TIMELINES INEWS INFESTIGASI
Oleh: Amsori
BANGKA TENGAH – Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan zaman, generasi muda tidak cukup hanya dibekali kecakapan akademik. Mereka juga membutuhkan fondasi kebangsaan yang kuat agar tetap memiliki arah, karakter, dan jati diri sebagai anak bangsa.
Pesan itulah yang mengemuka dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar Anggota DPD RI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Bahar Buasan, S.T., M.S.M., M.Sc., di SMA Negeri 1 Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (24/9/2026).
Sebanyak 150 siswa dan siswi mengikuti kegiatan tersebut. Suasana berlangsung interaktif ketika para pelajar diajak memahami kembali makna Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks kehidupan mereka sehari-hari.
Bahar Buasan mengatakan, Empat Pilar MPR RI bukan sekadar materi yang harus dihafalkan, melainkan nilai yang perlu hadir dalam perilaku generasi muda.
“Pancasila dan nilai-nilai kebangsaan jangan hanya kita pahami sebagai teori. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai itu kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menghargai perbedaan, menjaga persatuan, bertanggung jawab, hingga bijak menggunakan media sosial,” kata Bahar.
Ia menilai sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi penerus. Di lingkungan sekolah, para pelajar tidak hanya belajar mengejar prestasi, tetapi juga belajar hidup bersama dalam keberagaman.
Menurut Bahar, tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks. Kemajuan teknologi memberikan banyak peluang, namun pada saat yang sama membutuhkan kecermatan agar informasi yang diterima tidak mudah memengaruhi cara berpikir dan sikap.
“Anak-anak kita adalah calon pemimpin masa depan. Mereka harus memiliki ilmu pengetahuan, tetapi juga harus punya karakter, rasa cinta tanah air dan kemampuan menjaga persatuan,”ujarnya.
Kepala SMA Negeri 1 Namang, Pak Yakob, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran Bahar Buasan memberikan pengalaman sekaligus wawasan baru bagi para siswa karena mereka dapat berdialog langsung mengenai persoalan kebangsaan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini menjadi kesempatan yang baik bagi siswa untuk mendapatkan pemahaman langsung tentang Empat Pilar sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan mereka.
Mudah-mudahan nilai-nilai yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Yakob.
Bagi pihak sekolah, kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dalam memperkuat pendidikan karakter di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat.
Sementara bagi Bahar, sosialisasi Empat Pilar bukan sekadar agenda kelembagaan, melainkan bagian dari upaya menjaga agar nilai-nilai kebangsaan tetap tumbuh di tengah generasi muda.


































