, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan dan edukasi awal yang akan dilanjutkan secara bertahap. KSM Bintang Rime sendiri telah terbentuk sejak Maret 2025 dengan dukungan penuh Pemerintah Desa Persada Tongra.

Ibana menjelaskan lebih rinci bahwa kawasan ini merupakan jalur pergerakan beberapa jenis satwa liar, sehingga potensi konflik tidak hanya terjadi antara satwa liar dan manusia, tetapi juga antara satwa liar dengan ternak masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat setempat kerap melaporkan kejadian seperti:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kambing yang hilang Sapi yang terluka diduga akibat serangan satwa pemangsa.

Ternak yang ketakutan dan berpindah dari tempat penggembalaan akibat kehadiran satwa liar.

Menurut Ibana, peran KSM Bintang Rime sangat penting untuk mendata setiap kejadian secara akurat, menelusuri pola kemunculan satwa, serta melaporkan setiap insiden secara cepat. Semua data tersebut menjadi dasar bagi WCS, BKSDA, dan pemerintah desa untuk menentukan langkah penanganan yang tepat, seperti pencegahan, pemasangan alat penghalau, hingga mitigasi yang tidak merugikan masyarakat maupun satwa.

“Kelompok ini hadir dari masyarakat desa dan bekerja untuk masyarakat desa. Prinsipnya sederhana: dari kita untuk kita,” tegas Ibana.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan BKSDA Aceh, M.H.D. Yusup, menekankan bahwa menjaga kelestarian alam dan satwa liar justru akan mendatangkan manfaat besar dalam jangka panjang. Ia menyampaikan bahwa desa yang memiliki ekosistem terjaga berpotensi dikembangkan menjadi desa wisata hutan, yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat melalui kunjungan wisata edukasi, penelitian, maupun wisata minat khusus.

Yusup mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyelesaikan setiap konflik dengan cara tidak menyakiti satwa dan selalu berupaya mencegah terjadinya perburuan liar yang merusak keseimbangan alam.

Sebelum kegiatan berlangsung, WCS dan BKSDA telah melakukan koordinasi dengan Penghulu Kampung Persada Tongra, Bapak Nurdin, yang menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan KSM Bintang Rime dan pelaksanaan kegiatan peningkatan kapasitas tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Persada Tongra semakin memahami pentingnya pelestarian alam serta lebih siap menghadapi potensi konflik manusia–satwa liar maupun satwa liar–ternak secara bijak, cepat, dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Dugaan Pengutipan Bantuan di Gampong Cebrek Disorot, Kadinsos Aceh Utara Tegaskan Apa Pun Alasannya Tidak Boleh!
Bhayangkari Gelar Khitanan Massal, Donor Darah, dan Santunan bagi Anak di Pidie Jaya
Maulid di Yayasan Srikandi Lhokseumawe, 21 Anak Yatim Terima Santunan, Siswa Ikuti Lomba Islami
Dikonfirmasi soal Dana SPP, Kepala SMA Negeri 3 Kutacane Diduga Blokir Nomor Wartawan, Transparansi Dipertanyakan
66 Unit Alat Berat Perkuat Rehab-Rekon Pidie Jaya, Bupati Sibral Jemput Dukungan Pusat
82 Masjid di Aceh Besar Umumkan Khatib dan Imam Shalat Jumat, 16 Oktober 2026
Penelusuran Jejak Sejarah Multietnis dan Bahasa Daerah Generasi Z di Kota Langsa
DPR Aceh Dukung Penuh Pembangunan Jembatan Mbarung dan Natam di Aceh Tenggara

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Kepala Bapas Theo Adrianus Tegaskan Pelayanan Optimal Kedepankan Profesionalisme dan Nilai Kemanusiaan Kondisi Khusus

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Kabapas Theo Adrianus Tegaskan Litmas Peran Strategis Pastikan Kajian Akurat dan Objektif Reintegrasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:32 WIB

Sidang TPP Ke-53 Bapas Palangka Raya, 8 Usulan Pembebasan Bersyarat Direkomendasikan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:18 WIB

PK Ingatkan Jaga Sikap di Ruang Digital dan Kabapas Theo Adrianus Pesan Bijak Bermedsos Manfaat Positif

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Kabapas Theo Adrianus Tegaskan Penilaian Cermat, Objektif, Profesional dan Dapat Dipertanggungjawabkan

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Kolaborasi Wujudkan Layanan Humanis dengan Mengedepankan Kepentingan Terbaik Bagi Anak Binaan

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Kabapas Theo Adrianus Tekankan Soliditas dalam Solidaritas Bangun Lingkungan Kerja Harmonis Produktif

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Arahan Penguatan Peran Bapas sebagai Piloting Pidana Pengawasan & Kerja Sosial – Siapkan Best Practice, Registrasi Administrasi Klien & Optimalisasi Pos Bapas

Berita Terbaru