TLii | BANDA ACEH – Dinas Sosial Aceh memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan menghadapi bencana di lingkungan Sekolah Rakyat (SR) melalui Pelatihan Dasar Manajemen Bencana yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, 5–9 Oktober 2026, tersebut dipusatkan di Aula Lantai 4 Bappeda Aceh, Jalan Tgk. H. Mohd. Daud Beureueh Nomor 26, Banda Aceh.
Dinas Sosial Aceh turut mengirimkan perwakilan dari bidang Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA), yakni Pekerja Sosial Ahli Muda/Sub Koordinator PSKBA, Yanyan Rahmat, A.KS.,M.Si. bersama Staf Analis Bencana PSKBA, Syahruzal Hamzah, S.Pd.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman peserta mengenai manajemen kebencanaan, mulai dari pengenalan risiko, langkah-langkah kesiapsiagaan hingga penanganan saat bencana terjadi.
Kegiatan diselenggarakan BNPB berdasarkan Surat Undangan Nomor ND-422/BNPB/Pusdiklat/DL.02.01/09/2026 tertanggal 16 September 2026. Sejumlah instansi turut terlibat sebagai narasumber dan mitra, di antaranya BNPB, BPBA Aceh, Kementerian Sosial RI, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, BPSDM Aceh, Dinas Kesehatan Aceh serta Pusdiklat BNPB.
Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, S.KM., M.KM., menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana perlu dibangun secara bersama dan berkelanjutan.
“Lingkungan Sekolah Rakyat juga perlu memiliki pemahaman yang baik tentang risiko bencana serta langkah-langkah yang harus⁰ dilakukan ketika terjadi bencana,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan kapasitas tersebut penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Melalui pelatihan ini, sinergi antara Dinas Sosial Aceh, BNPB, BPBA, kementerian terkait dan pemangku kepentingan diharapkan semakin kuat.
Dengan demikian, Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi ruang pendidikan, tetapi juga mampu membangun budaya kesiapsiagaan dan perlindungan sosial bagi peserta didik serta seluruh warga sekolah.*[]


































