TLii | MEDAN | PT KAI PERSERO DIVRE I SUMUT
01/09/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI , Medan, 31 Agustus 2026 PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Divre I Sumut) terus memperkuat peran Stasiun Belawan sebagai salah satu gerbang logistik strategis yang terintegrasi dengan kawasan pelabuhan di Sumatera Utara.

Komitmen tersebut mengemuka saat KAI Divre I Sumut mendampingi kunjungan kerja Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra) ke Stasiun Belawan, Senin (31/8). Kunjungan yang dipimpin Asisten Deputi Konektivitas Darat dan Perkeretaapian Kemenko Infra, Hermin Esti Setyowati, tersebut dilakukan untuk meninjau potensi serta kesiapan sarana dan prasarana perkeretaapian dalam mendukung konektivitas dan sistem logistik daerah.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan Stasiun Belawan memiliki posisi vital dalam mendukung kelancaran arus barang, distribusi komoditas, hingga pergerakan peti kemas yang terhubung langsung dengan aktivitas kepelabuhanan.

“Stasiun Belawan memiliki posisi strategis dalam mendukung pergerakan logistik. Keberadaan layanan angkutan barang melalui kereta api menjadi bagian penting dari konektivitas distribusi komoditas dan peti kemas di Sumatera Utara,” ujar Anwar di Medan, Senin.

Berdasarkan data KAI Divre I Sumut, hingga Agustus 2026, angkutan barang yang melintasi Stasiun Belawan mencatat volume bongkaran sebesar 27.460 ton crude palm oil (CPO) dan 537 ton lateks dari berbagai pabrik perkebunan menuju pelabuhan.
Sementara itu, layanan angkutan peti kemas hingga periode yang sama telah mencapai 18.636 twenty-foot equivalent unit (TEUs), yang terdiri atas 12.773 TEUs muat dan 5.863 TEUs bongkar. Khusus volume muat peti kemas, terjadi peningkatan signifikan sebesar 83 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 6.974 TEUs.
Menurut Anwar, peningkatan aktivitas angkutan barang tersebut menunjukkan pentingnya peran transportasi kereta api dalam mendukung kelancaran rantai pasok dan konektivitas antarsimpul ekonomi di Sumatera Utara.
“Distribusi peti kemas yang diangkut dari Stasiun Belawan menyuplai simpul-simpul ekonomi daerah, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, turut menjaga kelancaran rantai pasok dan stabilitas harga kebutuhan masyarakat di Sumatera Utara,” ungkapnya.
Selain berfungsi sebagai simpul logistik, Stasiun Belawan juga memiliki nilai historis dalam layanan angkutan penumpang. Stasiun ini pernah menjadi bagian dari konektivitas transportasi yang menghubungkan kawasan Belawan dengan pusat Kota Medan.
Kereta api penumpang terakhir yang melayani lintas Medan–Belawan adalah KA Srilelawangsa. Layanan tersebut kemudian dihentikan pada 2010 seiring menurunnya volume penumpang.
Sejalan dengan perkembangan kebutuhan konektivitas dan mobilitas masyarakat, KAI menyatakan terbuka untuk mendukung peninjauan serta kajian komprehensif bersama para pemangku kepentingan terkait potensi reaktivasi maupun pengembangan layanan angkutan penumpang di masa mendatang.
“Pengembangan layanan perkeretaapian tentu membutuhkan kajian menyeluruh dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, pola perjalanan, kesiapan prasarana, serta aspek operasional.
KAI siap mendukung koordinasi dan kajian teknis untuk mengoptimalkan potensi konektivitas serta memperkuat peran Stasiun Belawan sebagai pusat integrasi logistik maupun angkutan penumpang di Sumatera Utara,” tutup Anwar.
Melalui penguatan konektivitas tersebut, KAI Divre I Sumut berkomitmen untuk terus mengoptimalkan transportasi kereta api sebagai bagian dari ekosistem logistik dan mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi serta pemerataan konektivitas di Sumatera Utara, Tutupnya.
(***)




































