Akhir Penantian Panjang, 2.378 PPPK Paruh Waktu Dilantik Bupati Aceh Besar

TARMIZI UMAR

- Redaksi

Senin, 9 Februari 2026 - 21:06 WIB

50152 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Aceh Besar Muharram Idris, didampingi Wakil Bupati dan Sekda Aceh Besar foto bersama dengan pegawai PPPK paruh waktu saat penyerahan SK di Halaman Kantor Bupati Aceh Besar Senin (09/02/2026). FOTO/PROKOPIM PEMKAB ACEH BESAR Lo

TIMELINES INEWS Investigasi | KOTA JANTHO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar secara resmi melantik sebanyak 2.378 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Halaman Kantor Bupati Aceh Besar, Senin (9/2/2026). Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, serta dihadiri unsur Forkopimda, para kepala OPD, camat, dan keluarga peserta.
Ribuan PPPK yang dilantik terdiri dari tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis yang akan ditempatkan di berbagai satuan kerja dan fasilitas pelayanan publik di seluruh wilayah Aceh Besar. Pengangkatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia, terutama pada sektor pelayanan dasar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Besar Muharram Idris menegaskan bahwa pelantikan PPPK paruh waktu ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum awal pengabdian kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran PPPK sebagai garda terdepan pelayanan publik.

“Hari ini bukan sekadar pelantikan, tetapi momentum pengabdian. Saudara semua adalah ujung tombak pelayanan publik. Kehadiran PPPK paruh waktu ini diharapkan mampu memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal hingga ke tingkat gampong,” ujar Muharram Idris.
Menurutnya, kebutuhan sumber daya manusia di Kabupaten Aceh Besar terus meningkat seiring luasnya wilayah dan bertambahnya jumlah penduduk. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk melakukan penataan dan penguatan aparatur secara bertahap dan berkelanjutan.

“Kita ingin memastikan tidak ada lagi sekolah kekurangan guru, puskesmas kekurangan tenaga kesehatan, atau kantor pelayanan publik yang lambat karena keterbatasan pegawai. PPPK paruh waktu ini adalah solusi nyata untuk menjawab kebutuhan tersebut,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Muharram Idris juga mengingatkan seluruh PPPK yang baru dilantik agar menjalankan tugas secara profesional, disiplin, serta menjunjung tinggi integritas sebagai aparatur pemerintah.
Ia menegaskan bahwa status paruh waktu tidak boleh menjadi alasan untuk bekerja setengah hati.

“Tunjukkan dedikasi, jaga etika, dan layani masyarakat dengan hati. Status paruh waktu justru harus menjadi motivasi untuk memberikan kinerja terbaik,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Besar, Drs Asnawi, MSi, menjelaskan bahwa proses rekrutmen PPPK paruh waktu telah melalui tahapan seleksi administrasi dan verifikasi kebutuhan formasi sesuai dengan regulasi pemerintah pusat.
Ia merinci, jumlah usulan PPPK paruh waktu Kabupaten Aceh Besar sebanyak 2.407 orang, dengan dua orang mengundurkan diri sehingga total yang ditetapkan menjadi 2.405 orang. Adapun rinciannya meliputi 740 tenaga guru, 419 tenaga kesehatan, dan 1.219 tenaga teknis.

“Dari jumlah tersebut, 2.378 orang telah ditetapkan Nomor Induk PPPK Paruh Waktu, sedangkan 27 orang lainnya akan diserahkan Surat Keputusan (SK) setelah proses penetapan nomor induk selesai,” jelas Asnawi.

Para PPPK yang telah menerima SK dijadwalkan mulai bertugas sesuai penempatan masing-masing dalam waktu dekat. Kehadiran mereka diharapkan dapat segera mendukung program prioritas pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan mutu pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pelayanan administrasi pemerintahan.
Dengan penambahan ribuan tenaga PPPK paruh waktu ini, Pemkab Aceh Besar optimistis kualitas pelayanan publik akan semakin meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berorientasi pada pelayanan hingga ke tingkat gampong.*[]

Berita Terkait

GEKRA 2026 Hadirkan Pangan Murah, Layanan Publik, dan Penguatan UMKM di Aceh Besar
Pendaki Asal Aceh Utara Ditemukan Selamat Setelah Lima Hari Hilang di Gunung Seulawah
Pendaki Asal Aceh Utara Hilang di Gunung Seulawah, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Bocah 9 Tahun yang Terseret Arus di Pantai Pulau Kapok Lhoknga Ditemukan Meninggal Dunia
Terseret Ombak Saat Memancing di Pulo Aceh, Ahmat Talha Reza Ditemukan Meninggal Setelah Empat Hari Pencarian
Remaja Pulo Aceh Terseret Ombak Saat Memancing, Tim SAR dan Warga Lakukan Pencarian
Rumah Zakat Salurkan 2 Hewan Qurban di Desa Berdaya Ateuk Lamphang, Wujudkan “Desaku Berqurban
Semangat Berqurban, Warga Pagar Air Bagikan Ribuan Paket Daging Qurban

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 00:30 WIB

Kolaborasi Rutan Tanjung & Kemenag Tabalong Hadirkan Kebaktian Rutin Wujudkan Warga Binaan Beriman

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:22 WIB

Karutan Raymon Girsang: Pembinaan Keagamaan di Rutan Tanjung Jadi Bekal WBP Kembali ke Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:27 WIB

Panen 100 Ikat Kangkung, Rutan Tanjung Dukung Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:18 WIB

Pererat Hubungan, Rutan Tanjung Gelar Bansos Mi Instan, Gula, Minyak Goreng untuk Warga

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:45 WIB

Karutan Raymon Andika Girsang: Deteksi Dini Lewat Cek Listrik Rutin Wujudkan Rutan Tanjung Aman & Kondusif

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:26 WIB

Rutan Tanjung Optimalkan Pembinaan Lewat Berjemur Terjadwal dan Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:32 WIB

WBP Rutan Tanjung Belajar Disiplin & Kemandirian Lewat Kebersihan Kebun SAE dan Pembuatan Pupuk

Senin, 8 Juni 2026 - 21:19 WIB

Karutan Raymon Andika Girsang Rutan Tanjung Terus Implementasikan Layanan Prima Berorientasi Masyarakat

Berita Terbaru