TLii | SUMUT LAPAS PEMUDA KLS III LANGKAT
24/09/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Langkat Di balik perbedaan keyakinan, tersimpan harapan yang sama. Hal tersebut tercermin dalam pelaksanaan pembinaan kepribadian bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas III Langkat.

Melalui pembinaan kepribadian, warga binaan diberikan ruang untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Warga binaan beragama Islam, Nasrani, maupun Hindu mendapatkan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus melakukan refleksi dan memperbaiki diri.

Ketika ditanya mengenai doa yang mereka panjatkan, jawabannya sederhana, namun sarat makna. Kesehatan, kebahagiaan keluarga, ketenangan hati, serta kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan menjadi harapan yang ingin mereka wujudkan.
Kegiatan pembinaan kepribadian tersebut tidak hanya menjadi sarana penguatan kehidupan spiritual, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan kesiapan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah keluarga dan masyarakat.
Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk saling menghormati. Sebaliknya, keberagaman menjadi ruang untuk menumbuhkan sikap toleransi dan kesadaran bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri.
Pada akhirnya, setiap doa memiliki tujuan yang serupa: memohon kekuatan untuk menjadi lebih baik, membahagiakan keluarga, serta kembali menjadi bagian yang bermanfaat bagi masyarakat.
Berbeda cara berdoa, sama harapannya, Terangnya.
#LapasPemudaLangkat #Pemasyarakatan #Imipas #Ditjenpas #KanwilDitjenpasSumut #PembinaanKepribadian #Toleransi #BerbedaCaraBerdoaSamaHarapannya #WargaBinaan #PemasyarakatanPastiBermanfaat
(***)


































