Ketua DPD SPSI AGN Sumut Soroti Kasus Satpam Disandera RS: Disnaker dan BPJS Dinilai Abai Lindungi Pekerja

H²

- Redaksi

Minggu, 13 April 2025 - 18:04 WIB

5027 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii SUMUT | Kota Medan |Kasus seorang satpam PT LJR yang diduga “disandera” oleh Rumah Sakit Delima akibat ketidakmampuan membayar biaya pengobatan, mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak. Ketua DPD SPSI AGN Sumatera Utara, M. Tengku Yusuf, mengecam lemahnya pengawasan dan perlindungan dari instansi terkait, khususnya Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Medan dan Disnaker Sumut.

“Tidak seharusnya Disnaker Kota Medan hanya jadi penonton. Mereka harusnya aktif dan berkolaborasi dengan Disnaker Sumut dalam memastikan hak-hak pekerja dilindungi. Masa semua harus ke Disnaker Sumut?” ujar Yusuf kepada awak media, Minggu (13/4/2025).

Ia juga mendesak Wali Kota Medan, Rico Waas, untuk mengevaluasi Kepala Disnaker Kota Medan karena dinilai kurang tanggap terhadap persoalan perlindungan pekerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yusuf bahkan menyindir kinerja Disnaker Sumut yang dianggap kehilangan ketegasan dalam menindak pelanggaran ketenagakerjaan. “Disnaker Sumut seperti bus elite tapi pakai BBM oplosan, jalannya nyendat-nyendat. Mereka harus tegas terhadap perusahaan yang menyalahi aturan,” katanya.

Tak hanya Disnaker, Yusuf juga menyesalkan sikap BPJS Ketenagakerjaan yang dianggap tidak menunjukkan kepedulian terhadap jaminan keselamatan dan kesehatan pekerja.

“BPJS harusnya bertanggung jawab. Datangi perusahaan, cari tahu kenapa pekerja tidak dijamin. Bila perlu, berikan sanksi tegas karena tidak melindungi pekerja dengan asuransi ketenagakerjaan,” tegas Yusuf.

Sebelumnya diberitakan, Junaidi, seorang satpam PT LJR yang direkrut melalui Biro Tenaga Kerja PT Guna Cipta Prima, mengalami kecelakaan kerja pada 7 Maret 2025 saat bertugas. Ia harus dirawat di RS Delima, Jalan Yos Sudarso, Simpang Mabar, dan berdasarkan hasil diagnosa medis, kakinya harus dipasang pen.

Karena tidak difasilitasi dengan BPJS Ketenagakerjaan, Junaidi berstatus sebagai pasien umum. Sementara itu, pihak perusahaan hanya memberikan santunan Rp15 juta, jauh dari total biaya pengobatan yang telah mencapai Rp64 juta dan terus bertambah. Pihak rumah sakit pun belum mengizinkannya pulang karena belum ada pelunasan biaya.

Dalam sebuah video yang beredar, Junaidi menyampaikan permohonan kepada Gubernur Sumut, Bobby Nasution, untuk membantu menyelesaikan permasalahannya.

“Saya mohon kepada Bapak Gubernur Bobby Nasution bisa membantu saya, agar saya bisa pulang ke rumah,” ucapnya dengan nada haru. Tim Redaksi

Berita Terkait

Karutan Raymon Andika Girsang Apresiasi Jajaran: Juara 1 Alur Terbaik Video Pemasyarakatan Perang Melawan Narkoba
Libur Hari Buruh 2026, Mobilitas Penumpang KA di Daop 5 Purwokerto Meningkat Signifikan
Jonedi Ramli: Pendidikan Kunci Masa Depan Cerah, PT Pelindo Regional I Komitmen Tingkatkan Kualitas SDM
Karutan Raymon Andika Girsang Lepas Galang Tresno Prakoso, Sambut Masripani sebagai Kasubsi Pengelolaan
Hadir Bersama Forkopimda di Stadion H.M Nurdin, Lapas Padangsidimpuan Dukung Transformasi Pendidikan Inklusif
Peringati Hardiknas, Siswa dan Guru Sekolah Rakyat Terintegrasi 26 Ikuti Upacara Khidmat
Kalapas Tanjungbalai Asahan Tegaskan Kepala Kamar Warga Binaan Jadi Garda Terdepan, ZERO HP, Narkoba Di Lapas
Dengarkan Suara Warga Binaan, Plh Ka. KPLP Lapas Narkotika Langkat Perkuat Disiplin Lewat Pendekatan Humanis

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:33 WIB

Kapolres Pidie Jaya Pimpin Apel Siaga, Antisipasi Gangguan Kamtibmas dan Dampak Situasi Global

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:28 WIB

Polres Pidie Jaya Rayakan May Day 2026 dengan Silaturahmi dan Baksos, Pererat Kepedulian kepada Buruh Angkut

Kamis, 30 April 2026 - 15:44 WIB

Ketua TP PKK Pidie Jaya Kunjungi Warga Sakit di Bandar Baru, Salurkan Bantuan Darurat

Kamis, 30 April 2026 - 13:34 WIB

Bupati Pidie Jaya Membuka Konferensi XXIII PGRI Pidie Jaya

Kamis, 30 April 2026 - 10:57 WIB

Kurir Diduga Tidak Profesional, Warga Pidie Jaya Keluhkan Paket Diretur Sepihak

Selasa, 28 April 2026 - 15:29 WIB

Bupati Pidie Jaya Serahkan Ambulans Bantuan Presiden untuk Puskesmas Meureudu

Selasa, 28 April 2026 - 13:44 WIB

Ambulans Bantuan Presiden Perkuat Layanan Kesehatan, Bupati Pidie Jaya Tekankan Perawatan dan Kinerja

Selasa, 21 April 2026 - 19:06 WIB

Polres Pidie Jaya Perkuat Edukasi Karhutla, Satreskrim Bersama DLHK Aceh Pasang Spanduk Imbauan Humanis

Berita Terbaru