GAYO LUES – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PSDKU USK Gayo Lues menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap meningkatnya konflik antara manusia dan satwa liar yang terjadi di wilayah Kabupaten Gayo Lues dalam beberapa waktu terakhir.
Hal tersebut disampaikan Ketua BEM PSDKU USK Gayo Lues, Indra Syahputra, menyusul peristiwa tragis diterkamnya seorang warga Desa Singah Mulo, Kecamatan Putri Betung, oleh harimau pada pekan lalu. Selain itu, keresahan masyarakat kembali meningkat setelah munculnya harimau di kawasan kebun warga di Desa Kutebukit, Kecamatan Blang Pegayon.
Menurut Indra, rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa konflik manusia dan satwa liar telah berada pada kondisi yang membutuhkan penanganan cepat, terukur, dan berkelanjutan.
“Kemunculan harimau di area permukiman dan perkebunan warga tidak hanya mengancam keselamatan masyarakat, tetapi juga menjadi indikasi terganggunya habitat alami satwa tersebut,” ujar Indra Syahputra dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/05/2026).
Ia mengajak masyarakat untuk tetap waspada namun tidak bertindak gegabah terhadap satwa liar, khususnya harimau yang merupakan satwa dilindungi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan provokasi, perburuan, ataupun pemasangan jerat karena dapat memperburuk situasi dan membahayakan semua pihak,” tambahnya.
BEM PSDKU USK Gayo Lues juga mendesak pemerintah daerah, aparat keamanan, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) agar segera mengambil langkah konkret di lokasi-lokasi rawan konflik satwa liar.
Adapun sejumlah langkah yang dinilai perlu segera dilakukan antara lain meningkatkan patroli terpadu di wilayah rawan kemunculan harimau, membentuk tim respons cepat yang melibatkan pemerintah dan masyarakat, melakukan sosialisasi keselamatan, hingga memasang papan peringatan di area yang diduga menjadi lintasan harimau.
Selain itu, BEM PSDKU USK Gayo Lues turut menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan habitat satwa liar guna meminimalisir konflik antara manusia dan harimau di masa mendatang.
“Kami berharap seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dapat bersinergi dalam mencari solusi terbaik demi menjaga keselamatan warga sekaligus melestarikan keseimbangan alam di Kabupaten Gayo Lues,” tutup Indra.


























