Melalui FGD LPEM FEB UI, Wali Kota Lhokseumawe Harapkan Gas Tangkulo Bangkitkan Industri dan Ekonomi Daerah

RAMAZANI

- Redaksi

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:50 WIB

5060 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii|Aceh|Lhokseumawe, 21 Mei 2026 — Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., bersama Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, A. Haris, S.Sos., M.Si., serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Lhokseumawe menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kajian Kontribusi Ekonomi dan Sosial Proyek Gas Tangkulo Andaman Selatan yang berlangsung di Aula Setdako Lhokseumawe, Kamis (21/5/2026). Dalam forum tersebut, Wali Kota juga hadir sebagai narasumber dan menyampaikan pandangan strategis terkait arah pengembangan proyek agar mampu menghadirkan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi daerah.

 

FGD ini menghadirkan tim dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia yang terdiri atas Muhammad Sowwam, Wahyu Wibowo, Malinda Damayanti, Naufal Zaki A., Sri Murdilah Fournawati, dan Raisa Tahfata Nada. Kajian tersebut dilakukan untuk menghitung serta memperkirakan kontribusi ekonomi dan sosial dari Proyek Gas Tangkulo Andaman Selatan yang dikembangkan oleh Mubadala Energy sebagai bagian dari upaya melihat potensi manfaat proyek terhadap pembangunan daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dalam pemaparannya, Wali Kota Sayuti menyoroti pola pengembangan yang mengarah pada skema Onshore Receiving Facility (ORF). Menurutnya, penggunaan istilah tersebut perlu dipahami secara utuh agar tidak menimbulkan persepsi bahwa proses pengolahan utama dilakukan di wilayah darat.

Wali Kota menjelaskan bahwa pada skema tersebut, aktivitas di daratan pada dasarnya hanya berupa penerimaan gas kering yang dikirim dari fasilitas lepas pantai untuk kemudian langsung disalurkan kepada pengguna akhir. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi membuat dampak ekonomi, kebutuhan tenaga kerja, serta aktivitas industri yang tumbuh di daerah menjadi tidak optimal.

 

Wali Kota Sayuti juga menyampaikan bahwa kajian yang dilakukan melalui forum FGD diharapkan tidak hanya menjadi bahan konfirmasi atau validasi terhadap pola pengembangan yang dipilih operator maupun regulator, tetapi mampu memberikan gambaran objektif mengenai pilihan yang paling besar menghadirkan nilai tambah bagi Aceh dan Kota Lhokseumawe. Menurutnya, apabila pola pengembangan yang dipilih tidak mampu menciptakan aktivitas industri yang kuat di kawasan darat, maka keberadaan kawasan strategis seperti KEK Arun juga berisiko tidak memperoleh daya ungkit ekonomi sebagaimana tujuan awal pembentukannya.

 

“Kami sangat berterima kasih, menyambut baik, dan mengapresiasi pelaksanaan kajian ini. Namun harapan kami, hasil FGD benar-benar menjadi dasar untuk menghadirkan manfaat ekonomi dan sosial yang nyata bagi daerah, bukan hanya menguatkan pilihan pola pengembangan yang dampaknya terbatas di daratan. Kami berharap potensi besar Gas Tangkulo dapat membuka ruang tumbuh industri, memperluas lapangan kerja, serta menghidupkan kawasan strategis seperti KEK Arun. Kami mencintai republik ini dan berharap pembangunan nasional juga benar-benar menghadirkan manfaat yang dirasakan masyarakat Aceh dan Kota Lhokseumawe,” ujar Wali Kota Sayuti.

 

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap pengembangan Proyek Gas Tangkulo ke depan dapat mendorong pemanfaatan fasilitas eks Kilang Arun, meningkatkan investasi, memperkuat keterlibatan tenaga kerja lokal, serta menumbuhkan industri pendukung sehingga Lhokseumawe kembali mengambil peran strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan industri energi di Aceh.

Berita Terkait

Sabam Sinaga Upayakan  Mengusulkan 2.000 Siswa Silaen Terima Bantuan PIP Tahun 2026
Kanwil Imigrasi Sumut Teguhkan Komitmen, Laksanakan Penandatanganan Pakta Integritas Seleksi Taruna Poltekimipas TA 2026
Rutan Kelas IIB Tanjung Siap Perkuat 3 Layanan Prioritas Hasil Evaluasi Menteri Imipas
Rutan Kelas IIB Tanjung Optimalkan Kebun SAE, WBP Ikuti Penyemaian Bibit Tomat
Tari Kreasi Nusantara SMA Negeri 7 Lhokseumawe Curi Perhatian di Hardikda Aceh ke-67
Temui Kapolda Aceh, Ketua Baitul Mal Bahas Kemaslahatan Masyarakat
19 Kepala KUA Aceh Besar Dilantik, Yahwa Tegaskan KUA Bukan Sekadar Urus Nikah
Polisi Amankan Mobil Angkut 600 Liter BBM Subsidi Jenis Bio Solar di Banda Aceh

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 18:33 WIB

Sabam Sinaga Upayakan  Mengusulkan 2.000 Siswa Silaen Terima Bantuan PIP Tahun 2026

Rabu, 2 September 2026 - 18:11 WIB

Kanwil Imigrasi Sumut Teguhkan Komitmen, Laksanakan Penandatanganan Pakta Integritas Seleksi Taruna Poltekimipas TA 2026

Rabu, 2 September 2026 - 18:05 WIB

Rutan Kelas IIB Tanjung Siap Perkuat 3 Layanan Prioritas Hasil Evaluasi Menteri Imipas

Rabu, 2 September 2026 - 17:30 WIB

Rutan Kelas IIB Tanjung Optimalkan Kebun SAE, WBP Ikuti Penyemaian Bibit Tomat

Rabu, 2 September 2026 - 17:01 WIB

Tari Kreasi Nusantara SMA Negeri 7 Lhokseumawe Curi Perhatian di Hardikda Aceh ke-67

Rabu, 2 September 2026 - 16:51 WIB

19 Kepala KUA Aceh Besar Dilantik, Yahwa Tegaskan KUA Bukan Sekadar Urus Nikah

Rabu, 2 September 2026 - 14:02 WIB

Polisi Amankan Mobil Angkut 600 Liter BBM Subsidi Jenis Bio Solar di Banda Aceh

Rabu, 2 September 2026 - 13:30 WIB

Peserta PKKPM Gelombang II IAIN Takengon Dampingi Penyerahan Al-Qur’an Wakaf dari Arab Saudi di Pantan Nangka

Berita Terbaru