TLii [] Pidie Jaya – Enam hari sudah dapur umum lapangan Kementerian Sosial RI berdiri kokoh di halaman Kantor Dinas Sosial Pidie Jaya, Komplek Perkantoran Bupati Cot Trieng Meureudu. Jumat pagi itu, kepulan asap dari wajan besar membubung tinggi, membawa aroma harapan bagi masyarakat yang masih berjuang setelah banjir melanda. Antrean warga mengular panjang—para penyintas datang dengan langkah pelan namun penuh harap, menjemput sebungkus nasi hangat untuk keluarga.
Dalam suasana yang penuh keprihatinan itu, rasa syukur tampak mengalir dari banyak wajah. Dapur umum bukan sekadar tempat memasak—di sana tersimpan semangat kebersamaan yang menguatkan warga Pidie Jaya.
PLT Kadis Sosial P3A Pidie Jaya, Agusmaidi, S.IP, MM, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kemensos RI.
“Kami sangat mengapresiasi Kemensos RI. Gerak cepat ini benar-benar membantu masyarakat yang sedang berjuang akibat banjir,” ujarnya kepada TimelinesiNews.
Dari Kecamatan Ulim, Camat Samsul Bahri mengungkapkan betapa besar manfaat dapur umum bagi warganya. Ia juga menuturkan bahwa masyarakat Ulim ikut bergerak mandiri.
“Alhamdulillah, masyarakat kami sangat terbantukan dengan bantuan dari Kemensos. Selain itu, secara mandiri masyarakat Ulim juga sudah mendirikan dapur umum sendiri untuk saling membantu. Semangat gotong royong ini luar biasa. Kami berharap bantuan dari Kemensos tetap berlanjut,” katanya.
Dari Gampong Grong-Grong, sang Keusyik turut menyampaikan rasa terima kasih yang tulus.
“Kami ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada pemerintah, terutama Kemensos. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami,” ujarnya.
Sementara itu, dari balik hiruk pikuk dapur umum, penanggung jawab lapangan Rizal Dinata, Ketua Tagana Aceh, menggambarkan betapa besarnya upaya yang dilakukan setiap hari.
“Hingga hari ini, ribuan bungkus nasi siap saji kami salurkan setiap hari kepada para penyintas. Kami bekerja tanpa henti agar tak ada warga yang terlewat,” terangnya.
Sudah enam hari berlalu, namun semangat para relawan Tagana , dan masyarakat tidak kunjung padam. Di tengah bencana, gotong royong menjadi cahaya yang menuntun Pidie Jaya untuk bangkit bersama. (JN)





























