Dugaan Perdagangan Orang di Malaysia: Paspor Disita, Istri diperkosa, Suami Sempat Hilang 

REDAKSI

- Redaksi

Selasa, 28 April 2026 - 00:37 WIB

50760 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | Aceh / Malaysia — Kasus dugaan perdagangan manusia dan kekerasan seksual terhadap pekerja migran Indonesia mencuat setelah sepasang suami istri mengalami peristiwa tragis usai menerima tawaran kerja di Malaysia melalui media sosial. Senin (27/05/2026).

Kedua Korban adalah warga Bener Meriah provinsi Aceh, suami bernama inisial ‘KN’ usia 27 Tahun, Pekerja Tani.  Istri nya bernama inisial “HN” usia 23 tahun, Pekerja Ibu Rumah Tangga.

Korban perempuan mengalami kekerasan seksual, sementara suaminya sempat hilang. Meski kini keduanya telah ditemukan dalam kondisi selamat, paspor mereka diduga dibawa kabur oleh pelaku, sehingga keduanya terancam tidak dapat kembali ke Indonesia dan berisiko menghadapi persoalan hukum di Malaysia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kronologi: Dari Tawaran Kerja Hingga Kekerasan seksual.

Pasangan ini berangkat ke Malaysia setelah menerima tawaran pekerjaan melalui Facebook, dengan janji bekerja sebagai housekeeping bergaji RM 2.300.

Sebelum kejadian, paspor kedua korban diambil oleh pihak perekrut dengan alasan untuk pengurusan administrasi kerja. Namun setelah tiba di Malaysia, Keduanya dipisahkan dengan alasan tempat tinggal belum tersedia, “HN” Korban perempuan ditempatkan di kamar terpisah. Pada malam hari, dua pria masuk dan melakukan kekerasan seksual terhadap istri korban.

Setelah kejadian, pelaku menghilang dengan membawa paspor korban, tanpa bisa dihubungi kembali.

Transkrip Percakapan: Petunjuk Keberadaan Suami.

“HN” Korban (Istri):

“Di mana suamiku?”

“Tolong kasih tahu.”

“Kalian mau enaknya saja.”

“Di mana suami aku?”

“HP-nya mana?”

 

Pihak Diduga Pelaku:

“Ada dengan Bangla.”

“Kamu tanya dia.”

(Memberikan nomor kontak): 01128662978

 

“HN” Korban (Istri):

“Betulkah dia ada di sana?”

 

Jawaban Lanjutan Pelaku:

“Boss tak tahu.”

“Kamu bincang sama dia.”

“Dia bawa laki kamu.”

“Bos ada di Johor.”

“Apa-apa tanya si Bangla.”

 

Perkembangan Terbaru: Suami Korban “KN”  Selamat dan Melapor.

Setelah sempat hilang, suami korban akhirnya dilepaskan oleh pelaku. Kini keduanya telah kembali bersama dalam kondisi selamat.

Kedua korban juga telah melaporkan kejadian ini kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia untuk mendapatkan perlindungan dan pendampingan hukum.

Masalah Serius: Paspor Hilang dan Ancaman Hukum

Akibat tindakan pelaku, Paspor korban dibawa kabur dan tidak dikembalikan, Korban kini tidak memiliki dokumen resmi, Hal ini menyebabkan Risiko tidak bisa kembali ke Indonesia dalam waktu dekat Potensi bermasalah dengan hukum imigrasi Malaysia

Indikasi Kuat Perdagangan Orang

Kasus ini menunjukkan pola khas: Perekrutan melalui media sosial, Janji kerja dengan gaji tinggi, Penahanan paspor oleh agen, Pemisahan korban, Kekerasan dan intimidasi, Keterlibatan jaringan pelaku.

Peringatan untuk Masyarakat

Kasus seperti ini bukan pertama kali terjadi. Banyak korban pekerja migran dari Aceh yang Ditipu melalui tawaran kerja ilegal, Paspornya ditahan oleh agen, Berakhir menjadi korban kekerasan atau eksploitasi.

Masyarakat diimbau untuk:

Tidak mudah percaya pada tawaran kerja dari media sosial, Tidak menyerahkan paspor kepada pihak tidak resmi, Selalu menggunakan jalur legal.

👉 Jika ingin bekerja di Malaysia atau luar negeri, daftarlah melalui jalur resmi pemerintah, yaitu melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang terdaftar dan diawasi oleh negara.

Desakan Penanganan

Pihak keluarga dan masyarakat mendesak: Penangkapan pelaku oleh aparat Malaysia, Perlindungan maksimal dari KBRI, Penerbitan dokumen darurat agar korban bisa pulang.

 

Catatan: Identitas korban disamarkan demi keamanan. (Red)

Berita Terkait

Isteri Gubernur, Marlina Muzakir Turun ke Dapur TAGANA, Ikut Bungkus Nasi untuk Korban Banjir Aceh Selatan
Baru Selesai Dibangun Sudah Retak, Proyek TKS Ratu Nahrisyah Rp801 Juta Jadi Sorotan
Wujudkan Kearsipan Modern, DISKOMDIGPUS Gelar Sosialisasi
Bupati Pidie Jaya Kunci Arah Pemulihan Pascabanjir, Dua Hari Pendalaman Disiapkan untuk Merumuskan Langkah Strategis
Dinsos Aceh Salurkan Bantuan Tahap Kedua kepada Tujuh KK Korban Kebakaran Punie
Banjir Berulang Jadi Perhatian, Bupati Pidie Jaya Dorong Penanganan Sungai Ulim Tuntas 2026
Pemko Langsa Kunjungi dan Serahkan Bantuan Sosial kepada Ibu Nur Asiah di Sungai Pauh Induk
Kalapas Lakukan Trolling Blok Hunian Pastikan Keamanan Sekaligus Sapa Warga Binaan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 21:06 WIB

Perkuat Sinergi Keamanan, Kalapas Narkotika Samarinda Kunjungi Polresta Samarinda

Senin, 2 November 2026 - 19:43 WIB

Lapas Narkotika Samarinda Perkuat Integritas dan Solidaritas Melalui Apel Pagi Senin

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lapas Narkotika Samarinda Gelar Sidang TPP, Bahas 34 Usulan Warga Binaan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:29 WIB

Jumat Berkah, Lapas Narkotika Samarinda Salurkan 75 Kg Beras untuk Masyarakat RT 22 Samarinda Utara

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Narkotika Samarinda Panen Kangkung Hasil Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Majelis Taklim Jadi Sarana Pembinaan Kepribadian Warga Binaan Lapas Narkotika Samarinda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:14 WIB

Kalapas Narkotika Samarinda Ikuti Pelantikan Pimpinan Tinggi Kemenimipas dan Kick Off Hari Bakti ke-2 Tahun 2026 Secara Virtual

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Lapas Narkotika Samarinda Kobarkan Semangat Patriotik, Gigih, dan Berempati

Berita Terbaru