Tanggul Penahan Sungai Amblas, Jembatan Darurat di Kecamatan Darul Hasanah Aceh Tenggara Ikut Tersapu Arus

MAMAS BEROEH

- Redaksi

Minggu, 27 September 2026 - 22:10 WIB

50115 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Tenggara dalam sepekan terakhir menyebabkan debit air Sungai Alas (Lawe Matang) meningkat drastis. Akibatnya, fasilitas transportasi penghubung Kecamatan Badar dan Kecamatan Darul Hasanah kembali mengalami kerusakan setelah diterjang luapan sungai pada Sabtu malam, 26 September 2026 sekitar pukul 04.00 WIB.

Luapan Sungai Alas Lawe Matang mengakibatkan tanggul penahan banjir yang sebelumnya dibangun untuk melindungi badan jalan mengalami amblas dan rusak parah. Tidak hanya itu, jembatan darurat yang menjadi akses utama masyarakat juga ikut tersapu derasnya arus sungai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Camat Darul Hasanah, Hayadun, SP, saat dikonfirmasi mengatakan, fasilitas transportasi yang menghubungkan Kecamatan Badar dan Darul Hasanah kembali mengalami kerusakan akibat luapan Sungai Lawe Matang.

“Fasilitas transportasi yang menghubungkan Kecamatan Badar dan Darul Hasanah kini kembali tersapu akibat luapan Sungai Lawe Matang. Tanggul penahan banjir yang sebelumnya dikerjakan menggunakan alat berat excavator bersama masyarakat melalui gotong royong, dalam sekejap kembali rusak akibat derasnya arus sungai,” ujar Hayadun.

Menurutnya, derasnya arus Sungai Alas tidak hanya menghancurkan tanggul penahan, tetapi juga menghanyutkan jembatan darurat yang selama ini menjadi satu-satunya akses masyarakat. Saat ini, badan jalan yang sebelumnya menjadi jalur transportasi telah kembali menjadi aliran sungai.

Akibat kondisi tersebut, aktivitas masyarakat Kecamatan Darul Hasanah Kabupaten Aceh Tenggara mengalami hambatan. Pemerintah kecamatan berharap setelah debit air sungai surut, pemerintah dapat segera menurunkan alat berat untuk melakukan penanganan darurat, memperbaiki tanggul penahan air, serta membangun kembali jembatan sementara.

“Atas nama pemerintah Kecamatan Darul Hasanah, saya meminta seluruh masyarakat agar tetap bersabar. Kita jangan cepat menyalahkan pemerintah, karena kondisi ini merupakan dampak dari musim hujan dan faktor alam. Setelah air surut, pemerintah pasti akan segera melakukan penanganan terhadap kerusakan akibat gerusan Sungai Alas Lawe Matang,” jelas Hayadun.

Ia menambahkan, proses rehabilitasi aliran sungai bukan pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat karena membutuhkan kajian dan penanganan yang tepat agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Hayadun menyebut, kejadian ini hampir sama dengan yang terjadi pada November 2025 lalu, ketika aliran Sungai Alas kembali berubah arah. Sebagian aliran masih berada di bawah jembatan yang bertahan, sementara sebagian lainnya kembali mengalir deras di sekitar kawasan permukiman warga Tanjung Muda dan Simpang Empat Tanjung.

Ia juga mengimbau masyarakat Kabupaten Aceh Tenggara, khususnya warga Kecamatan Darul Hasanah, agar tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim penghujan.

“Fenomena alam memberikan tanda-tanda yang harus kita perhatikan. Kita sebagai manusia harus selalu mawas diri dan berhati-hati agar dapat terhindar dari bencana. Semua yang ada di alam ini merupakan ciptaan Allah SWT yang harus kita jaga dan syukuri,” tutup Hayadun.

(Mamas Beroeh)

Berita Terkait

Dugaan Pengutipan Bantuan di Gampong Cebrek Disorot, Kadinsos Aceh Utara Tegaskan Apa Pun Alasannya Tidak Boleh!
Bhayangkari Gelar Khitanan Massal, Donor Darah, dan Santunan bagi Anak di Pidie Jaya
Maulid di Yayasan Srikandi Lhokseumawe, 21 Anak Yatim Terima Santunan, Siswa Ikuti Lomba Islami
Dikonfirmasi soal Dana SPP, Kepala SMA Negeri 3 Kutacane Diduga Blokir Nomor Wartawan, Transparansi Dipertanyakan
66 Unit Alat Berat Perkuat Rehab-Rekon Pidie Jaya, Bupati Sibral Jemput Dukungan Pusat
82 Masjid di Aceh Besar Umumkan Khatib dan Imam Shalat Jumat, 16 Oktober 2026
Penelusuran Jejak Sejarah Multietnis dan Bahasa Daerah Generasi Z di Kota Langsa
DPR Aceh Dukung Penuh Pembangunan Jembatan Mbarung dan Natam di Aceh Tenggara

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:50 WIB

Kapolres Pematangsiantar Bersama Jajaran Gelar Sholat Jumat Keliling, Pererat Silaturahmi dan Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Sat Lantas Polres Pematangsiantar Edukasi TK Tertib Berlalu Lintas Sejak Usia Dini 

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Program Tumbuh Bersama,PT Pelindo Regional I Dorong Peningkatan Kualitas SDM melalui Pembangunan Sekolah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:50 WIB

Green Policing, Kapolres Toba Ajak Masyarakat Tanam Pohon: “Alam Jaga Kita, Kita Jaga Alam”

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:40 WIB

Bapas Palangka Raya Gali Kesiapan Lingkungan, Dukung Keberhasilan Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Kepala Bapas Theo Adrianus Tegaskan Pelayanan Optimal Kedepankan Profesionalisme dan Nilai Kemanusiaan Kondisi Khusus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Penuh Kehangatan, BKOW Sumatera Utara Berbagi Kasih Dengan Warga Binaan Lapas Perempuan Kls IIA Medan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Polres Pelabuhan Belawan Grebek Sarang Narkoba di Marelan, 1 Pengedar dan 3 Pengguna Diamankan

Berita Terbaru