TLii | SUMUT | PT PRIMA MULTI TERMINAL
28/06/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Belawan PT Prima Multi Terminal (PMT) mencatat kinerja positif pada aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung sepanjang Januari hingga Mei 2026. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perlambatan perdagangan internasional, arus peti kemas yang dikelola PMT mencapai 286.195 TEUs atau tumbuh sekitar 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Peningkatan tersebut menjadi indikasi mulai pulihnya aktivitas logistik di wilayah barat Indonesia. Pertumbuhan didorong oleh kuatnya distribusi domestik serta meningkatnya ekspor komoditas dan produk hasil hilirisasi dari kawasan industri di Sumatera.
Kontributor terbesar pertumbuhan berasal dari aktivitas peti kemas internasional di Terminal 2 Kuala Tanjung. Hingga Mei 2026, volume peti kemas internasional mencapai 15.734 TEUs atau melonjak 220 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara keseluruhan, aktivitas bongkar muat peti kemas di terminal tersebut juga meningkat 12 persen menjadi 30.057 TEUs.
Peningkatan tersebut didukung oleh bertambahnya arus barang ekspor dan impor, serta tetap terjaganya distribusi bahan baku industri, barang konsumsi, dan kebutuhan manufaktur yang ditopang aktivitas industri nasional.
Tak hanya layanan peti kemas, aktivitas bongkar muat barang nonpeti kemas di Terminal Kuala Tanjung juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hingga Mei 2026, volume barang nonpeti kemas mencapai 389.114 ton atau meningkat 155 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya distribusi komoditas curah dan kebutuhan industri dari kawasan hinterland Sumatera.
Sementara itu, Terminal 1 Belawan Domestik mencatat volume peti kemas sebesar 256.138 TEUs atau naik 5 persen dibandingkan periode Januari–Mei 2025. Kenaikan ini didorong meningkatnya distribusi barang antarpulau untuk memenuhi kebutuhan industri dan konsumsi, serta bertambahnya pengiriman komoditas dan produk olahan dari Sumatera ke berbagai wilayah di Indonesia.
Direktur Utama PT Prima Multi Terminal, Rudi Susanto, mengatakan peningkatan arus barang tersebut mencerminkan aktivitas industri dan perdagangan di Sumatera yang mulai kembali bergairah setelah sebelumnya menghadapi tekanan akibat perlambatan ekonomi global.
“Distribusi domestik masih menjadi penopang utama, sementara aktivitas ekspor mulai menunjukkan peningkatan, terutama dari sektor industri pengolahan dan komoditas. Hal itu mendorong kenaikan arus peti kemas di terminal yang kami kelola,” ujar Rudi.
Meski demikian, ia mengakui sektor kepelabuhanan masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain perubahan jaringan pelayaran internasional, pergeseran jalur logistik global, hingga dampak ketegangan geopolitik yang memengaruhi biaya distribusi dan waktu pengiriman barang.
Karena itu, PMT terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan guna menjaga daya saing pelabuhan serta mendukung kelancaran rantai pasok nasional di tengah dinamika perdagangan global, Ujarnya.
(***)























