Foto: Bersama Dewan Guru, Siswa SMP IT Al-Wildan dan Praktisi Dan Nara Sumber Tagana Aceh, Rabu (14/10/2026)
TLii | BANDA ACEH – Edukasi kebencanaan di 12 sekolah selama tiga hari menjadi langkah nyata Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dalam membangun kesiapsiagaan pelajar menghadapi situasi darurat. Sejumlah kepala sekolah berharap program Tagana Masuk Sekolah (TMS) terus berlanjut agar siswa tidak hanya memahami risiko bencana, tetapi juga mampu menyelamatkan diri dan membantu orang lain.
Program yang berlangsung pada 12–14 Oktober 2026 tersebut digelar Dinas Sosial Aceh bersama Dinas Sosial Kota Banda Aceh dalam rangka menyambut Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2026.
Kegiatan ini melibatkan empat tim praktisi TAGANA bersama aparatur sipil negara (ASN) Dinas Sosial Aceh dan Dinas Sosial Kota Banda Aceh. Pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Subkoordinator PSKBA Dinsos Aceh, Yanyan Rahmad, A.Ks., M.Si.
Selama kegiatan, para siswa mendapatkan materi pengenalan jenis dan potensi bencana, manajemen penanggulangan bencana, teknik penyelamatan diri saat gempa bumi, serta pertolongan pertama pada kondisi darurat.
Edukasi disampaikan melalui pemaparan materi, diskusi kelompok, permainan edukatif, dan simulasi evakuasi.
Siswa juga diperkenalkan dengan prosedur operasional standar (SOP), jalur evakuasi, dan titik kumpul untuk meningkatkan kemampuan menghadapi keadaan darurat di lingkungan sekolah.
Di SD Negeri 50 Lamlagang, Kecamatan Banda Raya, sebanyak 300 dari total 600 siswa mengikuti edukasi pengurangan risiko bencana. Koordinator tim, Didi Agustiar, didampingi Jeffry Atayani, menyampaikan bahwa pihak sekolah berharap kegiatan tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan.
Sekolah itu bahkan merencanakan simulasi lanjutan pada 2027 dengan melibatkan Tagana, TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya.
Simulasi dinilai penting, terutama bagi siswa kelas IV, V, dan VI yang mengikuti pembelajaran di lantai dua dan tiga, sehingga memahami jalur evakuasi serta langkah penyelamatan diri.
Harapan serupa disampaikan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Banda Aceh yang melibatkan 100 siswa dalam kegiatan TMS.
Sementara itu, di SMP IT Al-Wildan, Punge Jurong, tim Tagana yang dipimpin Tarmizi Umar bersama Heri Wiradinata berkolaborasi dengan Risna dan Reza Andrian dari Dinsos Kota Banda Aceh.
Pimpinan Yayasan Al-Wildan ( SMP IT) Punge Jurong Kota Banda Aceh, Abi Fuat Azudin, menyambut baik program tersebut. Ia berharap siswa mampu melakukan evakuasi mandiri, menolong sesama, dan memahami tahapan penanganan bencana sesuai SOP.
Melalui program TMS, Tagana berharap budaya sadar bencana tumbuh sejak dini dan meluas dari sekolah ke lingkungan keluarga serta masyarakat. [Yahbit]


































