Politik Santun, Menang Tanpa Balas Dendam

Zul

- Redaksi

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:49 WIB

50209 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis Ketua Bawaslu Kota Langsa Taufiqurrahman, S.Hi, yang juga mantan Wartawan Cnn Indonesia, Selasa 2 Juni 2026,(Foto : Istimewa)

TIMELINES INEWS INVESTIGASI

Kota Langsa – Politik itu mirip jalanan di Kota Langsa pas saat jam sibuk. Kalau semua orang ngebut, serobot, dan bunyikan klakson buat balas dendam ke pengendara lain yang nyalip duluan, yang ada malah macet total. Semua capek, semua rugi. Tapi kalau satu-dua mulai kasih jalan, senyum, dan tetap taat lampu merah, pelan-pelan arus jadi lancar. Sampai tujuan juga bareng-bareng.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sayangnya, banyak yang masih menganggap politik itu ring tinju. Ada dendam lama, dicari panggung buat bales. Lawan salah dikit, langsung dihajar habis-habisan di medsos. Aib pribadi diumbar, prestasi dicuekin.

Padahal kita pilih pemimpin bukan buat jadi jagoan berantem, tapi buat nyari jalan keluar masalah kita: jalan berlubang, harga beras, lapangan kerja.

Orang santun bukan berarti diem kalau dizalimi. Tapi dia pilih “gelut” di ide, bukan di caci maki. Kritik boleh pedas, tapi bumbunya data. Nyerang kebijakan, bukan nyerang keluarga. Soalnya dendam itu kayak minum racun tapi berharap orang lain yang mati. Yang habis energi kita sendiri.

Demokrasi, kasih kita hak beda pilihan. Tapi etika mengajarkan kita caranya beda tanpa berantem. Ibarat main bola, tekel boleh, tapi nggak boleh sengaja patahin kaki lawan. Kalah-menang wajar, tapi selesai peluit tetap salaman. Besok ketemu di warung kopi ya ngobrol biasa lagi. Jangan gara-gara beda bendera, beda pilihan, silaturahmi putus.

Politik santun nggak maksud semua orang jadi satu suara. Itu malah bahaya. Beda pendapat itu pupuk buat demokrasi. Yang penting, bedanya di kepala, bukan di hati. Kita bisa nggak setuju sama pilihan orang, tapi tetap nganterin kalau dia sakit. Bisa debat panas di balai desa, tapi pas rewang nikahan ya ikut angkat-angkat kursi bareng.

Balas dendam di politik itu mahal ongkosnya. Hari ini kita ketawa karena lawan jatuh, besok giliran kita yang dijegal. Lingkaran setan, nggak ada habisnya. Sementara rakyat menunggu, kapan sawah diairi, kapan anak dapat sekolah bagus, kapan warga keadilan dan penghasilan yang layak.

Jadi, politik santun itu simpel, berani tarung gagasan, tapi nggak kehilangan kemanusiaan. Menang boleh, tapi jangan bikin orang lain hancur lebur. Kalah pun nggak apa, asal harga diri dan hubungan tetangga tetap utuh terjaga.

Politik santun juga harus dimulai dari masyarakatnya. Kita perlu belajar membedakan antara lawan politik dan musuh. Dalam demokrasi, lawan politik adalah pihak yang memiliki gagasan berbeda, bukan orang yang harus dibenci. Hari ini seseorang bisa menjadi lawan dalam sebuah kontestasi, tetapi besok ia bisa menjadi mitra dalam membangun daerah dan bangsa.

Karena itu, menjaga hubungan baik setelah kompetisi berakhir merupakan bentuk kedewasaan politik yang sangat penting.

Pada akhirnya, demokrasi yang kuat tidak dibangun oleh kemenangan satu kelompok atas kelompok lain.

Demokrasi tumbuh ketika semua pihak bersedia menghormati aturan, menghargai perbedaan, dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Politik yang dipenuhi dendam hanya akan melahirkan siklus konflik yang tidak pernah selesai. Sebaliknya, politik santun akan membuka jalan bagi dialog, kerja sama, dan kemajuan bersama.

Bangsa ini membutuhkan lebih banyak teladan tentang bagaimana berpolitik dengan bermartabat. Menang tanpa merendahkan, kalah tanpa memusuhi, mengkritik tanpa menghina, dan memimpin tanpa membalas dendam. Sebab pada akhirnya, kekuasaan hanyalah titipan yang bersifat sementara, sedangkan persaudaraan dan persatuan bangsa adalah warisan yang harus dijaga selamanya.

Politik santun bukan tanda kelemahan. Politik santun adalah tanda kedewasaan. Demokrasi yang dewasa hanya dapat lahir dari mereka yang memilih merangkul, bukan membalas memukul.

Karena ujung-ujungnya, setelah baliho diturunin dan panggung dibongkar, kita tetap hidup bertetangga. Anak kita main bareng, kita kondangan ke rumah yang sama. Jangan sampai gara-gara 5 tahun sekali, kita musuhan seumur hidup.

Mau pilih siapa itu hak. Tapi cara kita berpolitik nunjukin siapa kita sebenarnya. Pilih jadi bensin, atau pilih jadi air. Dendam itu bensin: sekali percik, kebakar semua. Santun itu air: bisa padamin api, bisa juga numbuhin padi, untuk kehidupan bersama.

Gimana, masih kah mau balas dendam Politik …??

Berita Terkait

Kapolres Pematangsiantar Bersama Jajaran Gelar Sholat Jumat Keliling, Pererat Silaturahmi dan Ajak Warga Jaga Kamtibmas
Sat Lantas Polres Pematangsiantar Edukasi TK Tertib Berlalu Lintas Sejak Usia Dini 
Program Tumbuh Bersama,PT Pelindo Regional I Dorong Peningkatan Kualitas SDM melalui Pembangunan Sekolah
Green Policing, Kapolres Toba Ajak Masyarakat Tanam Pohon: “Alam Jaga Kita, Kita Jaga Alam”
Bapas Palangka Raya Gali Kesiapan Lingkungan, Dukung Keberhasilan Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan
Berdalih Pematangan Lahan, Galian Tanah Urug Diduga Ilegal Tetap Berjalan: Warga Curigai Ada “Tameng” dan Permainan
Kepala Bapas Theo Adrianus Tegaskan Pelayanan Optimal Kedepankan Profesionalisme dan Nilai Kemanusiaan Kondisi Khusus
Penuh Kehangatan, BKOW Sumatera Utara Berbagi Kasih Dengan Warga Binaan Lapas Perempuan Kls IIA Medan

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:50 WIB

Kapolres Pematangsiantar Bersama Jajaran Gelar Sholat Jumat Keliling, Pererat Silaturahmi dan Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Sat Lantas Polres Pematangsiantar Edukasi TK Tertib Berlalu Lintas Sejak Usia Dini 

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Program Tumbuh Bersama,PT Pelindo Regional I Dorong Peningkatan Kualitas SDM melalui Pembangunan Sekolah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:50 WIB

Green Policing, Kapolres Toba Ajak Masyarakat Tanam Pohon: “Alam Jaga Kita, Kita Jaga Alam”

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:40 WIB

Bapas Palangka Raya Gali Kesiapan Lingkungan, Dukung Keberhasilan Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Kepala Bapas Theo Adrianus Tegaskan Pelayanan Optimal Kedepankan Profesionalisme dan Nilai Kemanusiaan Kondisi Khusus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Penuh Kehangatan, BKOW Sumatera Utara Berbagi Kasih Dengan Warga Binaan Lapas Perempuan Kls IIA Medan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Polres Pelabuhan Belawan Grebek Sarang Narkoba di Marelan, 1 Pengedar dan 3 Pengguna Diamankan

Berita Terbaru