TLii | SUMUT | BAPAS KLS 1 MEDAN
05/11/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI Medan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam mengedepankan penyelesaian perkara anak melalui pendekatan keadilan restoratif. Pada Rabu (4/11/2026), Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Kelas I Medan melaksanakan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) sekaligus pendampingan upaya diversi terhadap empat Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) di Polsek Medan Baru.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh PK Bambang Edi, Binar Hulu, Renova Gurning, dan Susan terhadap empat anak yang disangkakan terlibat dalam aksi tawuran antargeng motor serta penganiayaan terhadap seorang korban.
Proses diversi berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak, di antaranya keempat anak, orang tua masing-masing, orang tua korban, guru sekolah, Kepala Lingkungan (Kepling), perwakilan kepolisian, serta Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Medan. Seluruh pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan mencari solusi terbaik melalui musyawarah.
Dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak, musyawarah tersebut akhirnya menghasilkan kesepakatan damai. Korban bersama keempat anak dan keluarga masing-masing sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Atas tercapainya kesepakatan tersebut, upaya diversi dinyatakan berhasil dan keempat anak dikembalikan kepada orang tua masing-masing.
Keberhasilan ini menjadi wujud nyata peran Bapas Kelas I Medan dalam mendorong penyelesaian perkara anak di luar proses peradilan melalui pendekatan keadilan restoratif.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memberikan perlindungan terhadap anak, sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk memperbaiki diri dan tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum.
Bapas Kelas I Medan terus berkomitmen memastikan setiap penanganan perkara anak dilaksanakan dengan mengedepankan perlindungan, pembinaan, serta pemenuhan hak-hak anak. Melalui pendekatan yang humanis dan berorientasi pada masa depan, diharapkan anak dapat kembali menjalani kehidupan secara positif di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, Pungkasnya.
(***)

































