Bantuan Daging Meugang yang berasal dari Presiden Prabowo Subianto itu didistribusikan kepada 905 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 49 gampong dalam 10 kecamatan.
TIMELINES iNEWS Investigasi | Kota Jantho | ACEH BESAR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar menyalurkan bantuan daging sapi kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut.
Bantuan Daging Meugang yang berasal dari Presiden Prabowo Subianto itu didistribusikan kepada 905 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 49 gampong dalam 10 kecamatan.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, Ridwan Jamil, yang mewakili Bupati Aceh Besar.
Prosesi tersebut berlangsung di Pos Induk Sibreh, Kecamatan Sukamakmur, Kamis (19/03/2026).
Bantuan kemudian disalurkan melalui para camat di masing-masing wilayah terdampak, termasuk Camat Krueng Barona Jaya, Sayusi, SE.
Bantuan ini diberikan sebagai respons atas bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 26 November 2025, yang berdampak pada sejumlah wilayah di Aceh Besar.
Pemerintah daerah bergerak cepat untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi, khususnya menjelang tradisi megang, yakni tradisi masyarakat Aceh menyambut hari besar keagamaan dengan mengonsumsi daging.
Ridwan Jamil menjelaskan, proses distribusi bantuan melibatkan para camat agar penyaluran dapat berlangsung lebih efektif dan tepat sasaran.
Menurutnya, kolaborasi lintas perangkat daerah menjadi kunci agar bantuan dapat segera diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Hari ini kita menyalurkan daging sapi bantuan Bapak Presiden untuk masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi. Tegas Ridwan
Mudah-mudahan bantuan ini membawa berkah, apalagi menjelang hari megang.
Penyaluran juga dibantu oleh para camat agar lebih mudah dan cepat,” ujar Ridwan.
Sebanyak 10 kecamatan yang menerima bantuan tersebut meliputi:
1.Indrapuri,
2.Seulimeum,
3.Darul Kamal,
4.Blang Bintang,
5.Ingin Jaya,
6.Peukan Bada,
7.Kuta Baro,
8.Darul Imarah,
9.Kuta Malaka, dan
10.Krueng Barona Jaya.
Dari keseluruhan wilayah tersebut, jumlah penerima bantuan bervariasi sesuai tingkat dampak yang dirasakan masyarakat.
Kecamatan Ingin Jaya tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penerima bantuan terbanyak, yakni mencapai 325 KK. Sementara itu, Kecamatan Kuta Malaka menjadi wilayah dengan jumlah penerima paling sedikit, yakni hanya 1 KK.
Perbedaan ini mencerminkan tingkat dampak bencana yang tidak merata di setiap kecamatan.
Camat Kuta Baro, Zahrul Fuadi, menyampaikan bahwa di wilayahnya terdapat 133 KK terdampak yang menerima bantuan tersebut.
Ia mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat di daerahnya.
“Atas nama masyarakat terdampak, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo atas bantuan yang diberikan. Ini sangat membantu warga kami,” ujarnya.
Pemkab Aceh Besar berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak, sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah situasi pascabencana.
Pemerintah juga terus berupaya melakukan pemulihan dan penanganan lanjutan bagi warga yang masih merasakan dampak bencana hidrometeorologi.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan aparatur kecamatan,
diharapkan proses penyaluran bantuan dapat berjalan lancar dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. [Yahbit]



























