Sinergi Tiga Industri Strategis: Kuliner, Pengemasan dan Grafika Berkolaborasi di JEC Yogyakarta April 2026

REDAKSI

- Redaksi

Jumat, 27 Maret 2026 - 20:20 WIB

50170 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIMELINESINEWS-INVESTIGASI.com | YOGYAKARTA – Yogyakarta kembali membuktikan diri sebagai kota industri kreatif Indonesia. Tiga pameran industri terbesar, Jogja Food and Beverage Expo, Jogja Printing Expo, dan Jogja Pack and Process Expo 2026, siap digelar secara bersamaan pada 8–11 April 2026 di Jogja Expo Center (JEC).

Bukan sekadar pameran dagang biasa, ketiga ajang ini dirancang sebagai ekosistem bisnis terintegrasi yang menghubungkan pelaku industri kuliner, pengemasan, dan grafika dalam satu panggung inovasi yang sebelumnya juga pernah dilaksanakan pada tahun lalu.

Penyelenggaraan ketiga pameran secara bersamaan bukan kebetulan. Di baliknya ada kalkulasi strategis: industri makanan dan minuman tidak bisa berdiri sendiri tanpa solusi pengemasan yang andal, dan pengemasan tidak akan memiliki daya tarik tanpa teknologi cetak yang mumpuni. Ketiganya saling mengunci, dan itulah tepatnya yang ingin dihadirkan oleh penyelenggara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jogja Food and Beverage Expo 2026 menjadi pintu masuk bagi inovasi sektor pangan. Di sini, pengunjung dapat menjelajahi teknologi food processing mutakhir, peralatan dapur profesional, bahan baku berkualitas, hingga functional ingredients yang menjawab kebutuhan industri FnB modern.

Melengkapi lini produksi, Jogja Pack and Process Expo 2026 hadir dengan solusi pengemasan komprehensif: teknologi ramah lingkungan, mesin produksi dan packaging otomatis, sistem keamanan pangan terkini, hingga solusi efisiensi logistik yang menjawab tuntutan pasar akan produk yang tahan, estetis, dan efisien.

Menyempurnakan ekosistem tersebut, Jogja Printing Expo 2026 hadir sebagai pusat kreativitas visual. Dengan deretan solusi high-resolution digital printing, label dan packaging printing, teknologi UV dan hybrid, serta opsi personalisasi dan premium finishing, pameran ini menjadi jawaban bagi merek-merek yang ingin tampil lebih kuat dan kompetitif di pasar berbasis visual yang terus berkembang.

CEO Krista Exhibitions Group Daud D Salim, selaku penyelenggara, menegaskan bahwa skala dan konsep pameran ini jauh melampaui sekadar ajang dagang. Dia menguraikan visi besar yang mendasari penyelenggaraan ketiga pameran ini.

“Kami tidak hanya menghadirkan pameran, tetapi membangun ekosistem yang memungkinkan para pelaku industri untuk berkolaborasi, berinovasi, dan bertumbuh. Sinergi antara sektor makanan minuman, packaging, dan printing adalah masa depan industri manufaktur Indonesia,” ujarnya, dalam press conference yang digelar, Jumat (27/3/2026).

Pernyataan tersebut bukan tanpa dasar. Pameran ini tidak hanya dirancang untuk mempertemukan penjual dan pembeli, tetapi untuk memicu apa yang Daud sebut sebagai “efek domino” bagi perekonomian daerah, sebuah gelombang kolaborasi yang berpotensi mengangkat standar industri secara menyeluruh.

Pameran ini tidak hanya menjadi milik korporasi besar. Dari lebih dari 110 peserta yang terlibat, 30 di antaranya adalah pelaku UMKM, sebuah sinyal kuat bahwa ajang ini terbuka dan inklusif bagi semua skala bisnis. Keberagaman peserta ini membuat Jogja Food and Beverage Expo, Jogja Printing Expo, dan Jogja Pack and Process Expo 2026 menjadi tempat yang relevan bagi siapa pun, dari pelaku usaha rintisan hingga pemain industri berskala besar.

Kehadiran UMKM bukan sekadar pelengkap. Mereka membawa semangat inovasi dan keberanian bereksperimen yang kerap menjadi sumber inspirasi bagi industri yang lebih besar. Di sinilah nilai sesungguhnya pameran ini dirasakan: bukan hanya transaksi, tetapi pertukaran gagasan yang melahirkan peluang baru.

Kehadiran ketiga pameran ini bukan tanpa konteks. Yogyakarta selama ini dikenal sebagai ibu kota kuliner Indonesia sekaligus rumah bagi ribuan UMKM kreatif yang terus tumbuh. Penyelenggaraan Jogja Food and Beverage Expo, Jogja Printing Expo, dan Jogja Pack and Process Expo untuk yang kedua kalinya semakin mempertegas posisi kota ini sebagai pusat gravitasi ekonomi kreatif di Jawa Tengah dan Indonesia.

Pameran ini juga tidak hanya menyasar pelaku bisnis. Akademisi dan desainer dapat menjadikannya ruang riset visual untuk mempelajari tren industri masa depan. Masyarakat umum dan penikmat kuliner pun dipersilakan hadir untuk menyaksikan secara langsung bagaimana teknologi manufaktur dan kreativitas berpadu menggerakkan roda ekonomi bangsa.

Dengan menyatukan kekuatan tiga industri strategis dalam satu arena, Yogyakarta tidak sekadar menjadi tuan rumah, kota ini meneguhkan dirinya sebagai episentrum inovasi industri yang siap membentuk masa depan manufaktur kreatif Indonesia.

Bagi para pelaku bisnis makanan dan minuman, pemilik brand, pengusaha percetakan, dan UMKM kuliner yang ingin mengeksplorasi peningkatan standar peralatan, inovasi bahan baku, serta solusi pengemasan dan teknologi grafika mutakhir, Jogja Expo Center pada 8–11 April 2026 adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan.

Salah satu magnet terbesar pameran ini adalah rangkaian Baking and Cooking Demo yang menghadirkan nama-nama chef profesional dan brand ternama di panggung utama. Tidak sekadar pertunjukan memasak, sesi-sesi ini dirancang untuk memberikan inspirasi nyata bagi pelaku industri FnB yang ingin meningkatkan kreativitas dan keterampilan teknis mereka.

Yang paling dinantikan adalah demo eksklusif dari Chef Achen (Rose Brand), yang akan menyajikan beragam kreasi masakan khasnya yang telah dikenal luas. Setiap sore, panggung semakin meriah dengan sesi baking dari Indobake, yang menampilkan teknik-teknik modern menggunakan peralatan baking dan mixing terkini. Chef Lucky P. Katili dari PT Ikan Dorang turut hadir dengan demo menu spesial “Ayam Cabe Garam” yang menggugah selera.

Tak kalah memikat, Chef Edli Haryanto dari Let’s Eat menghadirkan rangkaian sajian yang memadukan cita rasa Asia yang kaya: mulai dari Crispy Tofu Sweet Chili, Mie Mala Chili Oil, Sup Asparagus, hingga Tom Yum, sebuah perjalanan kuliner yang membuka wawasan bagi para pelaku industri maupun pecinta masakan.

Melengkapi agenda memasak, ajang Bakat Boga Challenge hadir sebagai kompetisi kreativitas kuliner yang menyambut peserta dari kalangan pelajar, profesional, hingga komunitas. Kompetisi ini menjadi ruang ekspresi dan uji kemampuan yang sesungguhnya, sekaligus ajang untuk menemukan bakat-bakat kuliner baru dari Yogyakarta dan sekitarnya.

Sektor kopi mendapat panggung tersendiri yang bergengsi. ICAB ROC Coffee Competition kembali digelar untuk menguji ketajaman keterampilan para barista dalam teknik brewing dan latte art. Kompetisi ini diperkuat dengan J-ROC Competition, sebuah ajang roasting profesional yang menilai kemampuan peserta dalam mengolah biji kopi dengan standar kompetisi tingkat tinggi, arena yang mempertemukan para master kopi Indonesia dalam kompetisi penuh intensitas.

Dari dunia teh, Dewan Teh Indonesia menghadirkan Tea Talks dan Tea Class sebagai wadah edukasi berkualitas bagi siapa pun yang ingin mendalami seni meracik teh, teknik penyeduhan, dan pengembangan perisa teh secara aman dan terstandar.

Dua kelas utama ditawarkan dalam program ini. Kelas pertama bertajuk “The Science Behind Tea Flavouring” mengupas ilmu perisa teh bersama Certified Professional dari perusahaan internasional dan Dewan Teh Indonesia.

Peserta tidak hanya mendapatkan materi mendalam, tetapi juga sertifikat, buku, alat praktik, teh, dan sampel flavour sebagai bekal nyata. Kelas kedua, “Natural and Sugar Free Milk Tea”, mengajarkan cara kreatif membuat milk tea dari susu murni tanpa gula, dipandu langsung oleh trainer bersertifikasi. ***

Berita Terkait

Ada Apa dengan Distribusi Semen Padang di Krueng Geukueh? Konsumen Aceh Utara Pertanyakan Prioritas Pasokan
Diskon Tambah Daya 50 Persen, PLN Dukung Kebutuhan Listrik Warga di Tahun Ajaran Baru
SDM Jadi Kunci Layanan Air Bersih, PT Toya Perdana Lhokseumawe Genjot Kompetensi Pegawai Bersertifikat
Aceh Utara Gaspol Digitalisasi, Ayah Wa Gandeng Komdigi Perkuat Layanan Publik
Walikota Langsa Ajak Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Rp10,4 Miliar Mengalir untuk Aceh Utara, Ayah Wa: Solidaritas Ini Jadi Energi Kebangkitan Pascabanjir
Beli Token Listrik di PLN Mobile, Pelanggan Berkesempatan Dapat Voucher Rp10.000
Rumah Zakat Salurkan 2 Hewan Qurban di Desa Berdaya Ateuk Lamphang, Wujudkan “Desaku Berqurban

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 18:04 WIB

Zero Narkoba”, Lapas Perempuan Pekanbaru Pastikan Pegawai dan WBP Bersih Lewat Tes Urine

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Prestasi WBP”, Lapas Perempuan Pekanbaru Tutup PORSENAP dengan Pembagian Hadiah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:12 WIB

Dukung Program Akselerasi, Lapas Perempuan Pekanbaru Bekali WBP Keterampilan Pertanian

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Maulid Nabi di Lapas Perempuan Pekanbaru: Momentum Perbaiki Diri dan Perkuat Iman WBP

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Panen Hasil Kerja Keras, Warga Binaan Lapas Perempuan Pekanbaru Buktikan Semangat Kemandirian

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Rumah Gizi Lapas Perempuan Pekanbaru Jadi Ruang Edukasi dan Perlindungan Anak Warga Binaan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 01:28 WIB

Melalui Panen Kangkung, Lapas Perempuan Pekanbaru Bekali WBP Keterampilan dan Kemandirian

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Lapas Perempuan Pekanbaru Rutin Periksa Kesehatan Warga Binaan

Berita Terbaru

BMA Sebut Muzaki Terbesar di Aceh

ACEH

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar

Rabu, 2 Sep 2026 - 00:58 WIB