WCS dan BKSDA Aceh Gelar Peningkatan Kapasitas KSM Bintang Rime untuk Mitigasi Konflik Manusia–Satwa Liar

- Redaksi

Sabtu, 15 November 2025 - 21:18 WIB

506 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | ACEH | GAYO LUES, ldlife Conservation Society (WCS) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas bagi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bintang Rime di Sekretariat KSM, Desa Persada Tongra, Terangun, Gayo Lues. Program ini dirancang untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengantisipasi dan menangani interaksi negatif antara manusia dan satwa liar. (12/11/2025).

Perwakilan WCS, Ibana Syahputra, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan dan edukasi awal yang akan dilanjutkan secara bertahap. KSM Bintang Rime sendiri telah terbentuk sejak Maret 2025 dengan dukungan penuh Pemerintah Desa Persada Tongra.

Ibana menjelaskan lebih rinci bahwa kawasan ini merupakan jalur pergerakan beberapa jenis satwa liar, sehingga potensi konflik tidak hanya terjadi antara satwa liar dan manusia, tetapi juga antara satwa liar dengan ternak masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat setempat kerap melaporkan kejadian seperti:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kambing yang hilang Sapi yang terluka diduga akibat serangan satwa pemangsa.

Ternak yang ketakutan dan berpindah dari tempat penggembalaan akibat kehadiran satwa liar.

Menurut Ibana, peran KSM Bintang Rime sangat penting untuk mendata setiap kejadian secara akurat, menelusuri pola kemunculan satwa, serta melaporkan setiap insiden secara cepat. Semua data tersebut menjadi dasar bagi WCS, BKSDA, dan pemerintah desa untuk menentukan langkah penanganan yang tepat, seperti pencegahan, pemasangan alat penghalau, hingga mitigasi yang tidak merugikan masyarakat maupun satwa.

“Kelompok ini hadir dari masyarakat desa dan bekerja untuk masyarakat desa. Prinsipnya sederhana: dari kita untuk kita,” tegas Ibana.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan BKSDA Aceh, M.H.D. Yusup, menekankan bahwa menjaga kelestarian alam dan satwa liar justru akan mendatangkan manfaat besar dalam jangka panjang. Ia menyampaikan bahwa desa yang memiliki ekosistem terjaga berpotensi dikembangkan menjadi desa wisata hutan, yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat melalui kunjungan wisata edukasi, penelitian, maupun wisata minat khusus.

Yusup mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyelesaikan setiap konflik dengan cara tidak menyakiti satwa dan selalu berupaya mencegah terjadinya perburuan liar yang merusak keseimbangan alam.

Sebelum kegiatan berlangsung, WCS dan BKSDA telah melakukan koordinasi dengan Penghulu Kampung Persada Tongra, Bapak Nurdin, yang menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan KSM Bintang Rime dan pelaksanaan kegiatan peningkatan kapasitas tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Persada Tongra semakin memahami pentingnya pelestarian alam serta lebih siap menghadapi potensi konflik manusia–satwa liar maupun satwa liar–ternak secara bijak, cepat, dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Dari Utang dan Pipa Bocor ke Kebangkitan: PDAM Aceh Barat Kembali Mengalir
Wujud Kepedulian Pascabencana, Polres Pidie Jaya Kawal Peresmian 212 Unit Huntara di Meureudu
4 Bulan Tak Terima Tulah(honorarium), Warga Laporkan Pengulu Kute Lawe Stul Aceh Tenggara 
Bupati Agara Diminta Isi Kekosongan Jabatan Di OPD Pemkab Agara.
Menghadapi Waktu, Menghadapi Luka: Aceh Menghidupkan Kembali Memori 1998 di Tahun 2026
Menjelang Ramadhan, Langkah Nyata Pemko Langsa Ringankan Beban Warga
212 Huntara Siap Huni,H.Sibral Malasyi: Ini Jawaban atas Penantian Warga
Kolaborasi BSI-PNM: 300 Ribu Nasabah Ultramikro di Aceh Buka Rekening BSI

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 01:41 WIB

Dari Utang dan Pipa Bocor ke Kebangkitan: PDAM Aceh Barat Kembali Mengalir

Minggu, 15 Februari 2026 - 01:33 WIB

Wujud Kepedulian Pascabencana, Polres Pidie Jaya Kawal Peresmian 212 Unit Huntara di Meureudu

Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:07 WIB

4 Bulan Tak Terima Tulah(honorarium), Warga Laporkan Pengulu Kute Lawe Stul Aceh Tenggara 

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:38 WIB

Menghadapi Waktu, Menghadapi Luka: Aceh Menghidupkan Kembali Memori 1998 di Tahun 2026

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:24 WIB

Menjelang Ramadhan, Langkah Nyata Pemko Langsa Ringankan Beban Warga

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:19 WIB

212 Huntara Siap Huni,H.Sibral Malasyi: Ini Jawaban atas Penantian Warga

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:04 WIB

Kolaborasi BSI-PNM: 300 Ribu Nasabah Ultramikro di Aceh Buka Rekening BSI

Jumat, 13 Februari 2026 - 23:31 WIB

Pemko Langsa Serahkan 38 Unit Alat Bantu Jalan kepada Warga Penderita Lumpuh

Berita Terbaru

Oplus_131072

KALIMANTAN SELATAN

Rutan Tanjung Dan DWP Salurkan Bantuan Sembako, Wujud Kepedulian Sosial

Sabtu, 14 Feb 2026 - 23:00 WIB