Pemanfaatan Potensi Lokal: Inovasi Daun Pepaya Jadi Inhibitor Korosi oleh Tim Universitas Samudra

Zul

- Redaksi

Jumat, 15 Agustus 2025 - 17:32 WIB

50352 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammad Isra, S.T., M.T, dan Fauzan., S.T. M.T. bersama Kelompok Tani pada program PKM tahun 2025, Pembuatan Inhibitor Korosi tersebut dengan memanfaatkan daun ekstrak carica papaya L di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, (Foto : Timelinesinews.com).

TIMELINES INEWS INVESTIGASI | LANGSA

Kota Langsa – Universitas Samudra (UNSAM) Langsa melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) serta dengan pendanaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar pelatihan Pembuatan Inhibitor Korosi dari bahan alami kepada Kelompok Tani Aceh Tamiang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelatihan ini digelar dan dibimbing langsung oleh Dosen Universitas Samudra Muhammad Isra, S.T., M.T, bersama Fauzan., S.T. M.T. melalui program PKM tahun 2025, Pembuatan Inhibitor Korosi tersebut dengan memanfaatkan daun ekstrak carica papaya L di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, Jum’at (15/08/2025).

“Adapun kegiatan ini bertujuan memperkenalkan alternatif yang sangat ramah lingkungan untuk memperlambat laju korosi pada logam, sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal yang mudah dijangkau,” pungkas Muhammad Isra kepada Timelinesinews.com.

Dalam pelaksanaannya, Ia pun menjelaskan tim dosen bersama masyarakat dengan melalui beberapa proses dan tahapan mulai dari persiapan, pengujian, pengemasan, hingga sampai dengan penyuluhan.

Dimana, daun pepaya dijemur selama enam jam untuk mengurangi kadar air tanpa menghilangkan kandungan aktifnya. Setelah kering, daun digiling menjadi bubuk, kemudian direndam dalam alkohol selama tiga hari.

Lalu, hasil perendaman ini disaring dan diuapkan dengan rotary vacuum evaporator pada suhu 60°C selama dua jam untuk menghasilkan ekstrak pekat yang kemudian dikemas dalam botol sebagai produk inhibitor dan selanjutnya diuji, lanjut Muhammad Isra memaparkan.

Dari tahapan tampaklah hasil awal pengujian yang menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya mampu memperlambat laju korosi, yang dibuktikan dengan pengukuran nilai potensial material menggunakan multimeter dan elektroda referensi.

“Keberhasilan uji coba ini memperlihatkan bahwa daun pepaya memiliki potensi besar sebagai inhibitor alami,” terang Dosen UNSAM itu.

Disamping itu, kegiatan ini juga menjadi sarana penyuluhan kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman mengenai peran inhibitor dan cara sederhana untuk membuatnya.

“Kegiatan kami disambut baik dan ini terlihat dari antusiasme warga yang tergabung dalam kelompok tani untuk ikut berpartisipasi aktif tidak hanya mendengarkan, tetapi juga ikut terlibat langsung dalam praktik pembuatan,” cetusnya.

Selaku Ketua Tim Muhammad Isra, S.T., M.T. juga menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bahan alami untuk mengatasi masalah korosi.

Menurutnya, inovasi berbasis potensi lokal ini tidak hanya menjadi solusi teknis, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Fauzan, S.T., M.T. turut menambahkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting untuk memastikan keberlanjutan program ini.

“Hasil PKM ini membuktikan bahwa pemanfaatan daun pepaya sebagai inhibitor korosi merupakan langkah efektif, praktis, efisien dan tentunya ramah lingkungan,” ungkap Fauzan.

Tidak hanya itu, kini Masyarakat Gampong Mekar Jaya telah memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan dalam menjaga peralatan dan infrastruktur mereka, sekaligus menjadi contoh penerapan solusi lokal untuk permasalahan umum yang dihadapi sehari-hari, jelas Fauzan.

Berita Terkait

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar
Pemerintah Aceh Salurkan Buffer Stock Penanggulangan Bencana, Tiga Daerah Terima Bantuan Rp5,38 Miliar
Pulang Kampung, Kombes Carlie Syahputra Ditunjuk Jadi Kabidpropam Polda Aceh
Transformasi Kinerja Pemasyarakatan, Kalapas Narkotika Samarinda Hadiri Sertijab Kepala LPKA Tenggarong
Lapas Perempuan Pekanbaru Optimalkan Lahan, WBP Berhasil Panen Kacang Tanah Usia 3 Bulan
Zero Narkoba”, Lapas Perempuan Pekanbaru Pastikan Pegawai dan WBP Bersih Lewat Tes Urine
Mengenal Lebih Dekat Bapas Kelas I Medan, Bersama Melayani dan Mengabdi
Stasiun Belawan Catat 18.636 TEUs Peti Kemas, KAI Dorong Integrasi Kereta Api-Pelabuhan di Sumut

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 18:04 WIB

Zero Narkoba”, Lapas Perempuan Pekanbaru Pastikan Pegawai dan WBP Bersih Lewat Tes Urine

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Prestasi WBP”, Lapas Perempuan Pekanbaru Tutup PORSENAP dengan Pembagian Hadiah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:12 WIB

Dukung Program Akselerasi, Lapas Perempuan Pekanbaru Bekali WBP Keterampilan Pertanian

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Maulid Nabi di Lapas Perempuan Pekanbaru: Momentum Perbaiki Diri dan Perkuat Iman WBP

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Panen Hasil Kerja Keras, Warga Binaan Lapas Perempuan Pekanbaru Buktikan Semangat Kemandirian

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Rumah Gizi Lapas Perempuan Pekanbaru Jadi Ruang Edukasi dan Perlindungan Anak Warga Binaan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 01:28 WIB

Melalui Panen Kangkung, Lapas Perempuan Pekanbaru Bekali WBP Keterampilan dan Kemandirian

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Lapas Perempuan Pekanbaru Rutin Periksa Kesehatan Warga Binaan

Berita Terbaru

BMA Sebut Muzaki Terbesar di Aceh

ACEH

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar

Rabu, 2 Sep 2026 - 00:58 WIB