TLii|Aceh|LHOKSEUMAWE — Peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-67 di SMA Negeri 1 Lhokseumawe, Rabu (2/9/2026), tidak hanya menjadi momentum memperingati perjalanan pendidikan di Aceh, tetapi juga menjadi panggung bagi para pelajar untuk menunjukkan kreativitas dan kecintaan terhadap budaya Nusantara.
Salah satu penampilan yang berhasil mencuri perhatian datang dari siswa SMA Negeri 7 Lhokseumawe melalui Tari Kreasi Nusantara. Sebanyak 13 pelajar tampil percaya diri di hadapan tamu undangan, guru, siswa, dan peserta kegiatan Hardikda.
Delapan siswa putra dan lima siswi putri tampil dalam balutan gerakan yang kompak dan dinamis. Mereka mengikuti irama musik dengan penuh semangat, menyuguhkan perpaduan gerak tari yang menggambarkan keberagaman budaya Indonesia dalam bingkai persatuan.
Penampilan tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari para peserta yang hadir. Tepuk tangan pun terdengar mengiringi setiap rangkaian gerakan yang dibawakan para pelajar.
Bagi SMA Negeri 7 Lhokseumawe, penampilan itu bukan sekadar hiburan dalam rangkaian peringatan Hardikda. Tari Kreasi Nusantara menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, keberanian tampil di depan publik sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya bangsa.
Guru Seni SMA Negeri 7 Lhokseumawe, Ratna Dewi S. Sn, mengatakan persiapan penampilan dilakukan bersama para siswa dengan menitikberatkan pada kekompakan, kreativitas dan kecintaan terhadap seni budaya.
Menurutnya, keterlibatan siswa dalam kegiatan seni memiliki nilai penting dalam membentuk karakter. Selain mengasah kemampuan, kegiatan tersebut juga melatih kedisiplinan, keberanian dan rasa percaya diri para pelajar.
Dukungan terhadap kreativitas siswa juga disampaikan Plh Kepala SMA Negeri 7 Lhokseumawe, Nuraningsih. Ia mengatakan saat ini dirinya dipercaya menjalankan tugas sebagai Plh kepala sekolah setelah kepala sekolah sebelumnya, Mukhtaruddin memasuki masa pensiun.
“Pak Mukhtaruddin, sudah memasuki masa pensiun. Hari ini saya menggantikan beliau sebagai Plh. Namun, beliau tetap hadir pagi tadi untuk melihat anak-anak muridnya tampil,” ujar Nuraningsih.
Kehadiran Mukhtaruddin di tengah kegiatan Hardikda menjadi perhatian tersendiri. Meski telah memasuki masa pensiun dan tidak lagi menjabat sebagai kepala sekolah, kepeduliannya terhadap para siswa SMA Negeri 7 Lhokseumawe masih terlihat.
Sementara di panggung Hardikda SMA Negeri 1 Lhokseumawe, para siswa SMA Negeri 7 Lhokseumawe menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang angka dan prestasi akademik.
Sekolah juga menjadi ruang untuk menumbuhkan keberanian, kreativitas serta menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah generasi muda.
Penampilan Tari Kreasi Nusantara itu akhirnya ditutup dengan tepuk tangan dari para penonton. Sebuah penampilan yang sekaligus menjadi pesan bahwa semangat pendidikan dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan di tangan generasi muda Aceh.

































