Penggiat Seni dan Budaya Aceh Dukung Promosi Kopi Gayo ke Pentas Dunia
Jakarta, 9 November 2025 — Aroma kopi Gayo yang khas berpadu dengan alunan puisi dan kisah budaya Aceh menghangatkan suasana Aula Lantai 4, PDS HB Jassin, Gedung Ali Sadikin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, dalam acara bertajuk “Diplomasi Kopi dan Puisi.”
Acara tersebut menghadirkan empat tokoh inspiratif: Amir Faisal Nek Muhammad, Owner The Atjeh Connection; Fikar W. Eda, sastrawan dan jurnalis sekaligus ketua pelaksana; Win Gertoev, petani dan brewer kopi Gayo specialty; serta Murizal Hamzah, jurnalis senior yang memandu jalannya diskusi.
Dalam suasana penuh kehangatan budaya itu, turut hadir Ketua Operasi LSM BINTANG RIME ACEH, Zulfan S.Kom, yang dikenal sebagai penggiat seni dan budaya Aceh. Kehadiran Zulfan menjadi bentuk dukungan nyata dari kalangan aktivis dan pegiat seni terhadap upaya memperkenalkan kopi Gayo sebagai simbol diplomasi budaya Aceh di tingkat nasional dan internasional.
Dalam paparannya, Fikar W. Eda menegaskan bahwa bagi masyarakat Aceh, kopi bukan sekadar minuman, melainkan simbol kehormatan dan persaudaraan. “Tamu yang datang wajib disuguhkan kopi, dan wajib pula meminumnya. Itulah adat Aceh, bentuk penghargaan tertinggi kepada tamu,” ujarnya.
Sementara itu, Amir Faisal Nek Muhammad menyampaikan bahwa budaya ngopi kini semakin berkembang, terutama di Jakarta, dan menjadi ruang berbagi cerita. “Ngopi itu bukan sekadar minum. Banyak ide besar lahir di warung kopi. Kami ingin kopi Gayo dikenal di dunia, dan The Atjeh Connection siap membawa cita rasa itu ke kancah internasional,” katanya.
Win Gertoev menjelaskan proses panjang di balik secangkir kopi Gayo — mulai dari kebun hingga ke meja penyeduh. “Rasa kopi Gayo yang khas tak lepas dari ketekunan petani dan proses roasting yang tepat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Fikar W. Eda juga mengumumkan rencana kegiatan tahunan “Desember Kopi 2025” di Takengon, Aceh Tengah, sebagai ajang rasa syukur atas panen kopi dan wadah ekspresi seni masyarakat Gayo. “Bulan Desember adalah masa panen dan musim hujan di Gayo. Saatnya kita bersyukur dan merayakannya dengan kopi, seni, dan kebersamaan,” ujarnya.
Mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi, turut menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai Desember Kopi harus terus dilaksanakan karena mampu menarik wisatawan ke Tanah Gayo. “Dari kopi, kita promosikan budaya, pariwisata, dan semangat masyarakat Aceh,” tuturnya.
Melalui “Diplomasi Kopi dan Puisi,” masyarakat Aceh menunjukkan bahwa dari secangkir kopi dapat lahir diplomasi, seni, dan kebanggaan yang menyatukan. (Julfan)
































