Jejak Tambang Timah yang Meninggalkan Luka di Alam

PUTRI RAHMAWATI

- Redaksi

Senin, 17 November 2025 - 12:53 WIB

20226 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto ilustrasi www.antaranews.com)

TIMELINES INEWS

Oleh : Rosalia Anggraini

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pulau Bangka Belitung terkenal akan tempat wisata alam dan pantai-pantainya, serta penghasil timah terbesar di Indonesia. Pulau ini berbatasan langsung dengan Sumatera Selatan di bagian barat. Meskipun Bangka Belitung adalah pulau kecil, tak dipungkiri masyaranya hidup dengan damai dan tentram.

Bangka sendiri ditemukan sekitar abad ke-1 SM. Kata Bangka dari Bangka Belitung berasal dari “Wangka” atau “Vanca” yang bearti timah dalam Bahasa Sansekerta. Sejak dari abad pertama penggalian timah sudah ada di Bangka yang pada saat itu masih bernama Wangka oleh pelaut dari India pada abad tersebut. Hingga saat ini, sebagian dari masyarakat Bangka masih berprofesi sebagai penambang timah. Namun, sayangnya tak sedikit dari mereka yang melakukan pertambangan secara ilegal (TI).

Pertambangan yang dilakukan seringkali ditinggalkan begitu saja tanpa melaksanakan reklamasi dan pascatambang untuk memulihkan fungsi lingkungan alam dan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Keadaan inilah yang membuat kondisi alam di Bangka memburuk. Banyaknya lahan yang dijadikan sebagai tempat pertambangan ditinggalkan begitu saja. Fenomena ini menyebabkan kerusakan ekosistem pesisir.

Bukan hanya itu, hal ini juga dapat menyebabkan percemaran air, abrasi pantai dan juga hilangnya vegetasi.Namun, karena kurangnya kesadaran dalam pengolahan lahan yang sudah digunakan menyebabkan hal tersebut terjadi.

Berita Terkait

Dampak Hilangnya Ekosistem Pesisir Terhadap Lingkungan
Paradox Pejabat di Indonesia: Ketika Pelayan Publik Berubah Menjadi Tuan Kekuasaan
Tak Selalu Terlihat, Petugas PLN Terus Berjuang Pulihkan Listrik di Tengah Kedaruratan Bencana Gayo Lues
Hukum Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas: Peran Generasi Muda Mengawal Keadilan
Kelangkaan BBM di Babel: Krisis yang Diciptakan, Bukan Diwariskan. ‎
Tantangan dan Realitas Perilaku Membaca pada Remaja Masa Kini
Manfaat Latihan Senam Pernapasan “dalam” Siwah Busoe.
WAGUB Fadhlullah Tutup MTQ Aceh Ke-XXXVII di Pijay, Beredar Rumor Banda Aceh Pertahankan Juara Umum

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:24 WIB

Komitmen Peduli, Rutan Kls IIB Tanjung Gelar Bakti Sosial Bulanan untuk Masyarakat

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:36 WIB

Rutan Tanjung Berikan Pembinaan Karakter dan Spiritual melalui Kegiatan Baca Tulis Al-Qur’an

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:23 WIB

Rutan Tanjung dan Kemenag Tabalong Sinergi dalam Pembinaan Kerohanian Warga Binaan

Rabu, 28 Januari 2026 - 04:56 WIB

Rutan Tanjung Perkuat Kapasitas Pengadaan dengan Mengikuti Internalisasi dan Pendampingan Penyusunan RUP

Rabu, 28 Januari 2026 - 03:53 WIB

Rutan Tanjung Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Keuangan dan Aset Negara melalui Rekonsiliasi dan Pemutakhiran Data

Senin, 26 Januari 2026 - 23:14 WIB

Rutan Tanjung Tanamkan Nilai-Nilai Kebangsaan dan Disiplin Melalui Upacara Kesadaran Berbangsa dan Bernegara

Senin, 26 Januari 2026 - 22:50 WIB

Rutan Tanjung Mengikuti Sosialisasi KUHP Nasional untuk Meningkatkan Pemahaman Hukum

Sabtu, 24 Januari 2026 - 22:03 WIB

Rutan Tanjung Lakukan Kontrol Keliling untuk Ciptakan Lingkungan yang Aman Dan Kondusif

Berita Terbaru