Tantangan dan Realitas Perilaku Membaca pada Remaja Masa Kini

PUTRI RAHMAWATI

- Redaksi

Senin, 17 November 2025 - 12:58 WIB

20233 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto ilustrasi suara Surabaya)

TIMELINES INEWS

Oleh: Salsabila

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di era digital sekarang, kebiasaan membaca di kalangan remaja mengalami perubahan yang cukup terasa. Kalau dulu membaca identik dengan buku fisik, kini remaja lebih sering berinteraksi dengan konten visual dan teks pendek yang muncul cepat di layar ponsel. Perubahan pola konsumsi informasi ini memunculkan pertanyaan penting: apakah minat membaca remaja benar-benar menurun, atau sebenarnya hanya bergeser bentuknya?

Perilaku Membaca yang Mulai Berubah
Generasi remaja saat ini tumbuh di tengah arus informasi yang sangat cepat. Mereka setiap hari terpapar video pendek, thread singkat, atau ringkasan informasi yang jauh lebih praktis dibandingkan membaca teks panjang. Kebiasaan ini perlahan memengaruhi kemampuan mereka untuk fokus membaca dalam waktu lama.

Namun, perubahan ini bukan berarti remaja tidak suka membaca. Banyak dari mereka tetap membaca, hanya saja formatnya berbeda dari generasi sebelumnya. Artikel digital, web novel, fanfiction, hingga thread edukatif di media sosial kini lebih sering dibaca. Temuan Perpustakaan Nasional RI menunjukkan bahwa minat baca digital meningkat seiring meluasnya akses internet di Indonesia.

Faktor yang Mempengaruhi Menurunnya Minat Membaca

1. Distraksi Digital
Media sosial menawarkan hiburan yang cepat dan langsung memuaskan rasa ingin tahu. Dibandingkan membaca buku, video berdurasi 15–60 detik terasa lebih menyenangkan dan tidak membutuhkan usaha besar.

2. Kurangnya Pembiasaan Membaca Sejak Dini
Kebiasaan membaca terbentuk sejak kecil. Ketika anak tidak terbiasa membaca secara rutin, kegiatan ini menjadi terasa melelahkan ketika mereka beranjak remaja.

3. Akses Literasi yang Belum Merata
Tidak semua remaja memiliki akses setara terhadap buku, perpustakaan, atau ruang belajar yang kondusif. Data Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) menunjukkan bahwa tingkat literasi Indonesia masih berada pada kategori sedang.

4. Tekanan Akademik
Banyak remaja membaca semata-mata karena tuntutan tugas sekolah. Akibatnya, membaca tidak lagi dianggap sebagai kegiatan yang menyenangkan, melainkan kewajiban. Remaja Tidak Anti Membaca Mereka Hanya Membaca dengan Cara Berbeda.

Remaja Tidak Anti Membaca Mereka Hanya Membaca dengan Cara Berbeda
Menariknya, remaja sebenarnya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka masih membaca, tetapi formatnya mengikuti perkembangan zaman. Wattpad, Webtoon, artikel digital, sampai diskusi panjang di internet menunjukkan bahwa mereka tetap mengonsumsi teks dalam jumlah banyak hanya saja tidak selalu dalam bentuk buku fisik. Survei APJII juga menunjukkan bahwa pengguna internet paling besar berasal dari kelompok usia 13–24 tahun, menandakan bahwa remaja justru aktif dalam literasi digital. Jadi, minat membaca itu tidak hilang. Ia hanya bertransformasi.

Upaya untuk Meningkatkan Kualitas Membaca Remaja Supaya kebiasaan membaca tetap berkembang, ada beberapa hal yang dapat dilakukan:

1. Menyediakan bacaan yang terasa relevan dengan dunia remaja.
2.Memperluas perpustakaan digital agar lebih mudah diakses.
3.Membuat waktu khusus membaca di rumah atau sekolah.
4.Mengurangi gangguan digital ketika sedang membaca.
5.Menghadirkan komunitas literasi agar remaja punya lingkungan yang mendukung.

Peran orang tua, guru, dan sekolah penting untuk menciptakan suasana yang nyaman bagi remaja dalam membangun kebiasaan membaca.

Perilaku membaca remaja masa kini tidak bisa dikatakan menurun begitu saja. Yang terjadi adalah perpindahan minat dari bacaan tradisional ke bacaan digital. Tantangan ke depannya bukan tentang bagaimana membuat remaja mau membaca, tetapi bagaimana mengarahkan mereka agar memilih bacaan yang lebih berkualitas. Dengan dukungan yang tepat, membaca tetap bisa menjadi kebiasaan yang bermanfaat meskipun dunia terus berubah.

Berita Terkait

Dampak Hilangnya Ekosistem Pesisir Terhadap Lingkungan
Paradox Pejabat di Indonesia: Ketika Pelayan Publik Berubah Menjadi Tuan Kekuasaan
Tak Selalu Terlihat, Petugas PLN Terus Berjuang Pulihkan Listrik di Tengah Kedaruratan Bencana Gayo Lues
Hukum Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas: Peran Generasi Muda Mengawal Keadilan
Kelangkaan BBM di Babel: Krisis yang Diciptakan, Bukan Diwariskan. ‎
Jejak Tambang Timah yang Meninggalkan Luka di Alam
Manfaat Latihan Senam Pernapasan “dalam” Siwah Busoe.
WAGUB Fadhlullah Tutup MTQ Aceh Ke-XXXVII di Pijay, Beredar Rumor Banda Aceh Pertahankan Juara Umum

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:24 WIB

Komitmen Peduli, Rutan Kls IIB Tanjung Gelar Bakti Sosial Bulanan untuk Masyarakat

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:36 WIB

Rutan Tanjung Berikan Pembinaan Karakter dan Spiritual melalui Kegiatan Baca Tulis Al-Qur’an

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:23 WIB

Rutan Tanjung dan Kemenag Tabalong Sinergi dalam Pembinaan Kerohanian Warga Binaan

Rabu, 28 Januari 2026 - 04:56 WIB

Rutan Tanjung Perkuat Kapasitas Pengadaan dengan Mengikuti Internalisasi dan Pendampingan Penyusunan RUP

Rabu, 28 Januari 2026 - 03:53 WIB

Rutan Tanjung Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Keuangan dan Aset Negara melalui Rekonsiliasi dan Pemutakhiran Data

Senin, 26 Januari 2026 - 23:14 WIB

Rutan Tanjung Tanamkan Nilai-Nilai Kebangsaan dan Disiplin Melalui Upacara Kesadaran Berbangsa dan Bernegara

Senin, 26 Januari 2026 - 22:50 WIB

Rutan Tanjung Mengikuti Sosialisasi KUHP Nasional untuk Meningkatkan Pemahaman Hukum

Sabtu, 24 Januari 2026 - 22:03 WIB

Rutan Tanjung Lakukan Kontrol Keliling untuk Ciptakan Lingkungan yang Aman Dan Kondusif

Berita Terbaru