Peusaba Aceh Meminta Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh Restorasi Kembali Makam Permaisuri Sultan Iskandar Muda 

SAMSUL EDI, S.HUT., M.Kv

- Redaksi

Kamis, 11 September 2025 - 06:14 WIB

50181 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLII>>Ketua Peusaba Aceh Mawardi Usman meminta Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh agar dapat merestorasi kembali kawasan Makam Permaisuri Sultan Iskandar Muda.

 

Kawasan Ini merupakan kawasan inti dan penting bagi situs sejarah. Peusaba juga mengapresiasi langkah Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh yang sering bergotong royong membersihkan nisan kerajaan dan situs sejarah di Aceh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peusaba Aceh Meminta Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh Restorasi Kembali Makam Permaisuri Sultan Iskandar Muda

Sultan Iskandar Muda (memerintah 1607-1636 M), adalah cucu dari Sultan Sayyidil Al Mukammil (memerintah 1589-1604 M).

 

Setelah turun tahta 1604 M maka Sultan pindah ke Merduati, pada tahun 1605 M Sultan Sayyidil Al Mukammil wafat. Sultan Iskandar Muda kemudian berangkat menuju Pidie langsung ke Reubee untuk berguru kepada Teungku Chik Di Reubee. Sultan Iskandar Muda kemudian bertemu dengan Serikandi Istana Reube Putri Sendi Ratna Indra yang merupakan anak dari Tgk Chik Di Reubee.

 

Sultan Iskandar Muda menikahi Putroe Sendi Ratna Indra dan menjadikannya Permaisuri kerajaan Aceh Darussalam. Dari pernikahan itu lahir Abangta Poteu Cut Meurah Pupok dan Sultanah Tajul Alam Safiatuddin. Putroe Sendi Ratna Indra di Aceh lebih dikenal dengan nama Putroe Sani.

 

Putroe Sani sangat berjasa besar membantu dan mendampingi Sultan Iskandar Muda, termasuk pada masa sulit ketika konflik perang melawan Portugis. Setelah Sultan Iskandar Muda naik tahta tahun 1607 M, Sultan Iskandar Muda membangun kerajaan Aceh Darussalam menjadi kuat dan kokoh kembali.

 

Putroe Sani berperan sangat penting sebagai Istri, Permaisuri dan penasehat bagi Sultan Iskandar Muda. Menarik juga di kaji kenapa nisan Putroe Sani ada di Pidie, belum dibahas oleh sejarawan sehingga perlu diteliti dan dikaji kembali kenapa Putroe Sani memilih dimakamkan di Pidie bukan kawasan Istana Darud Donya.

 

Peusaba juga mengapresiasi langkah Budayawan Aceh Tarmizi A Hamid atau Cek Midi, Arkeolog Prof. Husaini Ibrahim dan Dosen UIN Hasan Basri M Nur yang telah berkunjung dan menaikkan kabar rusaknya situs ini ke media. Sebelumnya banyak yang tidak tahu lokasi makam Putroe Sani Permaisuri Sultan Iskandar Muda, lalu sekarang sudah banyak yang tahu, ini adalah langkah bijaksana dalam perlindungan sejarah dan budaya.

 

Maka Peusaba meminta Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh mensosialisasikan pentingnya situs sejarah Aceh. Karena kurangnya pemahaman akan situs sejarah banyak situs sejarah yang hilang, rusak atau di curi oleh berbagai pihak yang tidak bertanggungjawab.

 

Kejadian terbaru adalah hilangnya Situs Kompleks Nisan Maharaja Di Gampong Jawa Kecamatan Kutaraja Bandar Aceh yang berisi sekira puluhan batu nisan. Padahal nisan-nisan itu ditemukan dalam area lahan lebat di Gampong Jawa. kemudian ada pihak yang mencuri batu-batu nisan dengan alasan di bawa ke Museum. “Meseum hana tatupat, nisan ka gadoh memang pelaku itu kurang ajar betul”, geram ketua Peusaba Aceh.

 

Ketua Peusaba Aceh meminta Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh membuat aturan yang jelas tentang pencurian situs batu nisan.

 

Sekarang di Aceh banyak situs nisan dicuri, dimusnahkan dan dipindahkan oleh pihak mafia tanah bekerjasama dengan museum gadungan, yang berpura-pura menampung nisan curian padahal rencananya untuk memusnahkan situs pemakaman Kerajaan Aceh.

 

Kasus Pencurian Situs nisan-nisan ini malah melibatkan dan dilakukan oleh orang-orang yang mengaku sebagai Budayawan , Sejarahwan atau Kolektor Manuskrip dan museum gadungan.

 

“Mereka orang mengaku intelektual yang sehari-hari berkutat dengan pelestarian warisan sejarah, tapi bukannya melindungi warisan situs sejarah Aceh, mereka malah terlibat tindakan kriminal memusnahkan dan mencurinya!”, Kata Ketua Peusaba tak habis pikir.

 

Pemerintah Aceh, yang juga sudah mengetahui kasus ini, diminta jangan hanya diam saja membiarkan tindakan illegal pencurian batu nisan dan situs kerajaan.

 

Jika tindakan kriminal ini terus dibiarkan maka akan banyak situs nisan era Kesultanan Aceh Darussalam yang raib dicuri.

 

Apa juga dibanggakan dari Aceh Negeri Besar :”Pat Raya Nanggroe Aceh kubu Raja ngen Ulama Indatu di Peugot keu proyek Tinja IPAL di Gampong Pande. Jinoe Nisan di Gampong Jawa di Cue le Pancuri Aneuk bajeung. Cucoe Abu Lahab Publoe Canggruek yang pah sit tat tatampa ngen ta teupuek”, marah ketua Peusaba Aceh.

 

Ketua Peusaba Aceh meminta semua pihak di Aceh benar-benar serius melindungi sejarah Aceh. Sejarah Aceh adalah sejarah besar yang wajib dilindungi, sebagai pembelajaran masa kini dan warisan untuk generasi yang akan datang. Karena Situs Sejarah Aceh adalah situs sejarah Perkembangan Islam yang menyimpan bukti perkembangan Islam di kawasan Timur dunia yakni Asia Tenggara.

Berita Terkait

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar
Pemerintah Aceh Salurkan Buffer Stock Penanggulangan Bencana, Tiga Daerah Terima Bantuan Rp5,38 Miliar
Pulang Kampung, Kombes Carlie Syahputra Ditunjuk Jadi Kabidpropam Polda Aceh
Transformasi Kinerja Pemasyarakatan, Kalapas Narkotika Samarinda Hadiri Sertijab Kepala LPKA Tenggarong
Lapas Perempuan Pekanbaru Optimalkan Lahan, WBP Berhasil Panen Kacang Tanah Usia 3 Bulan
Zero Narkoba”, Lapas Perempuan Pekanbaru Pastikan Pegawai dan WBP Bersih Lewat Tes Urine
Mengenal Lebih Dekat Bapas Kelas I Medan, Bersama Melayani dan Mengabdi
Stasiun Belawan Catat 18.636 TEUs Peti Kemas, KAI Dorong Integrasi Kereta Api-Pelabuhan di Sumut
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 18:04 WIB

Zero Narkoba”, Lapas Perempuan Pekanbaru Pastikan Pegawai dan WBP Bersih Lewat Tes Urine

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Prestasi WBP”, Lapas Perempuan Pekanbaru Tutup PORSENAP dengan Pembagian Hadiah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:12 WIB

Dukung Program Akselerasi, Lapas Perempuan Pekanbaru Bekali WBP Keterampilan Pertanian

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Maulid Nabi di Lapas Perempuan Pekanbaru: Momentum Perbaiki Diri dan Perkuat Iman WBP

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Panen Hasil Kerja Keras, Warga Binaan Lapas Perempuan Pekanbaru Buktikan Semangat Kemandirian

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Rumah Gizi Lapas Perempuan Pekanbaru Jadi Ruang Edukasi dan Perlindungan Anak Warga Binaan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 01:28 WIB

Melalui Panen Kangkung, Lapas Perempuan Pekanbaru Bekali WBP Keterampilan dan Kemandirian

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Lapas Perempuan Pekanbaru Rutin Periksa Kesehatan Warga Binaan

Berita Terbaru

BMA Sebut Muzaki Terbesar di Aceh

ACEH

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar

Rabu, 2 Sep 2026 - 00:58 WIB