Menkum Supratman Galang Dukungan China untuk Inisiatif Indonesia Soal Royalti Digital di Forum China–ASEAN Xi’an

RULI SISWEMI

- Redaksi

Senin, 27 Oktober 2025 - 08:44 WIB

5063 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | KAKANWIL KEMENKUMHAM SUMUT

27/10/2025

TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Xi’an, China Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, mewakili Pemerintah Indonesia dalam Pertemuan ke-16 China–ASEAN Heads of Intellectual Property Offices yang digelar di Xi’an, China, pada Minggu (26/10/2025). Dalam forum ini, Menteri Supratman secara resmi meminta dukungan dari Pemerintah Tiongkok atas inisiatif Indonesia di tingkat global terkait tata kelola royalti hak cipta di era digital.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indonesia berencana mengajukan proposal bertajuk The Indonesian Proposal for a Legally Binding Instrument on the Governance of Copyright Royalty in the Digital Environment dalam Sidang Komite Tetap WIPO tentang Hak Cipta dan Hak Terkait (SCCR) di Jenewa, Desember mendatang.

“Kami sangat menghargai dan mengapresiasi dukungan dari Republik Rakyat Tiongkok sebagai anggota WIPO dalam memajukan upaya kolektif ini. Usulan ini penting untuk memastikan tata kelola royalti hak cipta yang adil, transparan, dan berkelanjutan di lingkungan digital,” ujar Menteri Supratman.

Dalam sambutannya, Menteri Supratman menegaskan bahwa pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto menempatkan penguatan kekayaan intelektual (KI) sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional. Melalui visi ASTA CITA, pemerintah berkomitmen mendorong ekonomi kreatif, inovasi, serta industri berbasis kekayaan intelektual.

Indonesia juga tengah melakukan modernisasi kerangka hukum KI, termasuk revisi terhadap Undang-Undang Desain Industri dan Hak Cipta, serta kebijakan sertifikat kekayaan intelektual sebagai agunan pinjaman perbankan guna mendukung pelaku UMKM dan wirausaha lokal.

“Kami memandang KI bukan sekadar isu teknis, melainkan instrumen strategis untuk memberdayakan masyarakat, memperkuat daya saing usaha, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Komisioner China National Intellectual Property Administration (CNIPA), Shen Changyu, menyampaikan bahwa China tengah memperbarui technical guidelines untuk kelima kalinya dalam 15 tahun terakhir. Ia juga menyatakan dukungan terhadap inisiatif Indonesia.

“Terkait proposal inisiasi Indonesia, China tentu saja mendukung dalam sidang SCCR dan akan kami pelajari,” ungkap Shen Changyu.
Penandatanganan MoU Baru Indonesia–China di Bidang Kekayaan Intelektual

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, pada Senin (27/10/2025), Menteri Supratman Andi Agtas juga melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Hukum Republik Indonesia dan CNIPA.

Penandatanganan ini menjadi tonggak baru kerja sama bilateral Indonesia–Tiongkok dalam bidang kekayaan intelektual, menggantikan perjanjian sebelumnya yang telah berakhir pada 18 Juni 2024.

“MoU ini merupakan bukti nyata dari komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi di bidang kekayaan intelektual. Kerja sama ini tidak hanya mempererat hubungan antar-lembaga, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan ekonomi kedua negara,” ujar Menteri Supratman.

MoU tersebut menitikberatkan pada penguatan sistem KI, mencakup paten, desain industri, merek, dan indikasi geografis, serta kerja sama dalam pertukaran pandangan strategis, peningkatan praktik terbaik pemeriksaan KI, dan pengembangan sumber daya manusia.

Selain itu, isu pelindungan sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional turut menjadi perhatian utama, sejalan dengan fokus baru kolaborasi ASEAN–China dalam pelindungan ekspresi budaya tradisional.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Razilu, juga menandatangani Nota Kesepahaman tentang Patent Prosecution Highway (PPH) antara DJKI dan CNIPA. Kerja sama ini bertujuan mempercepat proses pemeriksaan paten bagi pemohon dari kedua negara melalui pertukaran hasil pemeriksaan dan pengakuan timbal balik atas keputusan substantif.

Pertemuan China–ASEAN Heads of Intellectual Property Offices ke-16 menjadi forum penting bagi dialog kebijakan dan pertukaran pengalaman antarnegara di kawasan, serta menjadi langkah awal menuju penyusunan Rencana Aksi 10 Tahun Baru yang mencakup kerja sama di bidang pelatihan, perlindungan budaya tradisional, dan inovasi teknologi, Pungkasnya.

(***)

Berita Terkait

Sidang TPP Kanwil Ditjenpas Kalteng Sepakati Pemindahan 40 WBP ke Lapas Palangka Raya
Peduli Kesehatan, Lapas Perempuan Pekanbaru Siagakan Masker di Tengah Kabut Asap Karhutla
Lapas Perempuan Pekanbaru Gelar Sidang TPP untuk Usulkan Program Integrasi Warga Binaan
Peduli Kesehatan Jajaran, Rutan Kelas IIB Tanjung Bagikan Vitamin untuk Cegah Dampak Asap Karhutla
Dukung Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemandirian WBP, Laperdan Panen 30 Kg Ikan Lele
Tindaklanjuti Temuan BPK, Bapas Kelas I Palangka Raya Komitmen Tertibkan Pengelolaan BMN
Lapas Kelas IIB Singkawang Peduli, Bagikan Masker dan Vitamin untuk Dukung Tugas Petugas
Rutan kls I Labuhan Deli Perkuat Sinergi dan Koordinasi dengan Cabjari Deli Serdang

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 07:18 WIB

Muhammad Syuhada Sambut Kapolres Baru Aceh Timur, Dorong Sinergi Polri dan DPRK Semakin Kuat

Kamis, 10 September 2026 - 21:58 WIB

Aliansi Wartawan Aceh Independen Ucapkan Terima Kasih ke Kapolres Lama, Selamat Datang Kapolres Baru Aceh Timur

Kamis, 10 September 2026 - 12:30 WIB

Lautan Manusia Tumpah di Landing, Tgk Habibi Bongkar Jejak Besar 800 Tahun Samudera Pasai

Rabu, 9 September 2026 - 22:13 WIB

PPPK Kota Lhokseumawe Adukan Gaji Belum Dibayar sejak Juni, Haji Uma Langsung Hubungi Wali Kota

Rabu, 9 September 2026 - 20:37 WIB

Milad 800 Tahun Aceh Utara, Malam Peringatan Jadi Panggung Sejarah dan Semangat Bangkit

Rabu, 9 September 2026 - 20:30 WIB

Ek Geunteut Meriahkan Milad 800 Samudera Pasai, Pelajar Unjuk Ketangkasan

Rabu, 9 September 2026 - 14:05 WIB

Delapan Abad Samudera Pasai, Aceh Utara Tak Ingin Sejarah Tinggal Cerita

Senin, 7 September 2026 - 16:05 WIB

Timphan Teutheut Banda Baro Curi Perhatian di Stan DPRK, Warisan Rasa Aceh Utara Tampil di Milad 800 Samudera Pasai

Berita Terbaru