Photo :
Kondisi Terkini Kolam Mata Ie Salah Satu Sumber Air Bersih PDAM Tirta Moutala Aceh Besar, Selasa, (2/2/2026). Photo : PDAM Tirta Montala, Aceh Besar.
TIMELINES INEWS Investigasi | KOTA JANTHO — Memasuki awal musim kemarau tahun 2026, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mountala Aceh Besar mengimbau seluruh pelanggan agar menggunakan air bersih secara bijak dan efisien. Imbauan ini disampaikan menyusul terjadinya penurunan signifikan debit air baku dari sumber Mata Ie akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.
Direktur Teknis PDAM Tirta Mountala Aceh Besar, Salman, ST, menjelaskan bahwa penurunan debit air baku mulai berdampak pada distribusi air bersih ke sejumlah wilayah layanan, khususnya kawasan dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Kondisi ini memaksa pihak PDAM melakukan penyesuaian pola distribusi agar pelayanan air bersih tetap dapat berjalan.
“Debit pengambilan air baku dari Mata Ie sebelumnya berada di kisaran 150 liter per detik. Namun sejak awal Februari 2026, debit tersebut turun menjadi sekitar 120 liter per detik akibat rendahnya curah hujan,” ujar Salman, Selasa (3/2/2026).
Akibat penurunan debit tersebut, suplai air bersih ke beberapa kecamatan, seperti Darul Imarah, Darul Kamal, dan Peukan Bada, mengalami pengurangan, terutama pada jam-jam puncak penggunaan air. PDAM meminta pelanggan di wilayah terdampak untuk memahami kondisi yang terjadi dan turut berperan aktif dalam menghemat pemakaian air bersih.
Salman menegaskan bahwa PDAM Tirta Mountala tetap berupaya maksimal agar distribusi air tidak terhenti sepenuhnya. Berbagai langkah antisipatif terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan air meskipun dalam kondisi debit terbatas.
“Total debit air yang dapat kami distribusikan saat ini hanya sekitar 40 liter per detik. Oleh karena itu, pengoperasian instalasi pengolahan air atau WTP dilakukan secara terbatas dan disesuaikan dengan kondisi sumber air baku,” jelasnya.
Dalam menghadapi situasi tersebut, PDAM Tirta Mountala mengimbau masyarakat untuk menampung air saat aliran masih lancar serta menggunakan air secara efisien dan hanya untuk kebutuhan prioritas. Kesadaran bersama dinilai sangat penting agar ketersediaan air bersih dapat dimanfaatkan secara optimal selama musim kemarau berlangsung.
Selain penghematan, PDAM juga mengajak masyarakat yang bermukim di sekitar sumber air baku dan kawasan tangkapan air WTP Darul Imarah untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan. Salman menekankan bahwa keberlanjutan pasokan air bersih sangat bergantung pada kondisi hutan dan ekosistem di sekitar sumber air.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penebangan liar, penggalian, maupun aktivitas eksploitasi sumber daya alam secara ilegal di sekitar kawasan sumber air baku. Kelestarian lingkungan merupakan kunci utama keberlanjutan layanan air bersih,” tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian wilayah Aceh mulai memasuki musim kemarau intensitas rendah sejak akhir Januari 2026 dan diperkirakan berlangsung hingga Maret 2026. Meski demikian, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi, terutama di wilayah pesisir barat Aceh.
PDAM Tirta Mountala Aceh Besar berharap masyarakat dapat terus memantau informasi cuaca terkini dan bersama-sama menjaga ketersediaan air bersih demi kepentingan bersama, baik untuk saat ini maupun untuk generasi mendatang.*[]

































