TLii | LAPAS PEREMPUAN KLS IIA MEDAN
26/06/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI Medan Berbagai produk kreatif hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Perempuan Kelas IIA Medan turut dipamerkan di Galeri Dekranasda Kota Medan dalam rangkaian kegiatan Rakernas APEKSI 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian yang dijalankan di lingkungan lapas.

Produk yang dipamerkan meliputi aneka kerajinan rajut, boneka, tas, bunga rajut, hingga berbagai kerajinan tangan lainnya yang dibuat oleh WBP. Seluruh karya tersebut menunjukkan kualitas, kreativitas, serta memiliki nilai ekonomi yang mampu bersaing di pasaran.

Partisipasi Lapas Perempuan Kelas IIA Medan dalam pameran ini merupakan hasil sinergi dengan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Medan sebagai instansi pembina. Melalui kolaborasi tersebut, produk hasil karya WBP mendapat kesempatan untuk dipromosikan kepada masyarakat luas sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Medan, Yekti Apriyanti, mengapresiasi dukungan Diskoperindag Kota Medan yang telah memberikan ruang bagi produk hasil karya WBP untuk tampil di Galeri Dekranasda.
“Keikutsertaan ini merupakan bentuk nyata keberhasilan pembinaan kemandirian yang kami laksanakan. Kami berharap kesempatan ini dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus berkarya, meningkatkan keterampilan, serta membangun rasa percaya diri sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar Yekti.
Menurutnya, momentum Rakernas APEKSI 2026 menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan produk unggulan hasil pembinaan kepada para tamu dari berbagai daerah di Indonesia. Selain memperluas peluang pemasaran, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri WBP dan memperkuat komitmen Lapas Perempuan Kelas IIA Medan dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif, kreatif, dan berkelanjutan.
Melalui pameran tersebut, Lapas Perempuan Kelas IIA Medan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan keterampilan WBP sehingga mampu menghasilkan produk berkualitas dan memiliki daya saing, sekaligus mendukung keberhasilan program pembinaan pemasyarakatan yang berorientasi pada kemandirian dan reintegrasi sosial, Terangnya.
(***)























