TLii|ACEH TIMUR — Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Aceh Timur di bawah kepemimpinan Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky.
Memasuki sekitar 1,5 tahun masa kepemimpinannya, sejumlah kebutuhan infrastruktur masyarakat mulai mendapat penanganan secara bertahap, di tengah keterbatasan kemampuan anggaran daerah.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah ruas jalan penghubung wilayah Kecamatan Idi Tunong hingga Banda Alam. Berdasarkan pantauan di lapangan, pekerjaan penanganan dan pengaspalan pada sejumlah titik di ruas tersebut mulai berjalan.
Kondisi jalan Idi Tunong sebelumnya menjadi keluhan masyarakat. Pada Juni 2026, Ketua Forum Keuchik Kecamatan Idi Tunong bahkan menyebut sejumlah ruas jalan di wilayah tersebut mengalami kerusakan parah dan berdampak terhadap mobilitas serta aktivitas ekonomi warga.
Selain jalan, akses jembatan di kawasan Naleung, Kecamatan Julok, juga menjadi perhatian. Jembatan penghubung Gampong Lhee dan Gampong Naleung diketahui telah ambruk sejak 2022 dan selama ini membuat masyarakat mengandalkan rakit untuk menyeberang. Kondisi tersebut kembali diberitakan pada September 2026.
Sebelumnya, Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky juga telah meninjau langsung kondisi Jembatan Naleung pada Oktober 2025. Saat itu, masyarakat memang masih menggunakan rakit sebagai akses penyeberangan setelah jembatan tidak dapat digunakan.
Seorang warga Naleung menyampaikan apresiasi atas adanya perhatian pemerintah terhadap persoalan jembatan tersebut.
“Kami masyarakat Desa Naleung mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Bupati Aceh Timur. Jembatan ini sudah sangat lama rusak, kami harus pakai rakit untuk menyeberang. Alhamdulillah sekarang akan dibangun,” ujar warga.
Penanganan infrastruktur tersebut dinilai penting karena jalan dan jembatan merupakan akses utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk menuju sekolah, pusat perdagangan, serta membawa hasil pertanian dan perkebunan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur sebelumnya juga telah mencatat sejumlah program pembangunan jalan. Pada 2025, misalnya, Pemkab menyebut pembangunan jalan aspal sepanjang 6.840 meter dilakukan melalui program daerah.
Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh Timur.
“Mohon dukungan kepada seluruh masyarakat Aceh Timur untuk sama-sama kita berjuang membangun Aceh Timur. Pembangunan ini untuk kita semua, tanpa membedakan pilihan politik. Jalan lancar, ekonomi maju, Aceh Timur kuat dan Garang,” ujar Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky, Selasa (29/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai komitmen bahwa pembangunan diarahkan untuk kepentingan masyarakat secara luas, tanpa membedakan latar belakang pilihan politik.
Dengan berjalannya penanganan jalan dan adanya tindak lanjut terhadap kebutuhan pembangunan jembatan, masyarakat berharap akses transportasi semakin baik dan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah Aceh Timur dapat berjalan lebih lancar.
Reporter: Zulkarnaini


































