TLii >> Pidie Jaya — Demi memastikan setiap detik pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Aceh ke-37 berjalan lancar dan aman, Panitia Pelaksana MTQ Provinsi Aceh di Kabupaten Pidie Jaya menyiapkan berbagai layanan darurat (Emergency Call) yang siap siaga 24 jam untuk membantu para kafilah dan masyarakat umum.
Langkah ini menjadi bukti nyata keseriusan Pidie Jaya sebagai tuan rumah yang tidak hanya fokus pada kemegahan acara, tetapi juga pada kenyamanan dan keselamatan seluruh peserta, tamu, dan pengunjung.
Berbagai nomor darurat kini telah disiapkan dan dipublikasikan secara resmi oleh panitia. Layanan ini meliputi pelayanan air bersih (0812-6984-2464), aduan PLN atau posko ULP (0822-9215-7284), hingga layanan Ambulance dan Emergency Medical Service (0813-6202-0201 / 0852-1149-2784) yang selalu siaga menghadapi situasi genting di arena MTQ maupun pemondokan kafilah.
Tak hanya itu, tim Pemadam Kebakaran (0852-7764-0064 / 0821-6040-3881) dan Pelayanan Polisi (110) turut ditempatkan untuk memastikan keamanan di setiap titik kegiatan. Sementara itu, Dinas Perhubungan melalui layanan Supir Siaga 24 jam (0822-7296-1398) siap membantu mobilitas para peserta dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Pusat informasi bagi para kafilah juga dibuka melalui Posko MTQ Pidie Jaya (0852-7771-1617) serta Sekretariat MTQ Aceh XXXVII (0811-6017-286) yang menjadi pusat koordinasi seluruh kegiatan. Bahkan, tim medis juga disiagakan, dengan petugas kesehatan yang dapat dihubungi langsung: Ramadhan (0852-6072-4672), Diana (0821-7891-3014), dan M. Nur (0813-6052-1967).
Dengan kesiapan ini, suasana pelaksanaan MTQ Aceh ke-37 di Pidie Jaya diharapkan berjalan penuh khidmat, tertib, dan aman. Panitia menegaskan bahwa pelayanan darurat ini adalah wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian demi kesuksesan syiar Al-Qur’an di Tanah Rencong.
“Kami ingin memastikan bahwa para kafilah merasa aman dan nyaman selama berada di Pidie Jaya. Semua layanan darurat kami aktifkan agar tidak ada kendala yang mengganggu jalannya MTQ,” ujar salah satu panitia bidang pelayanan umum.
Pidie Jaya kini tidak hanya menjadi panggung tilawah terbaik, tetapi juga simbol kesiapan, kepedulian, dan keramahan Nangroe Japakeh dalam menyambut tamu Allah yang datang membawa cahaya Al-Qur’an.( JN)



























