Maraknya Judi Online di Kalangan Mahasiswa, Ancaman Serius Bagi Masa Depan Generasi Muda

REDAKSI 1

- Redaksi

Rabu, 5 Februari 2025 - 22:19 WIB

50140 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | ACEH | Lhoksemawe 5 Februari 2025 – Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena judi online telah menjadi ancaman serius bagi generasi muda, khususnya di kalangan mahasiswa. Kemudahan akses promosi yang agresif, serta iming-iming keuntungan instan menjadikan judi online semakin diminati.

Alih-alih menjadi hiburan semata, aktivitas ini justru membawa dampak negatif yang merusak berbagai aspek kehidupan mahasiswa, mulai dari akademik, psikologis, hingga finansial.

Alih-alih menjadi hiburan semata, aktivitas ini justru membawa dampak negatif yang merusak berbagai aspek kehidupan mahasiswa, mulai dari akademik, psikologis, hingga finansial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Jagat Raya Tambunan, Wakil ketua 2 PMII Komisariat Universitas malikussaleh, maraknya judi online di kalangan mahasiswa memberikan sejumlah dampak serius yang perlu segera diatasi. Ia menyoroti tiga aspek utama yang terdampak:

1. Dampak Akademik
Kecanduan judi online berdampak langsung pada penurunan prestasi akademik mahasiswa. Banyak mahasiswa yang mengorbankan waktu belajar demi berjudi, sehingga kehilangan fokus dan produktivitas dalam perkuliahan. Akibatnya, prestasi akademik menurun, bahkan tidak sedikit yang harus mengambil cuti kuliah atau berhenti karena terjerat masalah keuangan.

2. Dampak Psikologis
Kerugian finansial yang terus-menerus dialami mahasiswa memicu tekanan mental yang besar, mulai dari stres, kecemasan, hingga depresi. Mahasiswa yang terjebak dalam siklus kekalahan sering merasa bersalah dan takut, sehingga menarik diri dari lingkungan sosial. Beberapa kasus kecanduan judi online bahkan berujung pada tindakan kriminal atau percobaan bunuh diri.

3. Dampak Finansial
Salah satu bahaya terbesar dari judi online adalah kehancuran finansial. Mahasiswa yang kecanduan sering kali menggunakan uang kuliah dan uang saku untuk berjudi. Mereka bahkan berutang kepada teman, menggadaikan aset, hingga meminjam melalui aplikasi pinjaman online. Akibatnya, mereka terjebak dalam lingkaran utang yang sulit keluar, yang tidak jarang turut menyeret keluarga ke dalam krisis finansial yang serius.

Peran Pemerintah, Kampus, dan Keluarga

Menanggapi fenomena ini, Jagat Raya Tambunan menekankan pentingnya peran semua pihak dalam upaya pencegahan. Pemerintah perlu memperkuat regulasi terhadap situs judi online serta menindak tegas pihak yang mempromosikannya. Kampus diharapkan lebih aktif memberikan edukasi mengenai bahaya judi online serta menyediakan layanan konseling untuk mahasiswa yang membutuhkan. Sementara itu, keluarga memiliki peran besar dalam memberikan perhatian dan dukungan kepada mahasiswa agar mereka tidak terjerumus lebih jauh.

Kesadaran, edukasi, dan regulasi yang komprehensif merupakan kunci utama untuk mencegah dan mengatasi kecanduan judi online di kalangan mahasiswa. Sinergi antara pemerintah, kampus, keluarga, dan mahasiswa itu sendiri sangat dibutuhkan demi melindungi masa depan generasi muda dari ancaman ini. (Diki)

Berita Terkait

DIKPI Inisiasi Pembentukan Asosiasi Perguruan Tinggi Kajian Ilmu Kepolisian Indonesia untuk Memperkuat Ekosistem Keilmuan Kepolisian
Bupati Pidie Jaya Serahkan Excavator Bantuan KKP RI, Perkuat Pemulihan Perikanan dan Ekonomi Pesisir
UNIDA Lepas 136 Mahasiswa KKN, Siap Mengabdi di Aceh Besar dan Thailand
Armada Truk Fuso Perkuat Koperasi Desa Merah Putih, Bupati: Penggerak Ekonomi dan Ketahanan Pangan Desa
Bapas Kelas I Palangka Raya Komitmen Jaga Nilai Kebangsaan Lewat Dekorasi Merah Putih HUT ke-81 RI
Bongkar 96 Kasus BBM Ilegal Sepanjang 2026, Kapolda Sumsel Hadirkan Solusi Gakkum dan Ekonomi Legal
NgoPI Disertasi Edisi ke-63 Program Doktor Fiqh Modern UIN Ar-Raniry Bahas Rekonstruksi Model Restorative Policing Berbasis Maqashid al-Syari’ah
140 Tahun Perkeretaapian di Sumatera Utara, Dari Jalur Perkebunan Menjadi Penggerak Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:26 WIB

Seleksi MagangHub Batch I Angkatan II, Rutan Labuhan Deli Uji Kompetensi Dan Motivasi Peserta

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:16 WIB

Bupati Pidie Jaya Terima Dividen Bank Aceh Rp2,07 Miliar dan Zakat Perusahaan Rp400 Juta, Tegaskan Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Daerah

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Patroli Rutin Timsus Dayok Mirah Polres Pematangsiantar Amankan Dua Sepedamotor Knalpot Brong

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:50 WIB

Ciptakan Situasi Kondusif Polres Pematangsiantar Patroli BLP 

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:07 WIB

Mendengar Kisah Pilu 5 Anak yang Ditinggalkan Orang Tuanya, Polisi Pidie Jaya Ulurkan Bantuan*

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Langsa Terima Penghargaan Terbaik se Sumatera

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:21 WIB

Kapolres Pidie Jaya Terima Silaturahmi Pimpinan Cabang Bank Aceh Syariah Meureudu, Perkuat Sinergi untuk Keamanan dan Pelayanan Masyarakat

Senin, 3 Agustus 2026 - 01:10 WIB

Pasporia di CFD Belawan: Imigrasi Layani 5 Permohonan Paspor Baru Dan Penggantian

Berita Terbaru

PEMATANG SIANTAR

Ciptakan Situasi Kondusif Polres Pematangsiantar Patroli BLP 

Senin, 3 Agu 2026 - 12:50 WIB