TLii | BANDA ACEH – Taruna Siaga Bencana (Tagana) mendorong penguatan edukasi dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah melalui kolaborasi lintas sektor. Program bertajuk “Tagana Masuk Sekolah” ini menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran kebencanaan sejak dini sekaligus memperkuat mitigasi bencana yang terintegrasi.
Program tersebut menekankan pentingnya sinergi antara unsur pemerintah daerah, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, serta berbagai pihak terkait dalam menanamkan pengetahuan kebencanaan kepada peserta didik.
Melalui kegiatan ini, sekolah diharapkan menjadi salah satu pusat edukasi kesiapsiagaan bencana Berkelanjutan.
Siswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai potensi bencana, tetapi juga diharapkan mampu mengenali risiko, memahami langkah penyelamatan diri, serta mengetahui tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.
Dinas Sosial Aceh melalui tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) menjadwalkan kegiatan Tagana Masuk Sekolah di 12 sekolah di Kota Banda Aceh pada 12–14 Oktober 2026.
Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana.
Berdasarkan jadwal pelaksanaan yang ditetapkan Dinas Sosial Aceh melalui surat bernomor 800/415/2026 tertanggal 7 Oktober 2026, kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari dengan menyasar sejumlah sekolah tingkat SMP dan SD di beberapa kawasan Kota Banda Aceh.
Pada Senin, 12 Oktober 2026, kegiatan dijadwalkan berlangsung di SMP Negeri 6 Banda Aceh di Lampineung, SMP Negeri 2 Banda Aceh di Lampriet, SD Negeri 25 Banda Aceh di Lampriet, serta SD Negeri 54 Banda Aceh di Peurada.
Selanjutnya, Selasa, 13 Oktober 2026, tim Tagana akan mengunjungi SMP Negeri 4 Banda Aceh dan SMP Negeri 9 Banda Aceh di kawasan Peunayong, SMP Negeri 8 Banda Aceh serta SD Negeri 69 Banda Aceh di Darussalam.
Sementara itu, pada Rabu, 14 Oktober 2026, kegiatan dijadwalkan berlangsung di SMP Negeri 1 Banda Aceh dan SMP IT Al-Wildan di Punge Jurong, SD Negeri 50 Banda Aceh di Geuceu Komplek, serta SD Negeri 5 Banda Aceh di kawasan Setui.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan sejumlah personel Dinas Sosial Aceh dan Tagana, di antaranya Yanyan Rahmat, Tarmizi Umar, Didi Agustiar, Erlina Sari, Moeljizan, Heri Wiradinata, M. Jeffry, Veria Nova, Nurmaya, Hendra Hidayat, dan Syahruzal.
Melalui program Tagana Masuk Sekolah, edukasi kebencanaan diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya mengenali risiko bencana, memahami langkah penyelamatan, serta membangun budaya siaga bencana di lingkungan pendidikan.
Program ini juga menjadi langkah untuk memperkuat peran sekolah sebagai lingkungan yang mampu mendukung keselamatan dan kesiapsiagaan peserta didik ketika menghadapi situasi darurat.
Kolaborasi Tagana dengan sektor pendidikan juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Edukasi yang diberikan sejak usia sekolah dinilai penting untuk membentuk generasi yang tangguh, tanggap, dan tidak panik ketika menghadapi ancaman bencana.
program Mitigasi Bencana melalui Sekolah tersebut mendapat Dukungan Penuh Dari Kepala Dinas Sosial Aceh Budi Afrizal, S.KM., MKM., tak hannya itu Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh Dra. Sukmawati, M.AP., serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri, S.Pd., M.Pd. ikut Mendukung dan bekerja sama sebagai unsur yang berkaitan dengan kolaborasi program.
Selain itu, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dan Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khairullah, bersama sejumlah logo instansi terkait sebagai representasi dukungan terhadap penguatan edukasi kebencanaan.
Sinergi lintas sektor diharapkan mampu memperluas jangkauan pendidikan kebencanaan sekaligus memperkuat kesiapan sekolah dalam menghadapi berbagai potensi ancaman.
Melalui program Tagana Masuk Sekolah, edukasi kebencanaan diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi berkembang menjadi budaya kesiapsiagaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
Kerja sama mitigasi bencana di lingkungan sekolah antara Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan dilaksanakan melalui Program Tagana Masuk Sekolah (TMS)
TMS ini Juga Sudah dilakukan Nota Kesepahaman (MoU), Mengacu pada MoU Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 01 Tahun 2019 dan Nomor 04 Tahun 2019 tentang mitigasi bencana pada satuan pendidikan.
Kebijakan Pendukung: Didukung pula oleh Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 tentang Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Tujuan Program
Edukasi Dini: Menanamkan kesadaran, pengetahuan, dan budaya siaga bencana kepada peserta didik sejak usia dini.
Pengurangan Risiko: Membekali siswa dan tenaga kependidikan mengenai cara menyelamatkan diri serta mengurangi risiko saat terjadi bencana.
Materi dan Aktivitas Utama
Pengenalan Jenis Bencana: Mengidentifikasi potensi ancaman bencana di sekitar wilayah sekolah.
Strategi Mitigasi & Kesiapsiagaan: Menentukan tanda bahaya yang disepakati, memasang petunjuk jalur evakuasi, dan menentukan titik kumpul.
Simulasi Kebencanaan: Melakukan latihan evakuasi mandiri secara rutin; misalnya simulasi menghadapi gempa bumi atau banjir.*[Yahbit]


































