TLii|Aceh|Lhokseumawe, 15 April 2026 — Upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Kota Lhokseumawe memasuki babak baru. Melalui kolaborasi lintas sektor, Islamic Relief Indonesia bersama Baitul Mal Kota Lhokseumawe resmi meluncurkan program MEMPHIS-PGA (Make Extreme Poverty History Through Poor Graduation Approach) dengan nilai anggaran mencapai Rp4,7 miliar.
Peluncuran program ditandai dengan kegiatan lokakarya dan penandatanganan pakta kerja sama yang berlangsung di Ruang Offroom Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Rabu (15/4). Kegiatan ini menjadi titik awal implementasi pendekatan graduation, sebuah metode terintegrasi yang dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat miskin secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.
CEO Islamic Relief Indonesia, Nanang Subana Dirja, dalam sambutannya menegaskan bahwa program MEMPHIS-PGA bukan sekadar penyaluran bantuan sosial, melainkan langkah strategis untuk membangun kemandirian jangka panjang bagi masyarakat rentan.
“Pendekatan graduasi dirancang untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui intervensi yang menyeluruh—mulai dari peningkatan kapasitas individu, akses terhadap sumber ekonomi, hingga pendampingan berkelanjutan. Targetnya melahirkan keluarga yang mandiri dan sejahtera,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Yasin dari Board of Trustees Islamic Relief Indonesia yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci keberhasilan program.
Menurutnya, sinergi antara lembaga kemanusiaan, pemerintah, dan lembaga zakat akan memperluas jangkauan serta memperkuat dampak nyata di lapangan.
Sementara itu, Ketua Baitul Mal Kota Lhokseumawe, Damanhur Abbas, menyatakan komitmen penuh dalam mendukung implementasi program, terutama melalui optimalisasi pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif bagi para mustahik.
“Baitul Mal siap bersinergi untuk memastikan program ini benar-benar menyentuh akar persoalan kemiskinan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Dari sisi pelaksana wilayah, Area Coordinator Islamic Relief Indonesia Aceh, Yusrizal Puteh, menyebut pendekatan ini telah terbukti berhasil di berbagai daerah dalam meningkatkan taraf hidup penerima manfaat.
“Model ini terbukti mampu mendorong peningkatan kesejahteraan. Kami optimistis implementasinya di Lhokseumawe akan memberi kontribusi signifikan dalam menekan angka kemiskinan ekstrem,” ujarnya.
Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Plt. Asisten I Setda, Mirda Ikhsan, yang mewakili Wali Kota Sayuti Abubakar, turut memberikan apresiasi atas kolaborasi tersebut.
“Ini merupakan langkah konkret yang sejalan dengan visi pembangunan daerah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan. Kami berharap program ini berjalan optimal dan memberi dampak luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai puncak kegiatan, dilakukan penandatanganan pakta kerja sama antara Islamic Relief Indonesia dan Baitul Mal Kota Lhokseumawe. Total anggaran program mencapai Rp4.710.031.000, dengan kontribusi Islamic Relief Indonesia sebesar Rp3,71 miliar dan Baitul Mal sebesar Rp1 miliar.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat upaya pengentasan kemiskinan ekstrem, tetapi juga menghadirkan model pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat Lhokseumawe dan sekitarnya.

































