TLii|PIDIE JAYA – Pemulihan dampak banjir besar yang melanda Kabupaten Pidie Jaya sejak 25 November 2025 hingga kini belum sepenuhnya tuntas. Bahkan, bencana susulan yang kembali terjadi pada 1 November 2026 semakin mempertegas urgensi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, terutama terhadap infrastruktur vital yang menyangkut keselamatan serta aktivitas masyarakat.
Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos., ME, bersama Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana turun langsung meninjau sejumlah wilayah terdampak di Kecamatan Meurah Dua, Kamis (5/11/2026).
Lokasi yang dikunjungi meliputi Gampong Manyang Lancok, Manyang Cut, dan Seunong. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi kerusakan sekaligus memastikan berbagai kebutuhan pemulihan mendapat perhatian dan tindak lanjut.
Sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pemulihan, dalam rangkaian kunjungan tersebut Satgas PRR menyerahkan satu unit kendaraan water supply multifungsi kepada Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, bantuan mesin pompa air, serta dukungan dana stimulan bagi desa terdampak.
Sementara itu, Kementerian Sosial RI turut menyalurkan bantuan logistik dan paket sembako untuk masyarakat yang terdampak bencana.
Kunjungan lapangan tersebut turut didampingi Kepala Bappeda, Plt. Kepala Pelaksana BPBD, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala DKP, Kepala Dinas Pendidikan, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Plt. Kepala Dinas Sosial, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Pidie Jaya, serta Camat Meureudu dan Camat Meurah Dua.
Bupati Sibral Malasyi menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat. Ia berharap hasil kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda peninjauan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti melalui langkah konkret dan percepatan pembangunan di lapangan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, pemulihan pascabencana bukan sekadar memperbaiki kerusakan, melainkan memastikan infrastruktur kembali berfungsi, akses masyarakat terjamin, serta perlindungan terhadap ancaman banjir semakin kuat.

































