TAGANA Pasang Panel Surya dan Dirikan Shelter Pengungsi di Desa Rumoh Rayeuk, Aceh Utara, Senin 29/12/2025
TIMELINES INEWS Investigasi | Aceh Utara — Taruna Siaga Bencana (TAGANA) bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Dinas Sosial (Dinsos) Aceh terus memperkuat penanganan darurat pascabencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Utara. Salah satu upaya konkret dilakukan melalui pemasangan penerangan berbasis panel surya serta pendirian shelter pengungsi di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan.
Pemasangan panel surya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan penerangan di lokasi pengungsian, mengingat pasokan listrik di wilayah terdampak belum sepenuhnya pulih. Fasilitas ini diharapkan dapat menunjang aktivitas warga pengungsi, khususnya pada malam hari, serta meningkatkan rasa aman dan kenyamanan.
Dalam kegiatan tersebut, TAGANA melibatkan personel dari berbagai daerah. Tujuh personel TAGANA Kabupaten Pidie yang turut serta yakni Safrawi, M. Zubir, Kausar, Imam Munandar, Hamdani, dan Al-Furqan, bergabung bersama dua personel TAGANA Provinsi Aceh, Ardiansyah, S.Pd., dan Hasanuddin Yang akrap disapa Apayeak, serta TAGANA Kementerian Sosial RI untuk melakukan pemasangan panel surya dan pendirian shelter pengungsi di lapangan.
Di tengah keterbatasan, relawan TAGANA Aceh Utara tetap menunjukkan dedikasi tinggi dengan turun langsung membantu proses penanganan darurat. Bahkan, sebagian relawan merupakan penyintas banjir dan longsor. Tanpa mengenal lelah, mereka bahu-membahu memastikan seluruh fasilitas darurat dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak.
Selain pemasangan penerangan, TAGANA juga mendirikan shelter pengungsi di Posko Pengungsian Desa Rumoh Rayeuk. Penambahan fasilitas ini bertujuan memenuhi kebutuhan dasar warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian sekaligus memperkuat perlindungan sementara bagi korban bencana.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial Aceh menyampaikan apresiasi kepada seluruh pilar sosial dan relawan TAGANA yang menjadi ujung tombak penanganan bencana di lapangan.
“Saya berharap seluruh pilar sosial dan TAGANA terus berusaha dan melakukan yang terbaik. Walaupun pekerjaan ini sangat melelahkan, namun apa yang dilakukan dalam misi kemanusiaan ini merupakan pekerjaan mulia dan menjadi ladang amal di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa dalam kondisi darurat tidak boleh ada penundaan pekerjaan.
“Tidak ada kata terkendala bagi kita. Apa yang bisa dilakukan di depan mata, langsung kita kerjakan, karena ini adalah pekerjaan darurat. Ingat selalu misi TAGANA: We Are The First to Help and Care,” tegasnya.
Kolaborasi antara Kementerian Sosial RI, Dinsos Aceh, serta TAGANA kabupaten dan provinsi ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi pengungsi serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana terpenuhi secara optimal. *[Yahbit]



























