Foto: Ustaz.Muhammad Zulfadli, S.Pd.,M.Pd.(Dok.TLii- Aceh)
TIMELINES iNEWS INVESTIGASI ||KOTA JANTHO, ACEH BESAR – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Balai Pengajian Ibu-Ibu Raudhatul Jinan, Desa Bineh Blang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, berlangsung khidmat dan penuh nuansa keagamaan.
Ceramah Maulid diisi Ustaz Muhammad Zulfadli Razali, S.Pd., M.Pd., yang mengajak jamaah meningkatkan rasa syukur atas berbagai nikmat Allah SWT serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Muhammad Zulfadli mengingatkan jamaah untuk mensyukuri tiga nikmat utama yang diberikan Allah SWT, yakni mata, telinga, dan mulut.
Menurutnya, mata harus digunakan untuk melihat kebaikan dan membaca Al-Qur’an, telinga untuk mendengar nasihat serta ilmu agama, sedangkan mulut hendaknya digunakan untuk berzikir, berkata jujur dan menyampaikan kebaikan.
Ia juga menegaskan bahwa Rasulullah SAW merupakan uswatun hasanah atau teladan terbaik bagi umat Islam. Kejujuran, amanah, kecerdasan, kasih sayang serta keluhuran akhlak Rasulullah, kata dia, harus menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan.
Ustaz Zulfadli juga mengingatkan pentingnya memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, selawat yang dibiasakan dalam lisan dapat mengarahkan seseorang untuk mengucapkan perkataan yang baik dan bermanfaat serta menjadi bagian dari proses memperbaiki akhlak.
“Dengan meneladani Rasulullah SAW dan mengamalkan ajaran Islam secara ikhlas, insyaallah kita dapat meraih rida Allah SWT dan menjadi bagian dari hamba yang mendapatkan kenikmatan surga,” pesannya.
Sementara itu, Pimpinan Balai Pengajian Raudhatul Jinan, Ummi Rahimun, yang diwakili Ustaz Azhar, menyampaikan terima kasih kepada kaum ibu dan masyarakat yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh ibu-ibu dan masyarakat yang telah mendukung kegiatan mulia ini. Semoga seluruh dukungan dan partisipasi yang diberikan mendapat balasan pahala dari Allah SWT,” ujarnya.
Geuchik (Kepala Desa) Bineh Blang, Jufran Djohan, mengatakan kegiatan Maulid tersebut terlaksana berkat dukungan dan gotong royong masyarakat, baik berupa tenaga, finansial maupun logistik.
Dalam kesempatan itu, Jufran juga menjelaskan persoalan data desil penerima bantuan. Ia menegaskan pemerintah desa tidak memiliki kewenangan untuk menurunkan atau mengubah Desil.
Upaya perbaikan hanya dapat dilakukan melalui pembaruan data oleh petugas serta pembahasan dan seleksi melalui musyawarah desa.
Kegiatan Maulid tersebut diharapkan tidak hanya menjadi momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi, meningkatkan rasa syukur, serta mendorong jamaah mengamalkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari *[Yahbi]





































