Nasi Biru–Ungu di Program MBG Ulee Jalan Picu Kecemasan, Warga Sorot Dugaan Makanan Minim Gizi dan Tak Layak Konsumsi

REDAKSI 1

- Redaksi

Rabu, 29 April 2026 - 09:17 WIB

50152 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lhokseumawe, 28 April 2026 — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi solusi peningkatan asupan gizi siswa justru menuai kritik tajam di wilayah Ulee Jalan, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Distribusi makanan ke sejumlah sekolah dasar dikeluhkan warga karena dinilai jauh dari standar kelayakan—bahkan disebut tidak mencerminkan prinsip makanan bergizi.

Nasi berwarna biru di salah satu SD di Ulee Jalan kota Lhokseumawe

Sorotan paling mencolok datang dari temuan nasi berwarna tak lazim. Di satu sekolah, nasi yang dibagikan kepada siswa tampak kebiruan. Sementara di sekolah lain, nasi berwarna ungu.

Menu MBG hari Selasa(28/04/26) di SDN Ule Jalan, Nasi berwarna biru, sayur acar basi. Wali murid Resah.

Kondisi ini memantik tanda tanya besar di kalangan orang tua: apakah makanan tersebut menggunakan bahan pewarna, dan apakah aman dikonsumsi anak-anak?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan soal warna saja, tapi soal isi. Kalau sekadar tampilan aneh mungkin bisa dijelaskan, tapi kalau gizinya tidak jelas, ini berbahaya,” ujar seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Nasi berwarna ungu di Salah satu SD Desa Hagu Barat Laut, nasi tersebut dibawa pulang siswa kerumahnya.

Keluhan warga tak berhenti di situ. Sejak awal pelaksanaan MBG, berbagai persoalan disebut sudah muncul—mulai dari buah yang dibagikan tanpa dicuci bersih hingga dugaan makanan basi yang tetap disalurkan kepada siswa. Bahkan, lauk berupa sayur acar dilaporkan dalam kondisi yang tidak layak konsumsi.

Lebih jauh, masyarakat juga menyoroti proses penyediaan makanan yang dinilai tidak profesional. Dapur MBG yang kini beroperasi di kawasan Ulee Jalan—berdekatan dengan permukiman dan warung kopi—dinilai tidak menunjukkan standar higienitas yang meyakinkan.

Perpindahan lokasi dapur dari tempat sebelumnya juga menimbulkan pertanyaan soal kesiapan fasilitas dan pengawasan.

Alih-alih menjadi program unggulan yang memperbaiki status gizi anak, MBG di Ulee Jalan justru dikhawatirkan berpotensi membawa risiko kesehatan. Sejumlah warga bahkan menilai makanan yang diberikan tidak hanya diragukan kelayakannya, tetapi juga tidak memenuhi unsur gizi seimbang sebagaimana tujuan awal program.

“Kalau begini, bukan menambah gizi, malah bisa jadi sumber penyakit. Ini harus dihentikan sementara untuk evaluasi total,” tegas warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak penyelenggara MBG terkait perubahan warna nasi maupun standar bahan yang digunakan. Ketiadaan penjelasan ini semakin memperkuat desakan publik agar dilakukan investigasi menyeluruh.

Masyarakat kini menuntut transparansi dan pengawasan ketat dari instansi terkait.

Program yang menyasar anak-anak, menurut mereka, tidak boleh dijalankan secara serampangan—karena yang dipertaruhkan bukan sekadar anggaran, melainkan kesehatan generasi masa depan. (Ramazani).

Berita Terkait

Fathir Hidayadi Wakili Aceh di MDI Nasional 2026, Bukti Disabilitas Mampu Berprestasi
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pidie Jaya Gelar Bakti Religi dan Bakti Sosial Wujud Kepedulian kepada Masyarakat
GEKRA 2026 Hadirkan Pangan Murah, Layanan Publik, dan Penguatan UMKM di Aceh Besar
Kapolres Gayo Lues Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama, Tekankan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat
LANA Libatkan Kejaksaan Awasi MBG di Aceh Barat, Dorong Transparansi Penggunaan Anggaran Negara
SMKN 2 Kutacane Cetak Generasi untuk dunia usaha
Gerak Ceria, Pikiran Bahagia: Mahasiswa Psikologi IAIN Langsa Pulihkan Semangat Lansia Pascabanjir
Ribuan Warga Tumpah Ruah, Ayah Wa dan Tarmizi Payang Lepas Pawai Ta’aruf 1 Muharram 1448 H

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:25 WIB

Dukung ASN Profesional, Bapas Palangka Raya Optimalkan Aplikasi PK Bangkom untuk Pengembangan Kompetensi

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:50 WIB

Bapas Palangka Raya Gelar Kegiatan Fisik, Mental, dan Disiplin untuk Tingkatkan Profesionalisme Pegawai

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:26 WIB

Bapas Palangka Raya Gelar Kerja Bakti, Ciptakan Lingkungan Kerja Bersih Dan Nyaman

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:19 WIB

Pisah Sambut di Aula Jayang Tingang, I Putu Murdiana Pamitan Tugas ke Papua, Hensah Pimpin Ditjenpas Kalteng

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:49 WIB

Theo Adrianus: Pembimbingan Kemandirian Jadi Bukti Klien Pemasyarakatan Bisa Berubah Lebih Baik

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:55 WIB

Bentuk Apresiasi Kinerja, Bapas Palangka Raya Anugerahi Silvia Sebagai Pegawai Teladan Triwulan II 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:11 WIB

Bapas Palangka Raya Ikuti Penguatan Kehumasan untuk Perkuat Citra Positif Institusi Di Era Digital

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:00 WIB

PK Bapas Palangka Raya Laksanakan Litmas ABH Tahap Penyidikan Di Polda Kalteng

Berita Terbaru