Dr. Nurdin, S.Ag., M.Pd., kepala Sekolah SMP Negeri 9 dari 443 murid hnnya 25 siswa Dilatih, dewan guru Mendampingi, Selasa (13/10/2026)
TLii | BANDA ACEH – Membangun budaya sadar bencana sejak bangku sekolah menjadi sasaran program Tagana Masuk Sekolah (TMS) yang dilaksanakan Dinas Sosial Aceh bersama Dinas Sosial Kota Banda Aceh dan tim Taruna Siaga Bencana (Tagana). Melalui edukasi mitigasi dan simulasi kebencanaan, para pelajar dibekali pengetahuan untuk mengenali ancaman, melindungi diri, serta bertindak tepat ketika bencana terjadi.
Program yang dikoordinasikan Bidang Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Dinas Sosial Aceh dan TAGANA Aceh, dan TAGANA kota Banda Aceh tersebut Bekerja Sama dengan Dinsos Kota Banda Aceh tersebut menyasar sejumlah sekolah di Banda Aceh, yang digelar pada 12–14 Oktober 2026.
Di SMP Negeri 9 Banda Aceh, kegiatan diawali dengan penyegaran bersama di lapangan apel yang diikuti 443 siswa dan dewan guru atas jal ini dilakukan atas arahan Kepala Sekolah, Dr. Nurdin, S.Ag., M.Pd.

Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman warga sekolah akan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Nurdin mengapresiasi Dinas Sosial Aceh, Dinas Sosial Kota Banda Aceh, serta tim Tagana Aceh dan Tagana Kota Banda Aceh yang telah memberikan edukasi kebencanaan kepada para siswa.
Ia berharap program TMS dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak pelajar memahami langkah penyelamatan diri saat menghadapi keadaan darurat. 25 Siswa dari 443 murid yang telah mengikuti kegiatan dapat dilibatkan sebagai Sahabat Tagana.
Pihak sekolah siap memfasilitasi sekretariat atau posko sebagai ruang kolaborasi dalam kegiatan sosial dan edukasi kebencanaan.
Pada Sesi FGD,Salah seorang siswa, Nauzul Salsabila, turut berinteraksi dengan pemateri melalui pertanyaan mengenai alasan dibentuknya Tagana. Interaksi tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan pemahaman siswa tentang peran relawan TAGANA dan Kiprah nya dalam penanggulangan bencana.

Sementara itu, Subkoordinator PSKBA Dinas Sosial Aceh, Yanyan Rahmad, A.Ks., M.Si., yang akrap disapa “Kang Yanyan, mengawal kegiatan Seluruh TMS di 12 Lokasi, Hari ini ikut Serta Memandu Tim di SMP Negeri 4 Peunayong di hari kedua TMS di Gelar, menekankan pentingnya pendidikan pengurangan risiko bencana (PRB) bagi pelajar.
Menurutnya, siswa perlu memahami potensi ancaman, jalur evakuasi, titik kumpul, serta tindakan penyelamatan diri. Edukasi juga diarahkan untuk membentuk siswa sebagai agen perubahan yang mampu menyebarkan pengetahuan kebencanaan kepada keluarga dan masyarakat.”Harap Kang Yanyan.
Pada hari kedua, tim yang dipimpin Didi Agustiar menyasar SMP Negeri 8 Darussalam.
Lebih Lanjut Kang Yanyan Mendorong Tim Melalui Pendekatan diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD) digunakan untuk mendorong siswa mengenali risiko, menyusun gagasan keselamatan, dan melatih kepemimpinan dalam situasi darurat.
Melalui rangkaian TMS, Dinas Sosial Aceh berharap sekolah semakin siap menghadapi ancaman gempa bumi, banjir, kebakaran, dan angin kencang. Pengetahuan yang disertai latihan diharapkan membentuk pelajar yang tanggap, terampil, dan tidak mudah panik ketika bencana terjadi, Harapnya.*[TU]


































