
TLii | ACEH | GAYO LUES | RIKIT GAIB — Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Gayo Lues bersama masyarakat membangun jembatan darurat di lokasi runtuhnya Jembatan Penomon, Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues, sebagai upaya memulihkan akses transportasi warga yang sempat terputus akibat bencana.
Kegiatan tersebut dilakukan oleh personel Sat Reskrim Polres Gayo Lues pada hari ini sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat Polri terhadap kesulitan masyarakat pascaruntuhnya jembatan yang menjadi jalur utama aktivitas sosial dan ekonomi warga setempat.

Putusnya Jembatan Penomon menyebabkan terganggunya mobilitas masyarakat, termasuk akses menuju kebun, sekolah, dan pusat aktivitas harian. Kondisi tersebut mendorong Sat Reskrim Polres Gayo Lues untuk turun langsung ke lokasi guna membantu masyarakat membangun jembatan darurat agar aktivitas warga dapat kembali berjalan.
Dalam pelaksanaannya, personel Polri bersama warga setempat bergotong royong menyusun material kayu dan papan secara manual di atas reruntuhan jembatan. Proses pembangunan dilakukan secara sederhana namun fungsional, sehingga jalur penyeberangan sementara dapat segera digunakan oleh masyarakat.
Salah satu perwakilan Sat Reskrim Polres Gayo Lues menyampaikan bahwa pembangunan jembatan darurat ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan solusi nyata, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam situasi kemanusiaan.
“Jembatan ini dibangun agar masyarakat dapat kembali beraktivitas. Ini adalah wujud kepedulian dan kebersamaan Polri dengan warga,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Polres Gayo Lues menegaskan perannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sejalan dengan semangat Polri Presisi. Dengan selesainya jembatan darurat tersebut, diharapkan akses transportasi masyarakat di wilayah Penomon dapat kembali normal sembari menunggu pembangunan jembatan permanen oleh instansi terkait.



























