Gebrakan Baru di Lhokseumawe: Islamic Relief dan Baitul Mal Bersatu Hapus Kemiskinan Ekstrem

RAMAZANI

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 23:34 WIB

5022 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii|Aceh|Lhokseumawe, 15 April 2026 — Upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Kota Lhokseumawe memasuki babak baru. Melalui kolaborasi lintas sektor, Islamic Relief Indonesia bersama Baitul Mal Kota Lhokseumawe resmi meluncurkan program MEMPHIS-PGA (Make Extreme Poverty History Through Poor Graduation Approach) dengan nilai anggaran mencapai Rp4,7 miliar.

 

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peluncuran program ditandai dengan kegiatan lokakarya dan penandatanganan pakta kerja sama yang berlangsung di Ruang Offroom Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Rabu (15/4). Kegiatan ini menjadi titik awal implementasi pendekatan graduation, sebuah metode terintegrasi yang dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat miskin secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.

 

 

CEO Islamic Relief Indonesia, Nanang Subana Dirja, dalam sambutannya menegaskan bahwa program MEMPHIS-PGA bukan sekadar penyaluran bantuan sosial, melainkan langkah strategis untuk membangun kemandirian jangka panjang bagi masyarakat rentan.

 

 

“Pendekatan graduasi dirancang untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui intervensi yang menyeluruh—mulai dari peningkatan kapasitas individu, akses terhadap sumber ekonomi, hingga pendampingan berkelanjutan. Targetnya melahirkan keluarga yang mandiri dan sejahtera,” ujarnya.

 

 

Hal senada disampaikan Yasin dari Board of Trustees Islamic Relief Indonesia yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci keberhasilan program.

 

Menurutnya, sinergi antara lembaga kemanusiaan, pemerintah, dan lembaga zakat akan memperluas jangkauan serta memperkuat dampak nyata di lapangan.

 

 

Sementara itu, Ketua Baitul Mal Kota Lhokseumawe, Damanhur Abbas, menyatakan komitmen penuh dalam mendukung implementasi program, terutama melalui optimalisasi pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif bagi para mustahik.

 

 

 

“Baitul Mal siap bersinergi untuk memastikan program ini benar-benar menyentuh akar persoalan kemiskinan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

 

 

Dari sisi pelaksana wilayah, Area Coordinator Islamic Relief Indonesia Aceh, Yusrizal Puteh, menyebut pendekatan ini telah terbukti berhasil di berbagai daerah dalam meningkatkan taraf hidup penerima manfaat.

 

 

“Model ini terbukti mampu mendorong peningkatan kesejahteraan. Kami optimistis implementasinya di Lhokseumawe akan memberi kontribusi signifikan dalam menekan angka kemiskinan ekstrem,” ujarnya.

 

 

Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Plt. Asisten I Setda, Mirda Ikhsan, yang mewakili Wali Kota Sayuti Abubakar, turut memberikan apresiasi atas kolaborasi tersebut.

 

 

“Ini merupakan langkah konkret yang sejalan dengan visi pembangunan daerah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan. Kami berharap program ini berjalan optimal dan memberi dampak luas bagi masyarakat,” ungkapnya.

 

 

Sebagai puncak kegiatan, dilakukan penandatanganan pakta kerja sama antara Islamic Relief Indonesia dan Baitul Mal Kota Lhokseumawe. Total anggaran program mencapai Rp4.710.031.000, dengan kontribusi Islamic Relief Indonesia sebesar Rp3,71 miliar dan Baitul Mal sebesar Rp1 miliar.

 

 

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat upaya pengentasan kemiskinan ekstrem, tetapi juga menghadirkan model pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat Lhokseumawe dan sekitarnya.

Berita Terkait

Temui Muallem dan Wagub, Ketua DPW PKS Aceh Tekankan Sinergi dan Akselerasi Pembangunan Pro-Rakyat
PKS Aceh Kawal Revisi UUPA, Perjuangkan Dana Otsus 2,5%
Semarak Rakorda Kemendukbangga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Aceh
Pemko Langsa Imbau Jam Malam untuk Anak Sekolah Mulai Pukul 22.30 WIB
Sekda Lhokseumawe Buka Rakor ILP 2026, Ingatkan Jangan Sekadar Seremonial!
PT KAI Divre I Sumut Perkuat Konektivitas Antarkota, Angkut 179.605 Ton Barang
Seorang Pria Meninggal Dunia Diduga Akibat Penganiayaan, Satreskrim Polres Toba Lakukan Autopsi
Tinjau Proses Pembangunan , Kapolres Toba & Ketua Bhayangkari Pastikan SPPG 2 Polres Toba Jadi Harapan Baru Anak-Anak Borbor

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 01:11 WIB

Temui Muallem dan Wagub, Ketua DPW PKS Aceh Tekankan Sinergi dan Akselerasi Pembangunan Pro-Rakyat

Rabu, 15 April 2026 - 23:34 WIB

Gebrakan Baru di Lhokseumawe: Islamic Relief dan Baitul Mal Bersatu Hapus Kemiskinan Ekstrem

Rabu, 15 April 2026 - 22:21 WIB

PKS Aceh Kawal Revisi UUPA, Perjuangkan Dana Otsus 2,5%

Rabu, 15 April 2026 - 21:30 WIB

Semarak Rakorda Kemendukbangga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Aceh

Rabu, 15 April 2026 - 19:15 WIB

Pemko Langsa Imbau Jam Malam untuk Anak Sekolah Mulai Pukul 22.30 WIB

Rabu, 15 April 2026 - 15:40 WIB

PT KAI Divre I Sumut Perkuat Konektivitas Antarkota, Angkut 179.605 Ton Barang

Rabu, 15 April 2026 - 15:33 WIB

Seorang Pria Meninggal Dunia Diduga Akibat Penganiayaan, Satreskrim Polres Toba Lakukan Autopsi

Rabu, 15 April 2026 - 15:19 WIB

Tinjau Proses Pembangunan , Kapolres Toba & Ketua Bhayangkari Pastikan SPPG 2 Polres Toba Jadi Harapan Baru Anak-Anak Borbor

Berita Terbaru