Dari Alih Tanaman Ganja ke Kopi Unggulan: Perjalanan Panjang Program GDAD Gayo Lues Hingga Raih Penghargaan Nasional

REDAKSI

- Redaksi

Sabtu, 13 September 2025 - 19:46 WIB

50127 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TimeLines INews Investigasi | Lido, Jawa Barat – Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman, S.T., M.Si., menerima penghargaan dari Kepala BNN RI Irjen Pol Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si., dalam kegiatan Commander Wish Kepala BNN RI yang digelar di GOR Balai Besar Rehabilitasi BNN, Lido, Jawa Barat, Kamis (11/9/2025).

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan pelaksanaan Program Grand Design Alternative Development (GDAD) di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, yang dinilai sukses mengalihkan tanaman narkotika (ganja) menjadi komoditas unggulan berbasis kopi.

Awal Program (2016–2018)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program GDAD diinisiasi oleh Direktorat Pemberdayaan Alternatif, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN RI, sejak 2016 dengan tiga lokasi pilot project di Aceh Besar, Bireuen, dan Gayo Lues. Pada tahap awal, fokus diarahkan pada membangun kepercayaan stakeholder dan masyarakat melalui pemetaan kawasan rawan ganja, harmonisasi kebijakan tingkat pusat hingga daerah, serta serangkaian rapat koordinasi dan audiensi.

 

Penanaman Perdana (2018)

Tahun 2018 menjadi tonggak awal pelaksanaan program di lapangan. BNN RI bersama Kementerian Pertanian dan Pemkab Gayo Lues menggelar penanaman perdana komoditas kopi seluas 100 hektare, melibatkan 100 petani mantan penanam ganja maupun masyarakat rentan. Program ini disertai pemberian bibit, pendampingan, serta penguatan kelembagaan petani.

 

Ekspansi Lahan dan Agrowisata (2019–2022)

Periode 2019–2022 ditandai dengan perluasan lahan hingga 500 hektare per tahun, serta pembangunan demplot agrowisata seluas 20 hektare. Total hingga 2022, lahan yang ditanami kopi mencapai 2.120 hektare dengan jumlah petani binaan sebanyak 2.110 orang. Tahun 2022 juga menjadi momentum bersejarah dengan ekspor perdana kopi hasil GDAD ke jaringan internasional Starbucks.

 

Penguatan Kelembagaan dan Sertifikasi (2023)

Pada 2023, koperasi petani dibentuk sebagai rantai pemasok kopi arabika Gayo. Sebanyak 1.007 petani memperoleh sertifikasi C.A.F.E Practices dari Sustainable Development Service melalui PT Ujang Jaya International bersama Starbucks. Sertifikasi ini membuka peluang ekspor yang lebih luas dengan harga jual biji kopi yang kompetitif.

 

Pengembangan Agrowisata (2024)

Memasuki 2024, program GDAD berfokus pada pembibitan, pengembangan agrowisata, dan kebun percontohan di empat Desa Bersinar: Desa Gajah, Desa Beranang, Desa Kota Blangkejeren, dan Desa Sepang.

 

Puncak Penghargaan (2025)

Keberhasilan GDAD Gayo Lues dinilai bukan hanya berhasil mengalihkan mantan petani ganja menjadi petani kopi produktif, tetapi juga menghadirkan dampak nyata pada perekonomian daerah. Kopi hasil program ini kini menjadi sumber pendapatan masyarakat, meningkatkan pendapatan per kapita, sekaligus menjadi penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gayo Lues.

 

Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman, menegaskan capaian ini tidak lepas dari dukungan masyarakat serta kelompok tani yang tergabung dalam Koperasi Kopi Merah Putih Gayo Lues Bersinar.

> “Keberhasilan Program GDAD di Gayo Lues adalah hasil kolaborasi seluruh pihak, dari petani, masyarakat, pemerintah daerah hingga mitra kerja internasional. Ini bukti bahwa kopi bisa menjadi solusi alih profesi yang berkelanjutan,” ujarnya.

(Kang Juna)

Berita Terkait

Lapas Singkawang – Disdikbud Singkawang Sparring Badminton, Perkuat Sinergi dan Kebugaran
Kalapas Pemuda Langkat Kunjungi Polres Langkat, Bahas Strategi Antisipasi Gangguan Kamtib
Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar
Pemerintah Aceh Salurkan Buffer Stock Penanggulangan Bencana, Tiga Daerah Terima Bantuan Rp5,38 Miliar
Pulang Kampung, Kombes Carlie Syahputra Ditunjuk Jadi Kabidpropam Polda Aceh
Transformasi Kinerja Pemasyarakatan, Kalapas Narkotika Samarinda Hadiri Sertijab Kepala LPKA Tenggarong
Target 2027: Bapas Palangka Raya Siapkan Diri Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani
Lapas Perempuan Pekanbaru Optimalkan Lahan, WBP Berhasil Panen Kacang Tanah Usia 3 Bulan

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 23:31 WIB

Momentum Regenerasi Pemimpin, Lapas Narkotika Samarinda Hadiri Sertijab dan Pisah Sambut Karutan Balikpapan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:30 WIB

Perkuat Sinergi Pemasyarakatan, Lapas Narkotika Samarinda Hadiri Sertijab dan Pisah Sambut Kalapas Bontang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Panen Kacang Panjang dan Timun, Lapas Narkotika Samarinda Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:28 WIB

Bangun Sinergi Akademik, Lapas Narkotika Samarinda Jajaki Kerja Sama Dengan Fakultas Hukum UNTAG

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:21 WIB

Pawai Kemerdekaan, Band Lapas Narkotika Samarinda Meriahkan HUT ke-81 RI

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Lapas Narkotika Samarinda Gelar PORSENAP Lomba Tradisional

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:30 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Lapas Narkotika Samarinda Gelar Upacara Bendera dan Serahkan Remisi Umum kepada Warga Binaan Pemasyarakatan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:31 WIB

Hadir di Tengah Masyarakat, Lapas Narkotika Samarinda Bersama PIPAS Semarakkan Kemerdekaan dengan Berbagi

Berita Terbaru

BMA Sebut Muzaki Terbesar di Aceh

ACEH

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar

Rabu, 2 Sep 2026 - 00:58 WIB