Oleh: Amsori
PANGKALPINANG -Kiprah lebih dari 15 tahun dalam mendorong kemajuan pelayanan kesehatan di Bangka Belitung membawa dr. Hendry Jan, M.Si. masuk dalam 50 besar DPD RI Awards 2026 bidang kesehatan.
Capaian ini menjadi pengakuan atas konsistensinya dalam memperluas akses layanan kesehatan, menghadirkan teknologi diagnostik, serta mengembangkan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Bangka Belitung.
Perjalanan tersebut telah dimulai sejak 2011 melalui pengembangan Klinik Intan Medika dengan layanan 24 jam. Komitmen itu kemudian diperluas melalui berbagai kegiatan bakti sosial dan pelayanan kesehatan langsung ke tengah masyarakat.
Inovasi juga menjadi bagian penting dari kiprahnya.
Pada 2014, dr. Hendry Jan menghadirkan CT Scan di fasilitas kesehatan swasta di Bangka Belitung, yang kemudian dilanjutkan dengan layanan MRI pada 2017. Kehadiran teknologi tersebut turut memperkuat akses masyarakat terhadap pemeriksaan diagnostik berteknologi tinggi tanpa harus selalu berobat ke luar daerah.
“Teknologi kesehatan bukan hanya tentang alat, tetapi bagaimana teknologi tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat dan membantu dokter mendapatkan diagnosis yang lebih baik,” ujar Hendry Jan.
Selain pengembangan layanan dan teknologi, kontribusinya juga diwujudkan melalui kegiatan sosial, pelayanan kesehatan masyarakat, gerakan #SehatBersamaKIM, serta keterlibatan dalam organisasi profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pangkalpinang.
Masuknya dr. Hendry Jan dalam 50 besar DPD RI Awards 2026 menjadi momentum untuk membawa kiprah inovasi kesehatan dari Bangka Belitung ke tingkat nasional.
Baginya, capaian tersebut bukanlah akhir, melainkan dorongan untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin mudah diakses dan berkualitas bagi masyarakat.
“Masyarakat di daerah memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan akses terhadap teknologi kesehatan yang terus berkembang. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang dapat memperoleh pelayanan terbaik tanpa harus selalu pergi jauh ke luar daerah,” ungkapnya.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa inovasi kesehatan tidak selalu lahir dari kota-kota besar. Dari Bangka Belitung, akses, teknologi, dan pengabdian terus dikembangkan untuk satu tujuan: mendekatkan pelayanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat.


































