Dosen UIN Ar-Raniry: Moderasi Beragama dan Kurikulum Cinta Bangsa Harus Menyatu di Sekolah

ZULKARNAINI

- Redaksi

Jumat, 17 Oktober 2025 - 10:31 WIB

50198 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLiiBanda Aceh –“Islam tidak lahir dari kemarahan, tetapi dari kasih sayang.” Kalimat itu meluncur lembut dari Dr. Mawardi, S.Th.I., M.A., saat tampil sebagai narasumber utama dalam kegiatan Pengembangan Kompetensi dan Inovasi Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Zona 1 yang berlangsung di Portola Grand Arabia Hotel, Banda Aceh, Kamis, 16 Oktober 2025.

 

Kegiatan yang diikuti guru PAI dari Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, dan Pidie tersebut mengusung tema “Bersama Meningkatkan Kompetensi, Menggerakkan Inovasi, Mewujudkan PAI Berkualitas.” Dalam kesempatan itu, Dr. Mawardi—yang juga Ketua LP Ma’arif NU Aceh Besar sekaligus Dosen Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry—menyampaikan materi bertajuk “Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama di Sekolah Berbasis Kurikulum Cinta Bangsa.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menurutnya, pendidikan agama di sekolah harus mampu mengembalikan ruh kelembutan Islam.

“Guru PAI sering kali terjebak dalam pola ajar tekstual dan formalistik. Padahal Islam itu menentramkan, bukan menegangkan,” ujarnya tegas. Ia menegaskan, guru bukan hanya pengajar, tetapi juga penjaga nurani anak bangsa.

 

Lebih lanjut, Ketua LP Ma’arif NU Aceh Besar itu menekankan bahwa Kurikulum Cinta Bangsa (KCB) yang kini digaungkan Kementerian Agama harus dipahami sebagai ruh baru dalam pembelajaran agama. KCB menempatkan cinta sebagai fondasi moderasi. Melalui cinta kepada sesama, tanah air, dan nilai kemanusiaan, akan tumbuh sikap adil, toleran, dan damai.

“Cinta adalah pintu pertama menuju moderasi. Tanpa cinta, ajaran agama kehilangan wajah kasihnya,” ungkapnya.

 

Ia menjelaskan, KCB dan moderasi beragama sejatinya tidak bisa dipisahkan karena keduanya memiliki visi yang sama untuk melahirkan generasi beriman, berilmu, dan berakhlak. Guru PAI, kata Mawardi, harus menjadi pelopor dalam menghidupkan nilai-nilai tersebut di sekolah.

“Anak-anak bukan hanya butuh pelajaran agama, tetapi keteladanan dari gurunya. Mereka meniru wajah dan perilaku kita sebelum memahami teks yang kita ajarkan,” ucapnya.

 

Dalam suasana penuh kehangatan, Dr. Mawardi menguraikan bahwa nilai-nilai moderasi bisa dihidupkan melalui pendekatan pembelajaran yang menyejukkan. Guru, menurutnya, perlu menghadirkan ruang dialog yang sehat agar siswa merasa dihargai dan berani berpikir terbuka.

“Jadikan pembelajaran agama sebagai ruang kasih, bukan ruang vonis. Anak-anak akan lebih mudah memahami Tuhan ketika mereka merasakan kasih dari gurunya,” katanya.

 

Ia menambahkan, sembilan nilai utama moderasi beragama—tawasuth, i’tidal, tasamuh, ishlah, qudwah, wathaniyah, anti kekerasan, akomodatif terhadap budaya lokal, dan syura—harus dihidupkan secara nyata di sekolah, bukan sekadar dihafalkan.

“Ketika guru memperlakukan semua murid dengan kasih dan keadilan, itulah moderasi yang sejati,” ujarnya.

 

Selain itu, Dr. Mawardi juga menyoroti pentingnya inovasi pembelajaran di era digital. Guru PAI, katanya, perlu beradaptasi dengan teknologi dan membangun pendekatan kreatif agar nilai-nilai Qur’ani tetap relevan di kalangan generasi muda.

“Gunakan bahasa yang mereka pahami, ceritakan kisah yang menyentuh hati, dan hadirkan Islam dengan wajah gembira. Itulah dakwah di ruang kelas masa kini,” tambahnya.

 

Ia menegaskan, moderasi beragama tidak boleh berhenti sebagai slogan atau proyek birokrasi. Nilai itu harus hidup dalam tindakan dan menjadi karakter lembaga pendidikan.

“Sekolah adalah taman kebinekaan. Bila guru PAI mampu menghadirkan Islam yang ramah, maka sekolah akan menjadi ruang tumbuhnya kedamaian,” ujarnya mantap.

 

Menutup pemaparannya, Dr. Mawardi menyampaikan refleksi yang membuat suasana ruangan hening sesaat.

“Jangan ajarkan Islam dengan wajah marah, tapi dengan jiwa ramah. Dari kelembutan itulah lahir keberkahan ilmu dan ketenangan hati,” katanya penuh haru.

 

Ia berharap kegiatan yang diinisiasi oleh Bidang PAI Kanwil Kemenag Aceh ini dapat memperkuat peran guru PAI sebagai pelopor Kurikulum Cinta Bangsa yang berpadu dengan semangat moderasi beragama.

“Semoga dari ruang ini lahir guru-guru yang bukan hanya cerdas di kepala, tapi juga hangat di hati,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

451 Jamaah Ikuti Safari Subuh Kapolres Pidie Jaya, Pesan Kamtibmas Menggema di Mesjid Baitul Aman Ulim
Terinspirasi Retret Presiden, Syech Muharram Gagas Retret 234 Keuchik Aceh Besar
Delapan Keuchik Pagar Air Patungan Bersihkan Drainase, Beko Sultan Aywan Diturunkan Minggu
Sambut Hari Bakti Kemenimipas ke-2, Lapas Lhoksukon Turun Tangan Bersihkan Lingkungan Kantor
PAG Rangkul Ratusan Wartawan Lhokseumawe dan Aceh Utara, Perkuat Kemitraan dengan Media
*Sentuhan Humanis Polri! Kapolres Pidie Jaya Berbagi Rezeki di Jumat Berkah*
Cegah Kecelakaan di Jalan, Kapolres Pidie Jaya Turun Langsung Edukasi Pengemudi dan Bagikan Brosur Keselamatan*
Kapolres Pidie Jaya Pimpin Binrohtal Yasinan Personel, Doakan Aceh Aman dan Tentram*

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 01:17 WIB

Terinspirasi Retret Presiden, Syech Muharram Gagas Retret 234 Keuchik Aceh Besar

Rabu, 4 November 2026 - 00:09 WIB

Dinsos Aceh Salurkan Bantuan Tahap Kedua kepada Tujuh KK Korban Kebakaran Punie

Selasa, 3 November 2026 - 15:10 WIB

SMSI Aceh Besar Audiensi dengan Bupati, Pelantikan Dirangkai Maulid dan Penganugerahan Tokoh

Selasa, 3 November 2026 - 00:22 WIB

Kantor PKK Aneuk Galong Titi Dilalap Api, Bangunan dan Dokumen Rusak Berat

Minggu, 1 November 2026 - 09:28 WIB

Sekolah Keluarga Indonesia Bentuk 21 Kelompok RKI, Perkuat Perlindungan Anak di Aceh Besar

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Siti Fadhilia Harumkan Bineh Blang, Wakili Kafilah Simpang Tiga, Sabet Juara II Tilawah Remaja Putri MTQ Ke 35 Aceh Besar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:03 WIB

BKPRMI Himpun Jadwal Khatib dan Imam di 74 Masjid Aceh Besar, Jemaah Bisa Memilih Lokasi Shalat Jum’at

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Empat Pemuda Aceh Besar Raih Penghargaan Inovatif, dari Daur Ulang Plastik hingga Jurnalistik

Berita Terbaru