Pimpin Apel Tanggap Bencana di Meulaboh, Kapolda Aceh: Bersinergi Hadapi Musim Hujan

REDAKSI

- Redaksi

Rabu, 5 November 2025 - 19:14 WIB

50119 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, memimpin Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025 di Mapolres Aceh Barat, Rabu, 5 November 2025.Apel ini juga digelar serentak di seluruh Indonesia sebagai langkah awal untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana pada musim hujan.

Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, memimpin Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025 di Mapolres Aceh Barat, Rabu, 5 November 2025.Apel ini juga digelar serentak di seluruh Indonesia sebagai langkah awal untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana pada musim hujan.

 TIMELINES INEWS INVESTIGASI Meulaboh — Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, memimpin Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025 di Mapolres Aceh Barat, Rabu, 5 November 2025.Apel ini juga digelar serentak di seluruh Indonesia sebagai langkah awal untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana pada musim hujan.

Dalam amanat Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, yang dibacakan oleh Kapolda Aceh, disampaikan bahwa apel tersebut menjadi sarana pengecekan kesiapan personel dan sarana prasarana (sarpras) dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana alam di seluruh wilayah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita berharap seluruh personel dan stakeholder yang terlibat dapat bersinergi secara sigap, cepat, dan tepat dalam menghadapi berbagai potensi bencana ke depan demi menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat,” ujar jenderal bintang dua itu.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kata dia, hingga 19 Oktober 2025 tercatat 2.606 kejadian bencana alam di Indonesia. Rinciannya meliputi 1.289 banjir, 544 cuaca ekstrem, 511 kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta 189 tanah longsor, yang menyebabkan ratusan korban jiwa dan kerusakan puluhan ribu rumah.

Abituren Akabri 1991 itu juga turut menyoroti laporan BMKG yang menyebutkan bahwa 43,8% wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, dengan puncak curah hujan diperkirakan terjadi antara November 2025 hingga Januari 2026. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

“BMKG juga memperkirakan fenomena La Nina lemah akan terjadi mulai November 2025 hingga Februari 2026. Meski tergolong lemah, dampaknya tetap perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan intensitas curah hujan di atas normal,” jelasnya.

Dalam amanat tersebut, Kapolri menginstruksikan agar seluruh unsur TNI–Polri, pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, PMI, BMKG, dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi lintas sektor, sehingga penanganan bencana dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan terukur.

Kapolda Aceh menegaskan sejumlah langkah penting yang harus menjadi perhatian bersama, antara lain adalah melakukan deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana secara berkelanjutan, menyiapkan personel, logistik, serta peralatan evakuasi secara optimal, melaksanakan simulasi tanggap darurat secara rutin, mengedepankan empati, profesionalisme, serta kerja sama lintas sektor dalam setiap upaya penanganan bencana.

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menyampaikan pesan moral bahwa setiap aparat negara memiliki tanggung jawab untuk melindungi rakyat dari segala bentuk ancaman, termasuk bencana alam.

“Ini bukan sekadar tugas kedinasan, tetapi panggilan kemanusiaan. Negara harus selalu hadir melindungi rakyat dalam setiap situasi,” pungkasnya.

Apel kesiapan tanggap bencana di Aceh Barat ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadhiel, Dandim 0105/Aceh Barat Letkol Inf. Muhammad Syafii Nasution, Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadi Setiawan, serta unsur Forkopimda, BPBD, Basarnas, PMI, relawan, dan instansi terkait lainnya.

Seluruh peserta apel menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Aceh dan sekitarnya, sebagai bentuk nyata kepedulian bersama terhadap keselamatan masyarakat.

Berita Terkait

Lapas Pemuda Langkat Turut Bahas Kerusakan Jalan dan Ketahanan Pangan Desa Cempa Pasca Banjir
Lapas Pemuda Kelas III Langkat Lakukan Skrining TBC dengan Rontgen Dada untuk WBP
Sabam Sinaga Upayakan  Mengusulkan 2.000 Siswa Silaen Terima Bantuan PIP Tahun 2026
Kanwil Imigrasi Sumut Teguhkan Komitmen, Laksanakan Penandatanganan Pakta Integritas Seleksi Taruna Poltekimipas TA 2026
Rutan Kelas IIB Tanjung Siap Perkuat 3 Layanan Prioritas Hasil Evaluasi Menteri Imipas
Rutan Kelas IIB Tanjung Optimalkan Kebun SAE, WBP Ikuti Penyemaian Bibit Tomat
Tari Kreasi Nusantara SMA Negeri 7 Lhokseumawe Curi Perhatian di Hardikda Aceh ke-67
Temui Kapolda Aceh, Ketua Baitul Mal Bahas Kemaslahatan Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 18:05 WIB

Rutan Kelas IIB Tanjung Siap Perkuat 3 Layanan Prioritas Hasil Evaluasi Menteri Imipas

Selasa, 1 September 2026 - 14:26 WIB

Rutan Kelas IIB Tanjung Sigap Hadapi Kabut Asap, Bagikan Masker dan Edukasi PHBS ke Warga Binaan

Selasa, 1 September 2026 - 08:53 WIB

Peduli Kesehatan di Tengah Asap”, Rutan Tanjung Salurkan 1.000 Masker dan Vitamin untuk WBP dan Masyarakat

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:06 WIB

Maulid Nabi 1448 H, Rutan Tanjung Eratkan Silaturahmi Petugas dan WBP melalui Nilai Keteladanan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:53 WIB

Sinergi Rutan-Puskesmas, Rutan Tanjung Optimalkan Deteksi Dini Tuberkulosis dengan TCM

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:53 WIB

Rutan Tanjung Tanamkan Disiplin dan Kekompakan melalui PBB dan Aktivitas Pagi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Apresiasi Dedikasi, Raymon Andika Girsang Ucapkan Selamat kepada Kalapas Banjarbaru yang Baru

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:54 WIB

Wujudkan Aparatur Profesional, Rutan Tanjung Bekali CPNS dengan Kekompakan dan Tanggung Jawab

Berita Terbaru